Kompas.com - 25/04/2016, 15:14 WIB
Ahmad Dhani (kiri) dan Yusril Ihza Mahendra (kanan) di rumah Dhani, Jalan Pinang Emas III, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2016). Keduanya berniat maju dalam Pilkada DKI 2017 nanti. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAAhmad Dhani (kiri) dan Yusril Ihza Mahendra (kanan) di rumah Dhani, Jalan Pinang Emas III, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2016). Keduanya berniat maju dalam Pilkada DKI 2017 nanti.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Populi Center merilis survei bahwa popularitas musisi yang juga bakal calon gubernur DKI, Ahmad Dhani, menempel ketat calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Peneliti Populi Center, Nona Evita, mengatakan, hasil dari survei yang dilakukan pada April 2016 menunjukkan, popularitas Ahok tetap paling atas dibanding calon lainnya.

"Pada bulan April, (hasil) survei popularitas Ahok 98,5 persen, menurun dari Februari dengan 99,2 persen. Pada posisi selanjutnya ada Ahmad Dhani dengan popularitas sebesar 96 persen," kata Nona di Kantor Populi Center, Jalan Letjen S Parman, Jakarta Barat, Senin (25/4/2016).

Popularitas Dhani meningkat dibanding hasil survei pada Februari, yang mendapatkan 93,5 persen. Di posisi selanjutnya ada politisi Partai Demokrat, Dede Yusuf, dengan persentase 88,5 persen.

Posisi selanjutnya ditempati oleh Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra dengan 83,5 persen. Angka ini meningkat dari hasil survei pada Februari lalu yang sebesar 78 persen.

Tempat selanjutnya diisi oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung yang memperoleh popularitas sebesar 68,5 persen. Selanjutnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dengan 68,2 persen responden.

Sementara itu, Sandiaga Uno dan Adhyaksa Dault masing-masing memperoleh persentase sebesar 44,5 persen dan 58 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nama lainnya yang dikenal oleh responden adalah Ganjar Pranowo, Heru Budi Hartono, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Chandra Hamzah," kata Nona.

Survei ini melibatkan 400 responden di enam wilayah DKI Jakarta, yakni Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu.

Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka pada 15-21 April 2016. Survei diikuti oleh 400 responden yang dipilih secara acak bertingkat atau multistage random sampling, dengan margin of error lebih kurang 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Kompas TV Survei: Elektabilitas Ahok Masih Teratas
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengemudi Ojol Ditemukan Tewas dengan Kondisi Dada Sobek di Kemayoran

Pengemudi Ojol Ditemukan Tewas dengan Kondisi Dada Sobek di Kemayoran

Megapolitan
Cerita Penyintas Ledakan Bom Kampung Melayu, Ikut Jadi Korban Saat Tolong Polisi

Cerita Penyintas Ledakan Bom Kampung Melayu, Ikut Jadi Korban Saat Tolong Polisi

Megapolitan
Dirut Transjakarta 2 Kali Bungkam soal Video Direksi Tonton Tari Perut

Dirut Transjakarta 2 Kali Bungkam soal Video Direksi Tonton Tari Perut

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berencana Buka Tempat Wisata Saat Nataru, asal...

Pemkot Tangsel Berencana Buka Tempat Wisata Saat Nataru, asal...

Megapolitan
Tahun Depan, Sumur Resapan di Jakarta Barat Akan Diperdalam dan Dipersempit

Tahun Depan, Sumur Resapan di Jakarta Barat Akan Diperdalam dan Dipersempit

Megapolitan
1 Pelajar Meninggal Dunia Setelah Terluka Dalam Tawuran di Serpong

1 Pelajar Meninggal Dunia Setelah Terluka Dalam Tawuran di Serpong

Megapolitan
Cerita Kakek Selamat dari Kebakaran Tambora: Dengar Suara Kobaran Api dalam Lelap

Cerita Kakek Selamat dari Kebakaran Tambora: Dengar Suara Kobaran Api dalam Lelap

Megapolitan
Warga Pasar Kemis Tertipu Setelah Diimingi Minyak Goreng Murah, Rugi Rp 631 Juta

Warga Pasar Kemis Tertipu Setelah Diimingi Minyak Goreng Murah, Rugi Rp 631 Juta

Megapolitan
Saat Mobil Milik Ketua DPP PSI Terperosok Sumur Resapan yang Ambles dan Sopir Dituding Sengaja Bolak-balik

Saat Mobil Milik Ketua DPP PSI Terperosok Sumur Resapan yang Ambles dan Sopir Dituding Sengaja Bolak-balik

Megapolitan
Uang Sumbangan Masjid di Pasar Rebo Digasak Maling untuk Ketiga Kali

Uang Sumbangan Masjid di Pasar Rebo Digasak Maling untuk Ketiga Kali

Megapolitan
UNJ Buat Peraturan Pencegahan Kekerasan Seksual Setelah Ada Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen

UNJ Buat Peraturan Pencegahan Kekerasan Seksual Setelah Ada Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen

Megapolitan
Ketua PSI Bantah Mobilnya Sengaja Bolak-Balik sebelum Terperosok di Sumur Resapan

Ketua PSI Bantah Mobilnya Sengaja Bolak-Balik sebelum Terperosok di Sumur Resapan

Megapolitan
Lima Jenazah Korban Kebakaran Tambora Akan Disemayamkan di Jelambar

Lima Jenazah Korban Kebakaran Tambora Akan Disemayamkan di Jelambar

Megapolitan
Sumur Resapan, Proyek “Kejar Tayang” Anies yang Ancam Keselamatan Warga

Sumur Resapan, Proyek “Kejar Tayang” Anies yang Ancam Keselamatan Warga

Megapolitan
Puluhan Warga Gembor, Kota Tangerang, Jadi Korban Penipuan, Kerugian Capai Rp 60 Miliar

Puluhan Warga Gembor, Kota Tangerang, Jadi Korban Penipuan, Kerugian Capai Rp 60 Miliar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.