Tiang Pancang Jatuh di Bukit Duri Makan Korban, Ini Kata M Taufik

Kompas.com - 16/10/2016, 19:14 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik dalam dikskusi publik di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/6/2016). Kahfi Dirga CahyaWakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik dalam dikskusi publik di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/6/2016).
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik beserta Sekretaris Komisi A DPRD DKI Syarif menyambangi RT 010/012, Bukit Duri Tanjakan, Jakarta Selatan siang ini.

Kedatangan Taufik dan Syarif untuk melihat lokasi jatuhnya tiang pancang yang memakan korban luka seorang pekerja proyek normalisasi Kali Ciliwung di Bukit Duri.

Saat tiba, Taufik dan Syarif langsung meninjau lokasi kejadian.

Taufik tampak bertanya kepada warga sekitar yang menjadi saksi insiden tersebut.

Kepada wartawan, Taufik menyebut harusnya ada pengamanan ekstra terhadap proyek normalisasi kali itu.

Taufik menduga ada prosedur standar keamanan kerja yang tidak dijalankan saat pengerjaan proyek berlangsung.

"Kalau lihat begini (proyek), kan seperti dibiarkan, enggak kayak proyek besar. Mestinya ada pengawasan pengamanan dan audit alat-alat kerja," ujar Taufik di Bukti Duri, Jakara Selatan, Minggu (16/10/2016).

Taufik mengatakan, Dinas Tata Air DKI harusnya lebih memerhatikan keselamatan kerja saat proyek berlangsung.

Keselamatan kerja tersebut, kata Taufik, bukan hanya untuk para pekerja, tapi juga untuk warga sekitar.

Diketahui pengerjaan normalisaai Kali Ciliwung hanya berjarak 100-200 meter dari permukiman warga.

"Menurut saya harus diaudit seluruh alat-alat di sini. Tata Air (Dinas Tata Air) harus bertanggung jawab, ini kan pekerja (jadi korban), besok-besok bisa saja terjadi di masyarakat," ujar Taufik.

Sekitar pukul 10.00 WIB, seorang pekerja proyek normalisasi Kali Ciliwung di Bukit Duri Tanjakan, Jakarta Selatan tertimpa sebuah tiang pancang. Tiang itu jatuh saat pengait yang mengikatnya terputus.

(Baca: Sebuah Tiang Pancang Jatuh dan Menimpa Pekerja Proyek Normalisasi Kali Ciliwung)

Pekerja itu mengalami luka serius di kaki sebelah kanan dan mendapat perawatan di rumah sakit.

Kompas TV 2 Pekerja Tewas Tertimpa Tiang Pancang di Semarang

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Debat Kandidat Pilkada Depok: Imam Tanya soal Kesehatan, Pradi Malah Bahas UMKM

Debat Kandidat Pilkada Depok: Imam Tanya soal Kesehatan, Pradi Malah Bahas UMKM

Megapolitan
Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Sepeda MTB di Jakarta

Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Sepeda MTB di Jakarta

Megapolitan
Pradi: Kami Akan Jaga Pertumbuhan Ekonomi Depok Tanpa Korbankan Kesehatan Warga

Pradi: Kami Akan Jaga Pertumbuhan Ekonomi Depok Tanpa Korbankan Kesehatan Warga

Megapolitan
Imam Sebut 1.000 Kios Sudah Dibangun di Depok, Afifah: Lihat Kenyataan di Lapangan

Imam Sebut 1.000 Kios Sudah Dibangun di Depok, Afifah: Lihat Kenyataan di Lapangan

Megapolitan
Atasi Masalah Generasi Muda, Idris-Imam Janji Bangun Alun-alun hingga Depok Creative Hub

Atasi Masalah Generasi Muda, Idris-Imam Janji Bangun Alun-alun hingga Depok Creative Hub

Megapolitan
Imam Pamer Alpukat dan Belimbing Saat Debat Kandidat Pilkada Depok

Imam Pamer Alpukat dan Belimbing Saat Debat Kandidat Pilkada Depok

Megapolitan
Debat Kandidat Pilkada Depok, Imam Budi Janji Manfaatkan Lahan Tidur untuk Urban Farming

Debat Kandidat Pilkada Depok, Imam Budi Janji Manfaatkan Lahan Tidur untuk Urban Farming

Megapolitan
Pradi-Afifah Janji Batasi Izin Pendirian Pasar Modern jika Menang Pilkada Depok

Pradi-Afifah Janji Batasi Izin Pendirian Pasar Modern jika Menang Pilkada Depok

Megapolitan
UPDATE 30 November: Ada 2.909 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, Terbanyak di Karawaci

UPDATE 30 November: Ada 2.909 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, Terbanyak di Karawaci

Megapolitan
Rizieq Shihab Diperiksa Besok, Polisi Imbau Simpatisannya Tak Datang ke Polda Metro Jaya

Rizieq Shihab Diperiksa Besok, Polisi Imbau Simpatisannya Tak Datang ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Debat Pilkada Depok, Imam Budi Sendirian Hadapi Pradi-Afifah

Debat Pilkada Depok, Imam Budi Sendirian Hadapi Pradi-Afifah

Megapolitan
PSI: Jika LRT Velodrome-Dukuh Atas Dihapus, Pemprov DKI Berpotensi Kehilangan Rp 248,6 Miliar Per Tahun

PSI: Jika LRT Velodrome-Dukuh Atas Dihapus, Pemprov DKI Berpotensi Kehilangan Rp 248,6 Miliar Per Tahun

Megapolitan
KPU Tangsel Ajukan Pergantian 1.889 Surat Suara yang Rusak dan Kurang

KPU Tangsel Ajukan Pergantian 1.889 Surat Suara yang Rusak dan Kurang

Megapolitan
Besok, Polisi Juga Panggil Menantu Rizieq Shihab soal Kerumunan di Petamburan

Besok, Polisi Juga Panggil Menantu Rizieq Shihab soal Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
UPDATE 30 November: Bertambah 40, Total Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Kini 2.838

UPDATE 30 November: Bertambah 40, Total Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Kini 2.838

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X