Jika Tak bersama Djarot, Ahok Akan Maju bersama Pria Ini pada Pilkada DKI

Kompas.com - 04/03/2016, 11:48 WIB
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono, seusai mengikuti rapat monorel, di Balai Kota, Kamis (9/7/2015).
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana menggandeng Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

Hal itu dilakukan jika Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tidak mengizinkan Djarot Saiful Hidayat menjadi calon wakil gubernur pendamping Ahok.

"Kalau Pak Djarot tidak mendapat izin dari PDI-P, dia mau mengusung (calon gubernur) sendiri. Kami mungkin (menggandeng) Pak Heru (sebagai cawagub)," kata Ahok, di Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (4/3/2016).

Ahok mengaku ingin membuktikan kepada warga Jakarta bahwa masih ada pegawai negeri sipil (PNS) yang jujur.

Sebab, kata dia, pandangan buruk warga tentang politisi sudah dipatahkan oleh Presiden Joko Widodo.

Ahok juga berharap partai politik dapat mencalonkan orang-orang baik pada Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019. Nantinya, kepercayaan warga akan muncul terhadap politisi, birokrat, dan parpol.

"Karena komponen penting negara bukan soal makanan dan wilayah, tetapi kepercayaan seseorang kepada pejabatnya," kata Ahok.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAna Shofiana Syatiri
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X