Ini Kronologi Peretasan Videotron yang Tayangkan Konten Pornografi

Kompas.com - 04/10/2016, 20:53 WIB
Videotron di kawasan Jakarta Selatan yang diduga menayangkan video porno pada Jumat (30/9/2016) siang. TwitterVideotron di kawasan Jakarta Selatan yang diduga menayangkan video porno pada Jumat (30/9/2016) siang.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap Samudera Al Hakam Ralial (24), peretas videotron yang memuat tayangan pornografi di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2016) lalu.

Polisi menyebut, Samudera melakukan akses ilegal ke videotron setelah mendapatkan nama pengguna dan kata sandinya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengatakan pada Jumat (30/9/2016) sekitar pukul 12.00 WIB, Samudera melintas di Jalan Wijaya untuk ke kantornya. Saat berhenti di lampu merah ia melihat videotron menampilkan username dan password.

"Kemudian SAR menggunakan kamera HP memfoto tampilan tersebut," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (4/10/2016).

Iriawan menambahkan, setelah tiba di kantornya, Samudera mengunduh aplikasi team viewer. Kemudian, ia memasukan username dan password yang telah ia dapatkan.

Setelah berhasil masuk ke team viewer milik PT Transito Adiman Jati, Samudera membuka situs film porno. Ia menonton film porno tersebut menggunakan team viewer milik PT Transito Adiman Jati.

Samudera mengaku tidak mengetahui bahwa film yang ia tonton akan terhubung dengan videotron yang berada di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan. Setelah 10 menit menonton film porno itu, tiba-tiba ada tampilan lost conection server di layar komputer Samudera.

"Itu keterangan tersangka sementara, namun demikian kita akan dalami dari mana yang bersangkutan tahu username dan password tersebut," ucapnya.

Samudera ditangkap di kantornya di kawasan Senopati Jakarta Selatan, siang tadi. Ia merupakan merupakan karyawan PT Mediatrac yang bergerak di bidang data analisis teknologi. Ia merupakan ahli dalam bidang teknologi dan informasi.

Akibat ulahnya, Samudera terancam dijerat Pasal 282 KUHP tentang tindak pidana asusila serta Pasal 27 ayat 1 UU ITE dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp 15 miliar. (Baca: Polisi Tangkap Peretas Videotron yang Memuat Tayangan Pornografi)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

Megapolitan
Monyet Liar Masuk Kawasan Perumahan Puspitek Tangsel, Warga Resah

Monyet Liar Masuk Kawasan Perumahan Puspitek Tangsel, Warga Resah

Megapolitan
Polisi: Pelaku Penjual Satwa Dilindungi Berkamuflase Pedagang Binatang

Polisi: Pelaku Penjual Satwa Dilindungi Berkamuflase Pedagang Binatang

Megapolitan
Kabar Viral Pasar Muamalah di Depok Transaksi Pakai Dirham dan Dinar, Ini Penjelasan Lurah

Kabar Viral Pasar Muamalah di Depok Transaksi Pakai Dirham dan Dinar, Ini Penjelasan Lurah

Megapolitan
Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Jakbar Terpakai 92,6 Persen

Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Jakbar Terpakai 92,6 Persen

Megapolitan
Bocah 5 Tahun Diserang Monyet Liar di Perumahan Puspitek, Luka 23 Jahitan

Bocah 5 Tahun Diserang Monyet Liar di Perumahan Puspitek, Luka 23 Jahitan

Megapolitan
Jadi Penyintas Covid-19, Wali Kota Depok Donasikan Plasma Konvalesen

Jadi Penyintas Covid-19, Wali Kota Depok Donasikan Plasma Konvalesen

Megapolitan
Jasad Perempuan Mengambang di Danau Kabupaten Bekasi, Korban Alami Gangguan Jiwa

Jasad Perempuan Mengambang di Danau Kabupaten Bekasi, Korban Alami Gangguan Jiwa

Megapolitan
Pimpinan Komisi E Nilai Pemprov DKI Tak Miliki Langkah Konkret Penanganan Covid-19

Pimpinan Komisi E Nilai Pemprov DKI Tak Miliki Langkah Konkret Penanganan Covid-19

Megapolitan
Jakarta Berpotensi Banjir Bandang 2 Hari ke Depan, Ini Panduan Kesiapsiagaan Menghadapinya

Jakarta Berpotensi Banjir Bandang 2 Hari ke Depan, Ini Panduan Kesiapsiagaan Menghadapinya

Megapolitan
Dalam Tiga Hari, Tambah 1.418 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi

Dalam Tiga Hari, Tambah 1.418 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Satwa Dilindungi

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Satwa Dilindungi

Megapolitan
Tertibkan Mobil Parkir Liar di Sawah Besar, Petugas Dihalangi Anggota Ormas

Tertibkan Mobil Parkir Liar di Sawah Besar, Petugas Dihalangi Anggota Ormas

Megapolitan
Pemprov DKI Menjawab Kebingungan soal BST, Mulai dari Jadwal hingga Lokasi Distribusi Bantuan

Pemprov DKI Menjawab Kebingungan soal BST, Mulai dari Jadwal hingga Lokasi Distribusi Bantuan

Megapolitan
RSUD Depok Sebut Pasien Suspek Covid-19 Menumpuk di IGD

RSUD Depok Sebut Pasien Suspek Covid-19 Menumpuk di IGD

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X