Rokok Hingga Ponsel Jadi Barang Incaran Porter di Bandara Soekarno-Hatta

Kompas.com - 02/01/2016, 18:45 WIB
(Dokumentasi CCTV PT Angkasa Pura II)
Rekaman CCTV milik PT Angkasa Pura II menampilkan oknum porter membuka koper penumpang dan mengambil barang berharga di area bagasi maskapai Lion Air, Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, bulan November 2015 lalu. 





Andri Donnal Putera(Dokumentasi CCTV PT Angkasa Pura II) Rekaman CCTV milik PT Angkasa Pura II menampilkan oknum porter membuka koper penumpang dan mengambil barang berharga di area bagasi maskapai Lion Air, Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, bulan November 2015 lalu.
|
EditorSabrina Asril
TANGERANG, KOMPAS.com - Tidak semua barang diambil oleh oknum porter Lion Air di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, saat mereka mencuri isi koper di bagasi pesawat.

Salah satu oknum porter yang diamankan polisi, S, menceritakan apa saja barang yang biasanya dia ambil bersama teman-temannya.

"Ambilnya rokok, minyak wangi, handphone. Paling banyak sih handphone," kata S kepada pewarta di Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (2/1/2016).

Saat hendak mencuri barang di tas atau koper milik penumpang, oknum porter biasanya menunggu kode terlebih dahulu dari petugas keamanan maskapai bahwa kondisi aman.

Setelah diberi kode, oknum porter memilih-milih koper mana yang akan dibongkar.

"Kita pilih kopernya lihat-lihat saja, atau pakai feeling," tutur S.

Setelah memilih koper, oknum porter Lion Air membuka koper tersebut.

Jika koper yang akan dicuri digembok, mereka sudah punya alat-alat tertentu seperti kunci cadangan hingga pulpen untuk membuka gembok tersebut. Namun, oknum porter biasanya menghindari koper yang menggunakan gembok dengan kode.

"Gembok yang pakai kode itu yang susah, paling susah," ujar S.

Kebiasaan mencuri barang penumpang sebelum koper dimuat di bagasi pesawat disebutkan S, sudah lumrah dilakukan oleh sesama porter Lion Air di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta.

Jika ada porter yang menolak mencuri barang, S mengungkapkan orang itu akan diancam dipukul oleh senior sesama porter.

"Awalnya saya enggak mau ikut-ikutan, tapi saya ditekan terus. Diancam mau digebukin, mau dimatiin," sebut S.

Aksi S bersama tiga orang kawannya tertangkap kamera CCTV milik Angkasa Pura II. Saat itu, mereka tengah membongkar tas di bagasi pesawat Lion Air, bulan November 2015 lalu.

Dari rekaman CCTV tersebut, Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta mengamankan mereka yang seluruhnya porter Lion Air.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi Zebra Jaya Digelar Lagi, Ada 12 Jenis Pelanggaran yang Akan Ditindak

Operasi Zebra Jaya Digelar Lagi, Ada 12 Jenis Pelanggaran yang Akan Ditindak

Megapolitan
Pemprov DKI Kaji Tarif Sewa Rusunawa Pasar Rumput

Pemprov DKI Kaji Tarif Sewa Rusunawa Pasar Rumput

Megapolitan
BMKG: Suhu di Jakarta Diprediksi 35 Derajat Celsius, Waspada Angin Kencang

BMKG: Suhu di Jakarta Diprediksi 35 Derajat Celsius, Waspada Angin Kencang

Megapolitan
Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Megapolitan
Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Megapolitan
Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

Megapolitan
Kantor Wali Kota Jakbar Baru Pasang Foto Jokowi dan Ma'aruf Amin pada Awal November

Kantor Wali Kota Jakbar Baru Pasang Foto Jokowi dan Ma'aruf Amin pada Awal November

Megapolitan
PPP Galang Partai Non-parlemen untuk Bersaing di Pilkada Tangsel 2020

PPP Galang Partai Non-parlemen untuk Bersaing di Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Kadishub Tangsel Diintervensi Saat Tindak Sopir Truk, Benyamin: Sudah Risiko

Kadishub Tangsel Diintervensi Saat Tindak Sopir Truk, Benyamin: Sudah Risiko

Megapolitan
PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

Megapolitan
Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

Megapolitan
Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Megapolitan
Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X