Rangkaian Penyebab Banjir di Jakarta Menurut Ahok

Kompas.com - 12/03/2016, 21:23 WIB
Kampung Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan, terendam banjir, Selasa (8/3/2016). Sekitar 8 kelurahan di 5 kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur banjir pada Selasa pagi akibat luapan Sungai Ciliwung. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOKampung Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan, terendam banjir, Selasa (8/3/2016). Sekitar 8 kelurahan di 5 kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur banjir pada Selasa pagi akibat luapan Sungai Ciliwung.
|
EditorFarid Assifa
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai, penyempitan sungai menjadi faktor penyebab ibu kota masih mengalami alami banjir.

"Karena apa (banjir), karena aliran sungai yang (dulunya lebar) 20 meter sampai 60 meter, tinggal jadi 5 sampai 6 meter," kata Basuki seusai mengikuti acara di gedung Reformed Millenium Center Indonesia (RMCI), di Jalan Industri, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016) sore. 

Pria yang akrab disapa Ahok ini menyatakan akan tetap melakukan normalisasi bantaran sungai yang diduduki pemukiman. Akibat penyempitan, ketika volume air sungai meningkat saat hujan, air pun meluber.

"Ini ibarat gelas kamu ditumpahin air enggak cukup," ujar Ahok.

Selain itu, lanjut dia, faktor rob atau meningkatnya permukaan air laut juga menjadi penyebab banjir. Apalagi, kalau mesin pompa yang biasa diturunkan saat banjir mati.

Daerah banjir

Daerah banjir, sebut Ahok, saat ini ada di wilayah selatan dan timur Jakarta. Di selatan, misalnya, ada Bukit Duri dan Rawajati. Di Rawajati dilakukan pembongkaran jembatan agar air tak tertahan sampah yang tersangkut di kolong jembatan.

"Kemang, Mampang banjir enggak? (Masih) banjir kalau hujan besar. Karena memang aliran sungainya enggak cukup. Tapi saya bilang banjirnya dia enggak lebih dari sehari sudah berhenti. Karena cuma air numpang lewat," ujar dia.

Di Jakarta Timur, lanjut Ahok, ada Kampung Melayu dan Bidaracina. Namun, dia percaya jika proyek sodetan Ciliwung-KBT rampung, Kampung Melayu dan Bicaracina akan terhindar dari banjir.

"Kalau sodetan beres pasti bisa enggak banjir. Cipinang banjir enggak? Banjir kita akan bongkar," tegas Ahok.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPD APDI Jakarta Tak Akan Larang Pedagang Daging Sapi Berjualan

DPD APDI Jakarta Tak Akan Larang Pedagang Daging Sapi Berjualan

Megapolitan
70 Persen Pedagang Daging Sapi di Jakarta Disebut Masih Mogok Besok

70 Persen Pedagang Daging Sapi di Jakarta Disebut Masih Mogok Besok

Megapolitan
Sekda DKI Rangkap Jabatan, Wagub DKI Bilang Tentukan Pejabat Ada Mekanismenya

Sekda DKI Rangkap Jabatan, Wagub DKI Bilang Tentukan Pejabat Ada Mekanismenya

Megapolitan
Pemkot Bogor Masih Pertimbangkan Jenis Sanksi untuk RS Ummi

Pemkot Bogor Masih Pertimbangkan Jenis Sanksi untuk RS Ummi

Megapolitan
Tiga Rumah Hangus Terbakar di Kalibata

Tiga Rumah Hangus Terbakar di Kalibata

Megapolitan
Inspeksi ke Simpang Lima Senen, Anies Berfoto Bareng Ojol

Inspeksi ke Simpang Lima Senen, Anies Berfoto Bareng Ojol

Megapolitan
Bima Arya Bilang Belum Paham dengan Usulan Anies agar Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Bima Arya Bilang Belum Paham dengan Usulan Anies agar Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Jakarta Catat Pertambahan Tertinggi Covid-19, Hari Ini Tambah 3.792 Kasus

Jakarta Catat Pertambahan Tertinggi Covid-19, Hari Ini Tambah 3.792 Kasus

Megapolitan
DKI Siapkan Lahan Seluas 1,2 Hektar di Srengseng Sawah untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

DKI Siapkan Lahan Seluas 1,2 Hektar di Srengseng Sawah untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Kembali Berjualan Besok, Disperindag Tangsel Akan Pantau Pasar

Pedagang Daging Sapi Kembali Berjualan Besok, Disperindag Tangsel Akan Pantau Pasar

Megapolitan
Polisi Selidiki Adanya Korban Lain pada Kasus Pencurian Motor di Tegal Alur

Polisi Selidiki Adanya Korban Lain pada Kasus Pencurian Motor di Tegal Alur

Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangsel: Ruang ICU untuk Pasien Covid-19 Memang Terisi 100 Persen

Wakil Wali Kota Tangsel: Ruang ICU untuk Pasien Covid-19 Memang Terisi 100 Persen

Megapolitan
Buru Pasangan Berbuat Mesum di Halte Kramat Raya, Polisi Periksa CCTV

Buru Pasangan Berbuat Mesum di Halte Kramat Raya, Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Depok Catat Jumlah Pasien Covid-19 Terbanyak Selama Pandemi

Depok Catat Jumlah Pasien Covid-19 Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
Ombudsman: Ada Potensi Kenaikan Pelanggaran Prokes dengan Dihapusnya Denda Progresif

Ombudsman: Ada Potensi Kenaikan Pelanggaran Prokes dengan Dihapusnya Denda Progresif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X