Kompas.com - 13/04/2016, 20:40 WIB
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Nada suara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terdengar meninggi ketika menjelaskan protes yang pernah dia sampaikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan hasil audit BPK terkait pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

"Saya kirim surat. Ada balasan, 'Baik, saya akan tanggapi dan akan manggil Bapak'," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (13/4/2016), menirukan balasan BPK kepadanya. 

(Baca: Ahok: Saya Doakan Pimpinan BPK Panjang Umur, Bisa Lihat Saya Jadi Presiden)

Surat protes akan hasil audit BPK tersebut dikirimkan Ahok kepada BPK pada 3 Agustus 2015.

Dalam surat itu, Ahok mengaku sudah dengan tegas mempertanyakan hasil audit BPK Provinsi DKI Jakarta tersebut. 

"Kamu baca enggak? Ayat ini, ayat ini, lengkap ini. Saya tulis begitu lengkap. Saya tanda-tangan ini. Keberatan atas substansi dan temuan pembelian lahan Sumber Waras sebagaimana yang terlampir. Aku kasih loh," kata Ahok sembari menunjukkan surat.

(Baca: BPK: Data Kami Kan Data dari Pemprov DKI)

Ia mengatakan, surat protes itu kemudian dibalas BPK pada 18 Agustus 2015. Dalam surat balasan itu, kata dia, BPK berjanji akan segera memanggil Ahok terkait protes tersebut.

"Dia bilang apa tahu enggak? Disampaikan dengan hormat bahwa inspektur utama bahwa selaku panitera majelis kehormatan kode etik BPK RI telah menerima surat nomor perihal laporan atas hasil pemeriksaan BPK perwakilan DKI."

"Dia ngaku sudah terima ya. Surat pengaduan tersebut telah dicatat dan telah diregistrasi untuk kepentingan sidang MKKE (Majelis Kehormatan Kode Etik), pelapor akan dipanggil untuk dimintai keterangan," ucap Ahok.

Namun, hingga kini, Ahok mengaku belum dipanggil BPK untuk mengklarifikasi protesnya akan hasil audit BPK terkait pembelian lahan RS Sumber Waras itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Jalan di Jakarta Macet Imbas Banjir, Pengendara Motor: 30 Menit Enggak Gerak

Sejumlah Jalan di Jakarta Macet Imbas Banjir, Pengendara Motor: 30 Menit Enggak Gerak

Megapolitan
Penumpang Harus Punya Saldo Kartu Elektronik Minimal Rp 5.000 untuk Naik Transjakarta

Penumpang Harus Punya Saldo Kartu Elektronik Minimal Rp 5.000 untuk Naik Transjakarta

Megapolitan
Kolong Tol Meruya Sempat Tergenang Air 10 Cm, Sudin SDA: Genangan Tak sampai 15 Menit

Kolong Tol Meruya Sempat Tergenang Air 10 Cm, Sudin SDA: Genangan Tak sampai 15 Menit

Megapolitan
Pelabuhan Muara Angke Dulu Becek dan Bau, Penumpang: Sekarang Jauh Lebih Baik

Pelabuhan Muara Angke Dulu Becek dan Bau, Penumpang: Sekarang Jauh Lebih Baik

Megapolitan
Jalan DI Panjaitan Cawang Terendam Banjir, Ketinggian Sempat Capai 40 Cm

Jalan DI Panjaitan Cawang Terendam Banjir, Ketinggian Sempat Capai 40 Cm

Megapolitan
Tol BSD Ditutup Imbas Terendam Banjir hingga 70 Cm, Pengemudi Diminta Putar Balik

Tol BSD Ditutup Imbas Terendam Banjir hingga 70 Cm, Pengemudi Diminta Putar Balik

Megapolitan
Dinas Kesehatan: 594 Bayi di Tangsel Sudah Diberikan Vaksin PCV Gratis

Dinas Kesehatan: 594 Bayi di Tangsel Sudah Diberikan Vaksin PCV Gratis

Megapolitan
Naik Turun Bus Transjakarta Wajib 'Tap In-Tap Out' agar Kartu Tak Terblokir

Naik Turun Bus Transjakarta Wajib "Tap In-Tap Out" agar Kartu Tak Terblokir

Megapolitan
Tol BSD Tangsel Terendam Banjir, Pengemudi Diminta Gunakan Jalur Alternatif

Tol BSD Tangsel Terendam Banjir, Pengemudi Diminta Gunakan Jalur Alternatif

Megapolitan
Jalan Sultan Ageng Tirtayasa 1 Kunciran Terendam Banjir, Ketinggian Air sampai 60 Cm

Jalan Sultan Ageng Tirtayasa 1 Kunciran Terendam Banjir, Ketinggian Air sampai 60 Cm

Megapolitan
Polda Metro: Kasus Konten Prank Baim Wong Bisa di-Restorative Justice

Polda Metro: Kasus Konten Prank Baim Wong Bisa di-Restorative Justice

Megapolitan
Jalan Puri Mutiara Raya Cipete Terendam Banjir, Sejumlah Motor Mogok

Jalan Puri Mutiara Raya Cipete Terendam Banjir, Sejumlah Motor Mogok

Megapolitan
Harga Elpiji 3 Kg di Depok Naik, Pedagang: Banyak Pembeli yang Kaget

Harga Elpiji 3 Kg di Depok Naik, Pedagang: Banyak Pembeli yang Kaget

Megapolitan
Berpapasan dengan Polisi, Sekelompok Pemuda Langsung Ngebut lalu Tiarap di Semak-semak Kuburan

Berpapasan dengan Polisi, Sekelompok Pemuda Langsung Ngebut lalu Tiarap di Semak-semak Kuburan

Megapolitan
Penumpukan Penumpang di Sejumlah Halte Transjakarta, JakLingko Pastikan Mesin 'Tap In-Tap Out' Tidak Rusak

Penumpukan Penumpang di Sejumlah Halte Transjakarta, JakLingko Pastikan Mesin "Tap In-Tap Out" Tidak Rusak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.