Kompas.com - 01/06/2016, 09:36 WIB
Empat pendiri Teman AhokSinggih Widiyastomo (22), Aditya Yogi Prabowo (24), Muhammad Fathony (24), dan Richard Handris Purwasaputi, Aditya Yogi Prabowo, Singgih Widiyastomo dan Muhammad Fathony dalam acara Teman Ahok Fair di Gudang Sarinah, Pancoran, Minggu (29/5/2016). Jessi Carina Empat pendiri Teman AhokSinggih Widiyastomo (22), Aditya Yogi Prabowo (24), Muhammad Fathony (24), dan Richard Handris Purwasaputi, Aditya Yogi Prabowo, Singgih Widiyastomo dan Muhammad Fathony dalam acara Teman Ahok Fair di Gudang Sarinah, Pancoran, Minggu (29/5/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Akhir pekan ini, dua pendiri Teman Ahok yaitu Amalia Ayuningtyas dan Richard akan berangkat ke Singapura. Mereka diundang oleh warga Jakarta yang berada di sana.

Amalia mengatakan kedatangan mereka di sana adalah untuk sharing pengalaman Teman Ahok serta mengumpulkan KTP. Mereka akan berbicara dalam sebuah acara berjudul "Menuju Indonesia Lebih Baik, Festival Makanan Indonesia" yang digelar pada Sabtu (4/6/2016) pukul 17.00-20.00 waktu setempat. Tepatnya di 50 MacPherson Road, Amazana Building.

"Jadi memang akan ada acara di Singapura tetapi itu murni inisiatif teman-teman TA (Teman Ahok) di Singapura yang mau mengundang TA pusat untuk sharing," ujar Amalia kepada Kompas.com, Rabu (1/6/2016).

Amalia mengatakan warga Jakarta yang berada di luar negeri memang banyak yang membangun posko. Posko tersebut dibuat berdasarkan inisiatif warga Jakarta di luar negeri. Selain di Singapura, posko tersebut juga ada di Australia, Hongkong, dan Berlin. Amalia mengatakan di posko tersebut juga ada kegiatan pengumpulan data KTP.

"Mereka ikut mengumpulkan KTP teman-teman Jakarta di sana karena kalau kirim sendiri-sendiri kan mahal banget," ujar Amalia.

Selain dukungan dalam bentuk pengumpulan data KTP, Teman Ahok yang berada di luar negeri juga sering membantu dengan cara membeli marchandise. (Baca: "Teman Ahok" Gelar Acara di Singapura)

Selain itu, kata Amalia, mereka juga sering berkumpul untuk sekadar sharing mengenai pergerakan Teman Ahok di Jakarta. Sabtu nanti, menjadi kesempatan bagi warga Jakarta di Singapura untuk sharing langsung dengan pendiri Teman Ahok.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini, jumlah KTP dukungan untuk Ahok-Heru yang telah dikumpulkan Teman Ahok sudah mencapai 900.282. Teman Ahok butuh kurang dari 100.000 KTP dukungan lagi untuk mencapai target 1 juta pengumpulan data KTP.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perum PPD Gratiskan Layanan Bus Bogor-Jakarta Selama Sebulan

Perum PPD Gratiskan Layanan Bus Bogor-Jakarta Selama Sebulan

Megapolitan
Sopir Truk Korban Pungli Mengeluh: Anak Mau Jajan Dibentak, padahal Uang Disebar di Pelabuhan

Sopir Truk Korban Pungli Mengeluh: Anak Mau Jajan Dibentak, padahal Uang Disebar di Pelabuhan

Megapolitan
Mirisnya Hidup Sopir Truk di Tanjung Priok, Dipalak Preman hingga Petugas Pelabuhan

Mirisnya Hidup Sopir Truk di Tanjung Priok, Dipalak Preman hingga Petugas Pelabuhan

Megapolitan
19 Warga Gandasari Tangerang Sembuh dari Covid-19, 34 Orang Masih Dirawat

19 Warga Gandasari Tangerang Sembuh dari Covid-19, 34 Orang Masih Dirawat

Megapolitan
Komplotan Maling Bobol Rumah di Makasar Jaktim, Mengaku Petugas Kelurahan

Komplotan Maling Bobol Rumah di Makasar Jaktim, Mengaku Petugas Kelurahan

Megapolitan
Terduga Teroris yang Ditangkap di Bogor Sehari-hari Disebut Berjualan Bahan Kimia

Terduga Teroris yang Ditangkap di Bogor Sehari-hari Disebut Berjualan Bahan Kimia

Megapolitan
Sebagian Wilayah Kota Bekasi Banjir Usai Hujan Deras, Taman Narogong Paling Parah

Sebagian Wilayah Kota Bekasi Banjir Usai Hujan Deras, Taman Narogong Paling Parah

Megapolitan
Soal Kelanjutan Belajar di Sekolah, Pemkot Tangerang Fokus Tangani Lonjakan Kasus Covid-19 Dulu

Soal Kelanjutan Belajar di Sekolah, Pemkot Tangerang Fokus Tangani Lonjakan Kasus Covid-19 Dulu

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Wali Kota Tangerang Batasi Aktivitas Ekonomi Warga

Kasus Covid-19 Melonjak, Wali Kota Tangerang Batasi Aktivitas Ekonomi Warga

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Tambah Tempat Pusat Isolasi

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Tambah Tempat Pusat Isolasi

Megapolitan
Update 15 Juni: 383 Pasien Covid-19 Masih Dirawat dan Diisolasi di Tangsel

Update 15 Juni: 383 Pasien Covid-19 Masih Dirawat dan Diisolasi di Tangsel

Megapolitan
Operasional RSU Serpong Utara Terhambat Anggaran, Pemkot Tangsel Ajukan Dana Bantuan

Operasional RSU Serpong Utara Terhambat Anggaran, Pemkot Tangsel Ajukan Dana Bantuan

Megapolitan
Tak Ada Palang di Rel Kereta, Mobil Tabrak KRL di Duri Kosambi

Tak Ada Palang di Rel Kereta, Mobil Tabrak KRL di Duri Kosambi

Megapolitan
Kejar Target Herd Immunity dari Jokowi, Pemprov DKI Harus Permudah Vaksinasi

Kejar Target Herd Immunity dari Jokowi, Pemprov DKI Harus Permudah Vaksinasi

Megapolitan
Kasus Covid-19 Tinggi, Wagub DKI: Uji Coba Belajar Tatap Muka Tetap Jalan

Kasus Covid-19 Tinggi, Wagub DKI: Uji Coba Belajar Tatap Muka Tetap Jalan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X