Kompas.com - 27/07/2016, 10:11 WIB
Petugas kepolisian saat menegur pengendara mobil yang berpelat nomor genap di lampu merah Bundaran Senayan pada Senin (27/6/2016). Hari ini merupakan masa uji coba penerapan ganjil genap disejumpah ruas jalan di Jakarta. Akhdi martin pratamaPetugas kepolisian saat menegur pengendara mobil yang berpelat nomor genap di lampu merah Bundaran Senayan pada Senin (27/6/2016). Hari ini merupakan masa uji coba penerapan ganjil genap disejumpah ruas jalan di Jakarta.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pengendara yang kedapatan melanggar kebijakan pelat ganjil genap di Jalan Gatot Subroto tahu mengenai adanya mengenai kebijakan ini. Namun, sebagian besar tak tahu kalau hari ini kebijakan itu mulai berlaku.

Hal itu terlihat saat petugas melakukan sosialisasi dalam uji coba pelat ganjil genap di Jalan Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Saya tahu Pak, tapi enggak tahu kapan berlakunya," kata salah satu pengendara ke petugas di Jalan Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (27/7/2016).

Petugas kemudian menjelaskan kebijakan itu berlaku mulai hari ini, dari hari Senin sampai Jumat. Untuk pagi hari mulai pukul 07.00-10.00, sorenya pukul 16.00-20.00. Petugas-petugas berpesan agar menyesuaikan pelat kendaraan dan tanggal.

"Mohon perhatiannya, jadi Bapak hanya bisa lewat di tanggal genap," ujar petugas ke pengendara berpelat genap tersebut.

Tak hanya tak tahu kapan berlakunya ganjil genap, ada pula pengendara yang baru paham setelah mendapat penjelasan petugas soal kebijakan ini.

"Maaf ya Pak, saya baru tahu," ujar pengendara lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Seksi Pelanggaran Sub Ditgakum Ditlantas Polda Metro Jaya, Komisaris H Salam mengatakan, meski terdapat puluhan kendaraan yang dihentikan, dia menilai masyarakat lebih banyak yang tahu soal kebijakan ini.

"Lihat saja kan lebih banyak yang ganjil yang lewat, beberapa saja yang masih genap. Berarti kan sudah pada tahu," ujar Salam, di tempat yang sama.

Pada uji coba hari ini, Salam mengatakan pihaknya tidak menargetkan banyaknya kendaraan yang melanggar.

"Yang penting itu pengguna jalan lain kan bisa lihat dan cari tahu ada apa, akhirnya dia tahu," ujar Salam.

Tidak ada kendala berarti dalam sosialisasi ini. Hanya saja, pengendara yang lewat jembatan layang Kuningan arah Semanggi belum dijaga.

"Yang di atas kita belum jaga, saya lagi koordinasi bagaimana (jaganya) karena kendaraan di atas itu larinya kencang," ujar Salam.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Megapolitan
266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

Megapolitan
Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Megapolitan
Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Megapolitan
Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Megapolitan
Ganjil Genap di Margonda Depok Hanya Diterapkan dari Flyover UI sampai Simpang Ramanda

Ganjil Genap di Margonda Depok Hanya Diterapkan dari Flyover UI sampai Simpang Ramanda

Megapolitan
Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Megapolitan
Video Viral Aksi Pencurian di Pondok Aren, Pelaku Gasak Suvenir dan 15 Hoverboard

Video Viral Aksi Pencurian di Pondok Aren, Pelaku Gasak Suvenir dan 15 Hoverboard

Megapolitan
3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

Megapolitan
Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Megapolitan
Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Megapolitan
Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Megapolitan
Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Megapolitan
Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.