Golkar: Tak Ada Mahar Politik Dukung Ahok

Kompas.com - 25/06/2016, 14:56 WIB
Dukungan Partai Golkar kepada Basuki atau Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017 Kompas.com/Kurnia Sari AzizaDukungan Partai Golkar kepada Basuki atau Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Golkar Agun Gunanjar menegaskan pihaknya tidak meminta mahar politik terkait dukungan terhadap petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Ya jelas tidak ada. Kalau ada informasi tentang terjadinya mahar politik coba laporkan, kami akan tindak tegas itu. Tidak ada itu pembicara seperti itu, tidak ada, tidak ada mahar politik," kata Agun, usai talkshow radio dengan topik "Ahok Galau, Teman Risau" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/6/2016).

Bahkan, Agun menyatakan Golkar juga tidak meminta mahar dalam birokrasi. Menurut dia, Golkar mendukung Ahok bukan sekadar untuk memenangkan pilkada, tetapi akan konsisten setelah Ahok terpilih akan berada pada garis pendukung mengawal jalannya roda pemerintahan.

"Karena garis kebijakan partai pada saat Munas itu berubah. Kita tidak lagi pada posisi seperti dulu, kita berada pada posisi partai pendukung pemerintah."

"Sehingga secara hirarki, mulai dari pusat sampaikan daerah, itu terus berjalan. Sehingga fenomena yang ada di Jakarta kemarin itu terjadi seperti itu," ujar Agun.

Golkar juga dipastikan tidak mengintervensi Ahok, apakah akan maju lewat perseorangan atau partai politik. Mereka menyerahkan pertimbangannya kepada Ahok sendiri.

"Dengan situasi politik seperti saat ini dan fakta Teman Ahok sekarang ini lebih baik dari independen atau partai, kalau menurut saya kita serahkan sepenuhnya kepada Pak Ahok," ujar Agun.

"Kita tidak boleh mengintervensi lebih dulu karena beliau yang akan banyak punya pertimbangan dan gagasan di mana dia juga menjadi seorang aktor yang juga harus menjalin komunikasi dengan semuanya," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituntut Tiga Tahun, Lucinta Luna Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Dituntut Tiga Tahun, Lucinta Luna Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Megapolitan
Ambulans bagi Pasien Covid-19 Gratis, Begini Prosedurnya

Ambulans bagi Pasien Covid-19 Gratis, Begini Prosedurnya

Megapolitan
PSMBK Kota Bogor, Zona Merah, dan Angka Kematian yang Meningkat

PSMBK Kota Bogor, Zona Merah, dan Angka Kematian yang Meningkat

Megapolitan
Anies Klaim Sudah Sediakan 100 Rumah Sakit Rujukan bagi Pasien Covid-19

Anies Klaim Sudah Sediakan 100 Rumah Sakit Rujukan bagi Pasien Covid-19

Megapolitan
5 dari 20 Daerah dengan Kasus Kematian Covid-19 Lebih dari 100 Ada di Jakarta

5 dari 20 Daerah dengan Kasus Kematian Covid-19 Lebih dari 100 Ada di Jakarta

Megapolitan
Anies: Isolasi Mandiri Bisa Dilakukan Sendiri atau Lewat Fasilitas Pemerintah

Anies: Isolasi Mandiri Bisa Dilakukan Sendiri atau Lewat Fasilitas Pemerintah

Megapolitan
Polisi Cekal dan Blokir KTP Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Tangerang

Polisi Cekal dan Blokir KTP Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

Megapolitan
Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Megapolitan
Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar 'Rahasia Dapur'

Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar "Rahasia Dapur"

Megapolitan
Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Megapolitan
89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

Megapolitan
Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

Megapolitan
Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X