Kompas.com - 20/10/2016, 11:21 WIB
Penulis Nursita Sari
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno mengatakan, KPU DKI belum menerima surat resmi pengunduran diri bakal calon gubernur dan wakil gubernur, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni. Surat yang dimaksud adalah pengunduran diri mereka pada jabatannya masing-masing dari Agus dinas TNI, dan Sylvi dari PNS DKI.

"Belum, belum (menerima)," ujar Sumarno kepada Kompas.com di Kantor KPU DKI Jakarta, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2016).

Sumarno menuturkan, batas waktu penyerahan surat resmi pengunduran diri Agus-Sylviana yakni 60 hari setelah penetapan cagub-cawagub. Adapun cagub-cawagub yang memenuhi persyaratan akan ditetapkan KPU DKI pada Senin (24/10/2016).

"Kalau pengunduran diri nanti kan sampai 60 hari setelah ditetapkan menjadi calon. Itu harus," kata dia.

Meski surat resmi pengunduran diri Agus-Sylviana belum diterima KPU DKI, Sumarno yakin, mereka akan menyerahkan surat tersebut setelah proses pengunduran diri selesai dilakukan.

"Mereka sudah memproses kan. Kalau pengunduran diri itu kan proses ke instansi. Saya yakin mereka menyerahkan. Kan mereka sudah membuat surat pernyataan bersedia (mengundurkan diri)," ucap Sumarno.

Sebelum mendaftar menjadi bakal cagub DKI, Agus merupakan perwira menengah berpangkat mayor infanteri yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning. (Baca: Agus-Sylviana Sudah Ajukan Surat Pengunduran Diri sebagai Anggota TNI dan PNS)

Sementara itu, Sylviana merupakan Deputi Gubernur bidang Kebudayaan dan Pariwisata di Pemprov DKI Jakarta. Sesuai Pasal 7 ayat 2 huruf t Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, Agus dan Sylviana harus mengundurkan diri dari jabatan mereka.

Agus dan Sylviana merupakan sepasang bakal calon yang diusung oleh Koalisi Cikeas, yakni Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Keduanya mendaftar ke KPU DKI pada 23 September 2016.

Kompas TV Agus Yudhoyono Sindir Kebijakan Penggusuran
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Balita Tewas Dibanting di Apartemen Kalibata City Saat Ibunya Sedang Kerja

Balita Tewas Dibanting di Apartemen Kalibata City Saat Ibunya Sedang Kerja

Megapolitan
Balita Tewas Dibanting Pacar Ibunya di Apartemen Kalibata City karena BAB Sembarangan

Balita Tewas Dibanting Pacar Ibunya di Apartemen Kalibata City karena BAB Sembarangan

Megapolitan
Aktifkan Lagi Jabatan Deputi Gubernur DKI, Heru: Jangan Salah Paham, Sederet Agenda Besar Menanti

Aktifkan Lagi Jabatan Deputi Gubernur DKI, Heru: Jangan Salah Paham, Sederet Agenda Besar Menanti

Megapolitan
Pemprov DKI Gelar Perayaan Tahun Baru hingga Tingkat Kota agar Massa Terpecah

Pemprov DKI Gelar Perayaan Tahun Baru hingga Tingkat Kota agar Massa Terpecah

Megapolitan
Balita Tewas Usai Dibanting Pacar Ibunya di Apartemen Kawasan Jaksel

Balita Tewas Usai Dibanting Pacar Ibunya di Apartemen Kawasan Jaksel

Megapolitan
Tanggul di Pulau Pramuka Roboh akibat Air Pasang dan Ombak

Tanggul di Pulau Pramuka Roboh akibat Air Pasang dan Ombak

Megapolitan
Polda Metro Batal Rilis Hasil Penyelidikan Kasus Kematian Sekeluarga di Kalideres Senin Ini

Polda Metro Batal Rilis Hasil Penyelidikan Kasus Kematian Sekeluarga di Kalideres Senin Ini

Megapolitan
Polda Metro Rapat dengan Tim Ahli Bahas Hasil Penyelidikan Tewasnya Sekeluarga di Kalideres

Polda Metro Rapat dengan Tim Ahli Bahas Hasil Penyelidikan Tewasnya Sekeluarga di Kalideres

Megapolitan
Sosiolog: Butuh Pendekatan Non Keamanan untuk Berantas Narkoba di Kampung Bahari

Sosiolog: Butuh Pendekatan Non Keamanan untuk Berantas Narkoba di Kampung Bahari

Megapolitan
Penyelidikan Kasus 'Prank' Baim-Paula Lambat, Polres Jaksel: Penyidik yang Tahu Kendalanya

Penyelidikan Kasus "Prank" Baim-Paula Lambat, Polres Jaksel: Penyidik yang Tahu Kendalanya

Megapolitan
Heru Budi Bahas Persiapan Jakarta Jadi Tuan Rumah Pertemuan Pemimpin Ibu Kota Se-ASEAN 2023

Heru Budi Bahas Persiapan Jakarta Jadi Tuan Rumah Pertemuan Pemimpin Ibu Kota Se-ASEAN 2023

Megapolitan
Jakarta Jadi Tuan Rumah Pertemuan Pemimpin Ibu Kota Se-ASEAN Tahun 2023

Jakarta Jadi Tuan Rumah Pertemuan Pemimpin Ibu Kota Se-ASEAN Tahun 2023

Megapolitan
Kasus 'Prank' KDRT Naik ke Penyidikan, Baim Wong-Paula Masih Berstatus Saksi

Kasus "Prank" KDRT Naik ke Penyidikan, Baim Wong-Paula Masih Berstatus Saksi

Megapolitan
Terungkapnya Tabir Kematian Prada Indra lewat Hasil Otopsi, Limpa Rusak akibat Serangan Benda Tumpul di Perut

Terungkapnya Tabir Kematian Prada Indra lewat Hasil Otopsi, Limpa Rusak akibat Serangan Benda Tumpul di Perut

Megapolitan
Heru Budi Gelar Rapim di Balai Kota, Pejabat Pemprov DKI Kumpulkan Ponsel di Luar Ruangan

Heru Budi Gelar Rapim di Balai Kota, Pejabat Pemprov DKI Kumpulkan Ponsel di Luar Ruangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.