Kata Lulung soal "Polling" di Twitter-nya yang Memenangkan Ahok-Djarot

Kompas.com - 11/10/2016, 12:51 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung saat bersosialisasi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (15/5/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung saat bersosialisasi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (15/5/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Akhir pekan lalu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham "Lulung" Lunggana membuat polling Twitter mengenai cagub dan cawagub DKI. Polling tersebut muncul pada Sabtu (8/10/2016) di akun Twitter @halus24.

"Siapakah calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 pilihan favorit Anda, semoga polling ini bermanfaat untuk warga Jakarta," tulis Lulung di akun Twitter-nya tersebut.

Ternyata, dalam hasil polling tersebut, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat unggul dengan persentase 45 persen.

Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni meraih dukungan sebesar 37 persen. Kemudian, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mendapatkan dukungan sebanyak 18 persen.

Pada Selasa (11/10/2016), sudah ada 11.370 netizen yang mengikuti polling itu.

Mengaku jebakan

Lulung mengaku polling tersebut sengaja dia buat untuk menjebak netizen. Dia melakukan hal ini untuk mengetahui siapa di balik netizen yang selalu mem-bully dia di Twitter.

"Jebakan saya rupanya berhasil. Selama ini saya tahu bahwa di Twitter saya yang suka bully saya itu netizen palsu, akun-akun bodong," ujar Lulung ketika dihubungi, Selasa.

Dengan polling ini, Lulung menjadi tahu netizen yang menyerangnya merupakan pendukung salah satu cagub-cawagub.

"Ternyata, dalam polling itu, Ahok lebih unggul kan. Berarti orang yang selama ini gunakan akun palsu dan bully saya, mereka disuruh majikannya," ujar Lulung.

"Jadi saya baru tahu ternyata netizen itu netizen palsu semuanya. Syukurin lo gue jebak," ucap Lulung.

Kompas TV Haji Lulung: Ahok Pasti Kalah
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi TNI Gadungan Untuk Nikahi Kekasih, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Jatinegara

Jadi TNI Gadungan Untuk Nikahi Kekasih, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Jatinegara

Megapolitan
Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Megapolitan
Duduk Perkara Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjalnya, Terlilit Utang dan Dikejar Rentenir

Duduk Perkara Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjalnya, Terlilit Utang dan Dikejar Rentenir

Megapolitan
Kelurahan Jurumudi Direndam Banjir 4 Hari, Bantuan Belum Merata hingga Warga Harus Berebut

Kelurahan Jurumudi Direndam Banjir 4 Hari, Bantuan Belum Merata hingga Warga Harus Berebut

Megapolitan
Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Megapolitan
Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Megapolitan
Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Megapolitan
Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Megapolitan
Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Megapolitan
Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Megapolitan
Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran 'Kurang Kerjaan'

Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran "Kurang Kerjaan"

Megapolitan
Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Megapolitan
Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Megapolitan
18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.