Kompas.com - 19/07/2016, 20:34 WIB
Pendiri Teman Ahok melakukan konferensi pers terkait rekapitulasi manual pengumpulan KTP di markas Teman Ahok, Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (29/6/2016). Nursita SariPendiri Teman Ahok melakukan konferensi pers terkait rekapitulasi manual pengumpulan KTP di markas Teman Ahok, Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (29/6/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara "Teman Ahok", Singgih Widyastomo, mengatakan, Teman Ahok masih tetap menginginkan I Gusti Putu Artha tetap berada di relawan pendukung Ahok.

Pernyataan Teman Ahok tersebut untuk menanggapi pembicaraan yang tersebar di media sosial di mana Putu menyebut dirinya berniat untuk keluar dari jaringan pendukung Ahok.

Singgih mengatakan, Putu sangat diperlukan, khususnya terkait pengalamannya menjadi Komisioner Pemilihan Umum (KPU).

"Kami masih butuh Pak Putu karena beliau paham regulasi pemilihan. Kami juga belum ketemu beliau dan masih via phone saja (untuk menanyakan hal itu)," ujar Singgih saat dihubungi Kompas.com, Selasa (19/7/2016).

Di samping pernyataan Putu itu, percakapan lain yang tersebar yaitu Putu menyebut Ahok sedang mempersiapkan soft landing. Singgih mengaku tidak mengetahui arti kata itu. Namun, apa pun artinya, itu merupakan pendapat Putu secara personal dan bukan mewakili relawan pendukung Ahok.

"Saya enggak ngerti bahasa-bahasa soft landing, masih anak-anak, enggak paham bahasa itu. Tapi kami udah minta tanggapan Pak Putu, dia bilang, 'Saya juga enggak tahu bakal sebesar ini', tapi itu pendapat pribadinya," ujar Singgih.

Sebelumnya, sejumlah percakapan tersebar di media sosial di mana Putu berniat untuk keluar dari jaringan relawan pendukung Ahok. Percakapan lainnya terkait pernyataan Putu yang menyebut Ahok tengah mempersiapkan soft landing. (Baca: "Teman Ahok": Jalur Independen atau Parpol Sama Saja, Tujuan Awal Kami Jadikan Ahok Gubernur)

Putu menyebut pernyataan soft landing itu, menurut dia, Ahok akan mengajak "Teman Ahok" untuk berdialog agar Teman Ahok tidak kecewa jika Ahok memilih partai politik sebagai kendaraannya untuk maju pada Pilkada DKI 2017. Begitu juga agar pendukung Ahok lainnya tidak "blunder" soal tujuan Ahok memilih parpol.

Menurut Putu, tersebarnya percakapan itu melampaui standar moral yang dia pegang. Itulah alasan dia berniat untuk keluar dari jaringan pendukung Ahok. Namun, Putu menyebut dirinya telah mengurungkan niat itu karena bujukan dari relawan Ahok. (Baca: Beredar Pembicaraan I Gusti Putu Artha Berniat Keluar dari "Teman Ahok")

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Megapolitan
Pemkot Tangsel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut

Pemkot Tangsel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut

Megapolitan
Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Megapolitan
Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Megapolitan
Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Megapolitan
Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Megapolitan
Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Megapolitan
Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Megapolitan
Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Megapolitan
Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Megapolitan
Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Megapolitan
Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.