Ini Solusi Ahok untuk Warga Kalijodo

Kompas.com - 15/02/2016, 11:36 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberi sambutan dalam penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov DKI dengan Kemenkominfo atas penyediaan layanan nomor panggilan tunggal darurat dan Penyebarluasan SMS peringatan dini bencana Provinsi DKI Jakarta, di Balai Kota, Kamis (11/2/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberi sambutan dalam penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov DKI dengan Kemenkominfo atas penyediaan layanan nomor panggilan tunggal darurat dan Penyebarluasan SMS peringatan dini bencana Provinsi DKI Jakarta, di Balai Kota, Kamis (11/2/2016).
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menawarkan sejumlah solusi bagi warga Kalijodo terkait rencana ditertibkannya wilayah tersebut.

Bagi warga yang memiliki KTP DKI, Basuki menawarkan unit rumah susun sebagai tempat tinggal baru.

"Kalau ada yang mau tinggal, kami bagi ke rusun yang ada. Ada rusun yang kosong, kami bagi," kata Basuki di Balai Kota, Senin (15/2/2016).

Sementara itu, bagi warga Kalijodo yang ingin berdagang, Pemprov DKI Jakarta berjanji akan memberikan modal. (Baca: Beda Kalijodo dengan Dolly Menurut Ahok)

Syaratnya, warga mendaftarkan diri ke Bank DKI serta membayarkan retribusi tiap harinya.

"Untuk (warga Kalijodo) yang mau dagang, kami kasih ke (dinas) UMKM atau PD Pasar Jaya," kata Basuki.

Kemudian, bagi warga Kalijodo yang tidak memiliki KTP DKI, Pemprov DKI akan mengembalikan mereka ke kampung halaman masing-masing.

Pemprov DKI Jakarta, kata Basuki, akan membiayai ongkos pulang kampung tersebut. (Baca: Ahok: Bulan Ini, Kalijodo Harus Beres!)

"Pulang kampung saja sudah, kami yang bayarin," kata Basuki.

Rencananya, kawasan Kalijodo akan ditertibkan bulan Februari ini. Kawasan marak prostitusi serta perjudian itu akan dikembalikan fungsinya menjadi ruang terbuka hijau (RTH).

Kawasan Kalijodo akan ditertibkan setelah dilayangkan tiga kali surat peringatan hingga surat perintah bongkar (SPB).

Baca tentang


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Megapolitan
Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Megapolitan
Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Megapolitan
Soal Tweet Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Soal Tweet Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Megapolitan
Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Megapolitan
UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X