Kompas.com - 28/02/2016, 17:28 WIB
Adhyaksa Dault pada Jumat (9/10/2015) ini menyatakan siap untuk bertarung dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Aldo FenalosaAdhyaksa Dault pada Jumat (9/10/2015) ini menyatakan siap untuk bertarung dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik
JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Adhyaksa Dault, mengaku baru saja makan siang bersama dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil hari ini, Minggu (28/2/2016).

Adhyaksa menyampaikan hal itu ketika menghadiri acara pelantikan pengurus DPD, DPC, PAC, dan ranting Partai Hanura di Tennis Indoor Senayan. Adhyaksa menceritakan kekagumannya terhadap kepemimpinan Ridwan selama di Bandung.

"Saya simpatik dengan Kang Emil. Kenapa simpatik? Saya undang dia makan siang tadi, dia datang. Dan saya melihat keberhasilan, tidak omong doang. Bandung itu menjadi peringkat pertama dari kabupaten kota seluruh Indonesia," ujar Adhyaksa.

Penyerapan anggaran di Bandung juga tinggi. Adhyaksa mengatakan dia sempat sharing dengan Ridwan bagaimana bisa dia menjadi walikota sehebat itu. Adhyaksa mengaku ingin mendengar langsung dan belajar dari Ridwan Kamil. Apalagi dia juga memiliki niat untuk menjadi gubernur DKI.

"Siapa tahu saya bisa jadi gubernur. Saya bisa dapatkan pelajaran dari beliau. Jadi saya belajar dari orang yang berhasil. Saya mau bertanya, kita bertanya walau beliau lebih muda dari saya," ujar Adhyaksa.

Adhyaksa juga menanyakan soal kesediaan Ridwan untuk maju menjadi cagub DKI. Mengenai hal itu, Adhyaksa mendapat jawaban bahwa Ridwan akan mengumumkan keputusannya besok, Senin (29/2/2016). Adhyaksa mengaku akan mendukung jika Ridwan memutuskan untuk maju.

"Saya katakan kepada Kang Emil, maju Kang? Kata dia, besok akan menjelaskan kepada wartawan dan saya kira kita butuh ke depannya pemimpin yang santun seperti Kang Emil. Bukan pemimpin yang, mohon maaf, keras boleh tapi kasar jangan," kata Adhyaksa.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.