Pesan Terakhir Pelaut Indonesia yang Disandera Kelompok Abu Sayyaf

Kompas.com - 29/03/2016, 13:56 WIB
Salah satu pelaut Indonesia yang disandera kelompok milisi Abu Sayyaf, Alvian Elvis Repi. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYASalah satu pelaut Indonesia yang disandera kelompok milisi Abu Sayyaf, Alvian Elvis Repi.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Youla Lasut tampak terisak. Dirinya tak kuasa menceritakan suaminya, Alvian Elvis Repi, salah satu pelaut Indonesia yang disandera oleh kelompok milisi Abu Sayyaf di perairan Tawi-Tawi, Filipina, pada Sabtu (26/3/2016).

Youla mengungkapkan, suaminya merupakan Mualim I di Kapal Tug Boat Brahma 12. Bersama sembilan WNI lainnya, Alvian dibajak dan kini disandera.

Sebelum peristiwa penyanderaan oleh kelompok milisi Abu Sayyaf, Youla mendapatkan pesan singkat dari Alvian pada Jumat (25/3/2016) pagi bahwa kapalnya sudah sampai di perairan Malaysia.

"Papa sudah masuk Malaysia, untuk sementara belum bisa telepon, dan sabar dulu nanti papa telepon," kata Youla menirukan pesan singkat dari sang suami saat ditemui di rumahnya, Jalan Swasembada Barat 17 Nomor 25, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (29/3/2016).

Setelah pesan singkat tersebut, Alvian tak kunjung memberi kabar. Hingga akhirnya pada hari Minggu (27/3/2016), Alvian memberi kabar bahwa kapalnya dibajak. Pria yang sudah tujuh tahun menjadi pelaut itu tak mengungkapkan siapa yang membajak kapalnya.

Alvin juga tak menjelaskan jumlah permintaan tebusan dari kelompok pembajak kepada perusahaannya, Patria Maritime Line. (Baca: Kapal Indonesia Diduga Disandera Kelompok Abu Sayyaf)

"Awalnya hari Minggu dia kabarin, katanya kapal sedang dibajak, tapi mama jangan panik, kondisi lagi aman. Tolong cepat telepon ke perusahaan agar tebusannya segera dibayar," kata Youla.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso sebelumnya menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi secara intens dengan pihak otoritas Filipina terkait pembajakan sebuah kapal pandu penarik ponton bermuatan batubara dari Indonesia di sekitar perairan Filipina.

Seperti dikutip Kompas, sebanyak 10 awak kapal pandu Brahma 12 beserta muatan batubara milik perusahaan tambang dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, disandera kelompok teroris Filipina Abu Sayyaf sejak Sabtu (26/3/2016).



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Babak Baru Pemecatan Viani Limardi, Akan Gugat PSI Rp 1 Triliun

Babak Baru Pemecatan Viani Limardi, Akan Gugat PSI Rp 1 Triliun

Megapolitan
Fakta Pembunuhan Paranormal di Tangerang: Berawal Selingkuh hingga Sewa Pembunuh Bayaran

Fakta Pembunuhan Paranormal di Tangerang: Berawal Selingkuh hingga Sewa Pembunuh Bayaran

Megapolitan
Misteri Kematian Pemuda di Teluknaga, Berawal Dendam Pelaku hingga Pengeroyokan

Misteri Kematian Pemuda di Teluknaga, Berawal Dendam Pelaku hingga Pengeroyokan

Megapolitan
Pemkot Depok Kebut Normalisasi Situ Jatijajar, Bojongsari, dan Pengarengan Jelang Musim Hujan

Pemkot Depok Kebut Normalisasi Situ Jatijajar, Bojongsari, dan Pengarengan Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Hampir Semua PAUD di Depok Diklaim Siap Sekolah Tatap Muka

Hampir Semua PAUD di Depok Diklaim Siap Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Sebagian Jakarta dan Bodebek Kemungkinan Hujan Jelang Sore

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Sebagian Jakarta dan Bodebek Kemungkinan Hujan Jelang Sore

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Tuntut PSI Rp 1 Triliun | Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO

[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Tuntut PSI Rp 1 Triliun | Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO

Megapolitan
Tak Ditilang, Perempuan di Tangerang Diminta Nomor Telepon Lalu Terus Dihubungi Polisi

Tak Ditilang, Perempuan di Tangerang Diminta Nomor Telepon Lalu Terus Dihubungi Polisi

Megapolitan
UPDATE: Tambah 73 Kasus di Depok, 2 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 73 Kasus di Depok, 2 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
UPDATE: Tambah 8 Kasus di Kota Tangerang, 94 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 8 Kasus di Kota Tangerang, 94 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hippindo: Kalau Sertifikasi CHSE Gratis Tanpa biaya, Kami Tak Masalah

Hippindo: Kalau Sertifikasi CHSE Gratis Tanpa biaya, Kami Tak Masalah

Megapolitan
Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi Mulanya Tak Tahu Barang yang Diambilnya Babi

Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi Mulanya Tak Tahu Barang yang Diambilnya Babi

Megapolitan
ART di Kebon Jeruk Curi Brankas Majikannya Saat Ditinggal ke Luar Negeri

ART di Kebon Jeruk Curi Brankas Majikannya Saat Ditinggal ke Luar Negeri

Megapolitan
UPDATE 28 September: Tambah 15 Kasus Covid-19 dan 10 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 28 September: Tambah 15 Kasus Covid-19 dan 10 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Pengakuan Pencuri Motor di Bekasi: Gaji Rp 2 Juta Kurang buat Kebutuhan Sehari-hari

Pengakuan Pencuri Motor di Bekasi: Gaji Rp 2 Juta Kurang buat Kebutuhan Sehari-hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.