Terkait RS Sumber Waras, DPR Akan Panggil Mantan Pimpinan KPK

Kompas.com - 19/04/2016, 18:23 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa di Ruang Rapat Komisi III DPR, Jakarta, Kamis (17/12/2015). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINWakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa di Ruang Rapat Komisi III DPR, Jakarta, Kamis (17/12/2015).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi III DPR RI akan segera memanggil mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurrahman Ruki dan Zulkarnaen terkait pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemprov DKI.

Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa mengatakan, pemanggilan tersebut untuk meminta keterangan kepada Ruki dan Zulkarnaen terkait laporan penyerahan hasil audit yang pernah diberikan BPK saat Ruki menjabat sebagai pimpinan KPK.

"Kami akan panggil mantan pimpinan KPK karena pada saat penyerahan dokumen audit oleh BPK diserahkan dan diterima oleh mereka," kata Desmond di Gedung BPK, Selasa (19/4/2016).

Namun Desmond belum bisa memastikan kapan DPR akan memanggil mantan Pimpinan KPK tersebut. Ditemui di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman memastikan bahwa audit yang dilakukan oleh BPK merupakan permintaan dari KPK.


"Audit ini dijalankan atas inisiatif dari KPK dan bukan atas pesanan," kata Benny.

Benny juga meyakini hasil audit dari BPK dapat dipertanggungjawabkan.

"Jelas saya percaya, BPK saru satunya di republik ini yang mengaudit keuangan negara. Kalo tidak percaya, artinya kita tidak percaya semuanya," kata Benny.

Benny juga meminta agar diberikan ruang bagi KPK untuk menyelesaikan kasus tersebut tanpa campur tangan pihak manapun. (Baca: Fadli Zon Dorong Dibentuk Pansus Sumber Waras)

Kedatangan Komisi III DPR RI untuk mengadakan rapat konsultasi dengan Pimpinan BPK terkait pembelian lahan RS Sumber Waras yang terindikasi merugikan negara sebesar Rp 191 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Megapolitan
Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X