Kompas.com - 11/03/2016, 22:39 WIB
Suasana Jalan Joglo Raya, Kembangan, Jakarta Barat yang kerap dilanda kemacetan parah akibat terbengkalainya proyek pelebaran jalan. Jumat (12/2/2016). Akhdi martin pratamaSuasana Jalan Joglo Raya, Kembangan, Jakarta Barat yang kerap dilanda kemacetan parah akibat terbengkalainya proyek pelebaran jalan. Jumat (12/2/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses pelebaran Jalan Raya Joglo, Jakarta Barat yang tak kunjung usai, membuat kondisi area itu tampak semrawut.

Beberapa kendaraan milik warga terparkir di bahu-bahu jalan yang sedang dalam proses pelebaran. Sejumlah pedagang pun terlihat di sekitar jalan. Bukan cuma itu, tidak seluruh kondisi Jalan Raya Joglo mulus.

Lubang-lubang menganga terlihat di beberapa sisi jalan. Antrean mobil dan motor yang akan mengarah ke kawasan Pos Pengumben pun sangat terlihat di jalan tersebut pada sore hari. Namun, antrean itu tak menimbulkan macet berkepanjangan.

Ada pula sebuah eskavator di bahu jalan. Tetapi, alat berat itu tidak dioperasikan. Meski begitu, terlihat juga tanah di beberapa sisi jalan yang sudah dikeruk. Menurut salah satu warga Nanang (35), kerukan tanah itu, memang diperuntukkan bagi pelebaran di Jalan Raya Joglo.

"Udah lama nih enggak kelar-kelar, tapi sekarang sudah mulai kelihatan kok ada petugas-petugas yang mengerjakan pelebaran," ucap Nanang saat ditemui di Jalan Raya Joglo, Jakarta Barat, Jumat (11/3/2016).

Ia mengatakan, biasanya para petugas itu, mulai mengerjakan pelebaran jalan pada pagi hari. Selain Nanang, warga lainnya, Boim (45) pun menyatakan hal yang sama. Boim mengakui bahwa proses pelebaran jalan itu telah ada semenjak, ia belum membuka usaha tambal ban pada dua tahun lalu.

"Tapi, sekarang ini udah mulai digarap lagi proses pelebaran jalannya. Setahu saya, sekarang lagi proses pembayaran-pembayarannya," kata dia.

Dia pun berharap agar proses pelebaran Jalan Raya Joglo itu bisa selesai sesegera mungkin. (Baca: Pengendara: Jalan Raya Joglo Lancar 10 Menit, kalau Macet Jadi 1,5 Jam)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Depok Harus Lampirkan Bukti Otentik Sebelum Buat SIKM di Kelurahan, Ini Syaratnya

Warga Depok Harus Lampirkan Bukti Otentik Sebelum Buat SIKM di Kelurahan, Ini Syaratnya

Megapolitan
UPDATE 6 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 905, Pasien Meninggal 20 orang

UPDATE 6 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 905, Pasien Meninggal 20 orang

Megapolitan
Pemprov DKI: Pengusaha Wisata Ingin Tetap Buka Saat Libur Lebaran 2021

Pemprov DKI: Pengusaha Wisata Ingin Tetap Buka Saat Libur Lebaran 2021

Megapolitan
Larangan Mudik Lebaran Berlaku, Tiga Maskapai Masih Beroperasi dari Bandara Soekarno-Hatta

Larangan Mudik Lebaran Berlaku, Tiga Maskapai Masih Beroperasi dari Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Varian Virus Corona dari India Sudah Masuk Tangsel, Seperti Apa Bahayanya?

Varian Virus Corona dari India Sudah Masuk Tangsel, Seperti Apa Bahayanya?

Megapolitan
Bertemu Anies, AHY: Dulu Kami Berkompetisi, Sekarang Bersahabat

Bertemu Anies, AHY: Dulu Kami Berkompetisi, Sekarang Bersahabat

Megapolitan
Terminal Pulo Gebang Tak Batasi Keberangkatan Bus Berstiker Khusus Selama Periode Larangan Mudik

Terminal Pulo Gebang Tak Batasi Keberangkatan Bus Berstiker Khusus Selama Periode Larangan Mudik

Megapolitan
John Kei: Saya Minta Dibebaskan, Saya Tak Tahu Masalah Ini

John Kei: Saya Minta Dibebaskan, Saya Tak Tahu Masalah Ini

Megapolitan
Minta Warga Tak Mudik, Anies: Ini Untuk Melindungi Semua

Minta Warga Tak Mudik, Anies: Ini Untuk Melindungi Semua

Megapolitan
Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 1.070 Kendaraan di Tol Cikupa dan Cikarang Barat

Megapolitan
Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Jalan Pajajaran Pamulang

Megapolitan
Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Larangan Mudik Lebaran Hari Pertama, Operasional AKAP di Terminal Poris Plawad Dihentikan

Megapolitan
John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

John Kei: Saya Tandatangan BAP karena Anak Saya Ditendang, Ditahan 3 Hari

Megapolitan
Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

Megapolitan
Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Dishub DKI: Pergerakan Warga di Kawasan Jabodetabek Tak Perlu SIKM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X