Kompas.com - 31/08/2016, 20:43 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat berbincang dengan pewarta di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (28/8/2016) pagi. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERACalon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat berbincang dengan pewarta di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (28/8/2016) pagi.
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengaku tak khawatir dengan elektabilitas bakal calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang masih di bawah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Taufik yakin elektabilitas Sandiaga akan terus meningkat.

"Dongkrak elektabilitas yakinlah itu kerjanya Gerindra. Dulu kami (Gerindra) dukung Jokowi (Joko Widodo)-Ahok (pada Pilkada DKI Jakarta) 2012, elektabilitas mereka cuma 7 persen, tapi menang," ujar Taufik, di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (31/8/2016).

Saat ini, ada dua partai politik yang resmi mendukung Sandiaga, yakni Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Berdasarkan survei Populi Center, Sandiaga tertinggal jauh jika head to head dengan Ahok pada Pilkada DKI 2017.

Dalam hasil survei tersebut, elektabilitas Ahok mencapai 56,5 persen, sedangkan Sandiaga hanya 22,5 persen.

"Sandiaga masih mendingan elektabilitasnya sudah 15 persen. Dulu Jokowi-Ahok tuh elektabilitasnya 7 persen. Kalau Sandi kami garap terus, pasti menang, karena kami punya pengalaman lah soal itu. Jadi enggak terlampau khawatir," kata Taufik.

Survei Populi Center dilakukan pada 19-24 Agustus 2016 terhadap 400 responden. Metode survei dilakukan dengan sistem pengacakan mulai dari tingkat keluarga, RT dan kelurahan di enam kota atau kabupaten di Jakarta.

Tingkat kepercayaan survei ini sebesar 95 persen dengan margin of error 4,9 persen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Rusun di Cilincing Jadi Posko Vaksinasi Covid-19

Tiga Rusun di Cilincing Jadi Posko Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Meledak, Epidemiolog: Solusinya Hanya Lockdown

Kasus Covid-19 di Jakarta Meledak, Epidemiolog: Solusinya Hanya Lockdown

Megapolitan
Fakta Pelecehan Seksual terhadap Seorang Ibu di Tebet: Pelaku Kelainan Jiwa hingga Dibebaskan

Fakta Pelecehan Seksual terhadap Seorang Ibu di Tebet: Pelaku Kelainan Jiwa hingga Dibebaskan

Megapolitan
Virus Corona Varian Delta Dikhawatirkan Lebih Mudah Menyerang Anak-anak

Virus Corona Varian Delta Dikhawatirkan Lebih Mudah Menyerang Anak-anak

Megapolitan
Fakta Rizieq Shihab Tanggapi Replik Jaksa: Tidak Berkualitas hingga Merasa Belum Pantas Disebut Imam Besar

Fakta Rizieq Shihab Tanggapi Replik Jaksa: Tidak Berkualitas hingga Merasa Belum Pantas Disebut Imam Besar

Megapolitan
Fakta Pandemi Covid-19 Jakarta Memburuk: Tembus 4.000 Kasus Baru, Varian Baru Mengganas

Fakta Pandemi Covid-19 Jakarta Memburuk: Tembus 4.000 Kasus Baru, Varian Baru Mengganas

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro, Simak Pengaturannya

Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro, Simak Pengaturannya

Megapolitan
Cerita Pedagang Sepeda Saat Tren Gowes Menurun: Dulu Ludes, Kini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Cerita Pedagang Sepeda Saat Tren Gowes Menurun: Dulu Ludes, Kini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Megapolitan
PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Masih Dibuka

PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Masih Dibuka

Megapolitan
UPDATE: Tambah 230 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.267 Pasien Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 230 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.267 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Kilas Balik Peresmian MRT Jakarta yang Disambut Sorak-sorai Warga...

Kilas Balik Peresmian MRT Jakarta yang Disambut Sorak-sorai Warga...

Megapolitan
UPDATE: Tambah 56 Kasus di Kota Tangerang, 471 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 56 Kasus di Kota Tangerang, 471 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Daftar Hotel dan Tempat Isolasi Mandiri di DKI | Kasus Covid-19 Meledak

[POPULER JABODETABEK] Daftar Hotel dan Tempat Isolasi Mandiri di DKI | Kasus Covid-19 Meledak

Megapolitan
4 Fakta Sindikat Preman di Tanjung Priok, Berkedok Jasa Pengamanan hingga Raup Ratusan Juta Rupiah

4 Fakta Sindikat Preman di Tanjung Priok, Berkedok Jasa Pengamanan hingga Raup Ratusan Juta Rupiah

Megapolitan
Tren Kasus Positif Covid-19 pada Anak-anak Meningkat, Balita Ikut Jadi Korban

Tren Kasus Positif Covid-19 pada Anak-anak Meningkat, Balita Ikut Jadi Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X