"Sling yang Pengait Tiang Pancang Itu Tiba-tiba Putus..."

Kompas.com - 17/10/2016, 16:42 WIB
Sebuah paku bumi berbahan beton menimpa seorang pekerja proyek normalisasi Kali Ciliwung di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Minggu (16/10/2016) Kompas.com/David Oliver PurbaSebuah paku bumi berbahan beton menimpa seorang pekerja proyek normalisasi Kali Ciliwung di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Minggu (16/10/2016)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak kontraktor pelaksana normalisasi Sungai Ciliwung disebut bertanggung jawab atas biaya rumah sakit, Muaf Jaelani (25), pekerja proyek yang harus diamputasi kakinya akibat tertimpa tiang pancang.

Hal ini disampaikan Matsani, saat ditemui di RS Premier, Jatinegara, Jakarta Timur, tempat Muaf menjalani perawatan. Matsani merupakan paman Muaf, sekaligus mekanik yang bekerja bersama Muaf di lokasi kejadian.

"Semua ditanggung pihak kontraktor, Sudah kemarin sudah ke sini, mereka yang ngurus. Sementara ini biaya rumah sakit, operasi dan kamar semua ditanggung," kata Matsani, Senin (17/10/2016).

Matsani menyatakan, kejadian yang menimpa Muaf merupakan musibah yang tidak terduga. Sebab, Matsani termasuk yang bertanggung jawab mengecek masalah alat. Tali sling yang dipakai untuk mengikat tiang pancang, lanjut Matsani, kondisinya baru.

"Kita setiap mulai kerja itu dari sling, segel, semua kita cek. Kalau itu memang tugas saya. Itu semua kondisi masih bagus dan baru," ujar Matsani.

"Kita enggak tahu namanya musibahkan. Di (tali) sling yang pengait tiang pancang itu tiba-tiba putus, langsung, Muaf ini kan ada di samping. Tanpa kita tahu langsung jatuh gitu aja nimpa kaki kanannya Muaf," ujar Matsani.

Matsani mengatakan, pekerja proyek normalisasi mengikuti aturan keselamatan, misalnya memakai pakaian, sepatu dan helm agar safety.

"Tapi kalau untuk beton gitu mana bisa kita tahan kan, namanya kecelakaan kerja kita enggak tahu," ujar Matsani.

Kondisi Muaf, masih dalam perawatan intensif. Pihak dokter terpaksa mengamputasi kaki Muaf karena luka parah yang dialami korban.

"Kondisi kakinya sudah 90 persen tidak memungkinkan, akhirnya diamputasi," ujar Matsani.

Kepala Humas Rumah Sakit Premier, Sukendar, mengatakan, Muaf sedang menjalani pemulihan serta tahap penyembuhan. Namun, untuk kepastian kapan dia bisa pulang, menunggu keputusan dokter. Saat ini Muaf berada di ruang ICU.

"Selain kaki kanan di amputasi, tangan kanan korban mengalami luka-luka, dan untuk korban dapat pulang itu menunggu kewenangan dokter, sambil melihat keadaan pasien seperti apa," ujar Sukendar.

Kompas.com masih mencoba mengonfirmasi kontraktor proyek dari PT Adhi Karya dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, Is Kabalai Cilicis soal kejadian tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

Megapolitan
Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Megapolitan
Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Megapolitan
Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Megapolitan
Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

Megapolitan
Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Megapolitan
Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Megapolitan
Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Megapolitan
Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Megapolitan
Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

Megapolitan
Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X