Kompas.com - 28/05/2016, 07:51 WIB
Sampah menumpuk di pintu masuk terowongan Sungai Buaran yang berada di bawah Kalimalang, Jakarta Timur, seperti terlihat, Rabu (18/5/2016). Masih banyaknya sampah dan limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai memicu kerusakan lingkungan dan banjir. KOMPAS/HARRY SUSILOSampah menumpuk di pintu masuk terowongan Sungai Buaran yang berada di bawah Kalimalang, Jakarta Timur, seperti terlihat, Rabu (18/5/2016). Masih banyaknya sampah dan limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai memicu kerusakan lingkungan dan banjir.
EditorTri Wahono

Penelitian evolusi lahan di DKI Jakarta oleh Pieter J Kunu dan H Lelolterry, dosen pertanian Universitas Pattimura, Ambon, menunjukkan, perubahan fungsi lahan di Ibu Kota terjadi secara luas dan masif.

Hasil penelitian yang dimuat dalam Jurnal Agroforestri Volume V Nomor 3 September 2010, antara lain, menyebutkan, tahun 1950, areal pertanian dan kebun 53.796 hektar atau 81 persen dari luas Jakarta. Berselang 20 tahun kemudian, area pertanian dan kebun berkurang, terdesak permukiman, hingga tinggal 19.042 hektar atau 28 persen luas Jakarta. Pada 2008 tersisa 4.934 hektar pertanian dan kebun atau 7 persen luas Jakarta.

Hingga 2013, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, areal sawah di Jakarta tinggal 895 hektar. Ruang terbuka hijau tersisa sekitar 15 persen. Sebagian besar areal Jakarta dipadati hunian, perkantoran, dan industri.

Kedap air

Pembangunan kota, menurut Kunu dan Lelolterry, membuat 85 persen lahan di Jakarta kedap air. Air permukaan tak lagi dapat diserap tanah dan akibatnya terjadi banjir. Jalan keluarnya ialah menambah badan air buatan untuk menampung air permukaan.

Kepala Balai Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Teuku Iskandar mengungkapkan, Kanal Timur adalah upaya teknologi mengatasi banjir, memberikan ruang bagi air di timur dan utara Jakarta. Kanal itu memotong Kali Cakung, Buaran, Jati Kramat, Sunter, dan Cipinang.

Sejak terpotong kanal, aliran air kelima sungai yang datang dari hulu kini bermuara di Kanal Timur. Sementara alur kelima sungai setelah terpotong kanal digunakan sebagai drainase pembuangan dari saluran-saluran permukiman dan industri.

"Sejak ada Kanal Timur, ada banyak permukiman terselamatkan dari banjir. Tak sedikit yang merangkak naik harga tanahnya," kata Iskandar.

Alur terpotong

Kanal Timur juga mengubah bentuk Kali Cakung, Buaran, dan Jati Kramat. Berdasarkan penelusuran Kompas, alur Kali Jati Kramat tidak tampak lagi setelah terpotong Kanal Timur.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Kembali Perpanjangan PPKM hingga 31 Mei

Anies Kembali Perpanjangan PPKM hingga 31 Mei

Megapolitan
Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Megapolitan
Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Megapolitan
Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Megapolitan
Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Megapolitan
Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Megapolitan
Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Megapolitan
5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

Megapolitan
Banjir di 6 RT di Pondok Pinang Sudah Surut Senin Sore

Banjir di 6 RT di Pondok Pinang Sudah Surut Senin Sore

Megapolitan
Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut Penjara Selama 2 Tahun

Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut Penjara Selama 2 Tahun

Megapolitan
10.000 Rapid Test Antigen Gratis Disiapkan Dinkes Kota Tangerang untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

10.000 Rapid Test Antigen Gratis Disiapkan Dinkes Kota Tangerang untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

Megapolitan
Dinkes DKI Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca Selain Batch CTMAV547

Dinkes DKI Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca Selain Batch CTMAV547

Megapolitan
UPDATE 17 Mei: 21 Kasus Covid-19 Baru di Tangsel, 1 Pasien Meninggal

UPDATE 17 Mei: 21 Kasus Covid-19 Baru di Tangsel, 1 Pasien Meninggal

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi Sediakan 3.400 Tes Antigen Gratis di Sejumlah Titik di Kota Tangerang

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi Sediakan 3.400 Tes Antigen Gratis di Sejumlah Titik di Kota Tangerang

Megapolitan
Penumpang yang Tiba di Terminal Kalideres Dites Cepat Antigen Covid-19, Dua Positif

Penumpang yang Tiba di Terminal Kalideres Dites Cepat Antigen Covid-19, Dua Positif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X