Kebakaran di Belakang Hotel Alexis Juga Ganggu KRL Manggarai-Jakarta Kota

Kompas.com - 26/01/2016, 12:25 WIB
Permukiman padat di sekitar Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Rabu (10/6). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menata kawasan sekitar Stasiun Kampung Bandan dengan membangun rumah susun yang memanfaatkan lahan milik PT KAI. KOMPAS/RADITYA HELABUMIPermukiman padat di sekitar Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Rabu (10/6). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menata kawasan sekitar Stasiun Kampung Bandan dengan membangun rumah susun yang memanfaatkan lahan milik PT KAI.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemadaman listrik aliran atas di jalur rel Jakarta Kota-Kampung Bandan tidak hanya mengganggu perjalanan KRL commuter line relasi Bogor/Depok-Jatinegara, tetapi juga jalur rel Jakarta Kota-Manggarai.

Oleh karena itu, seluruh perjalanan KRL yang menuju Jakarta Kota untuk sementara tidak dapat dilakukan.

Manajer Komunikasi PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunisa mengatakan, ada dua relasi KRL commuter line yang terganggu, yakni Bogor/Depok-Jakarta Kota dan Bekasi-Jakarta Kota.

Ia menyebutkan, untuk sementara perjalanan KRL di kedua relasi itu hanya sampai Manggarai.


"KRL relasi Bogor/Depok/Bekasi tujuan Jakarta Kota hanya dapat melakukan perjalanan sampai dengan Stasiun Manggarai," kata Eva sekitar pukul 11.50.

Kebakaran melanda permukiman warga di belakang Hotel Alexis, Kampung Bandan, Jakarta Utara, Selasa siang.

Oleh karena lokasinya yang berdekatan dengan rel, banyak korban kebakaran yang kemudian mengungsi ke jalur rel yang menghubungkan Kampung Bandan-Jakarta Kota.

Dengan pertimbangan keselamatan, KCJ kemudian memadamkan listrik aliran atas antara Stasiun Kampung Bandan-Jakarta Kota.

"PT KCJ mengucapkan permohonan maaf atas gangguan perjalanan tersebut dan mengimbau bagi pengguna jasa yang tidak dapat menunggu dapat menggunakan moda transportasi lain," ujar Eva.

"Bagi yang telah membeli tiket diperkenankan untuk melakukan pengembalian pada loket yang tersedia," kata dia lagi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Megapolitan
Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Megapolitan
Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Megapolitan
Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Megapolitan
Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Megapolitan
DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

Megapolitan
Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Megapolitan
PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Megapolitan
Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Megapolitan
Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Megapolitan
Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

Megapolitan
Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X