Ahok: Indeks Pembangunan Manusia DKI Hanya Kurang 1,01 dari Standar Dunia

Kompas.com - 20/10/2016, 18:18 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberi kata sambutan di hadapan Abang None Buku DKI Jakarta 2016 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/10/2016). KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERAGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberi kata sambutan di hadapan Abang None Buku DKI Jakarta 2016 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/10/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, indeks pembangunan manusia (IPM) di Jakarta mencapai 78,99.

Basuki senang karena itu artinya IPM Jakarta hanya kurang 1,01 dari standar dunia.

"Sekarang IPM DKI 78,99, kurang 1,01 untuk bisa sejajar dengan dunia. Kalau negara maju batasnya kan 80," ujar Basuki atau Ahok di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2016).

(Baca juga: Ahok: Daripada Dapat Rusun Jelek, Mending Saya Stop)

Ahok mengatakan, usia warga DKI Jakarta rata-rata juga mencapai 78 tahun.

Hal ini, menurut dia, terjadi karena Pemerintah Provinsi DKI melakukan peningkatan pelayanan terhadap warga DKI Jakarta.

Terkait bidang bidang pendidikan misalnya, Basuki menyebut Jakarta lebih unggul dari Yogyakarta.

Berdasarkan data Pemprov DKI, mayoritas anak di Jakarta menempuh pendidikan selama 10 tahun. Selain itu, tingkat putus sekolah di Jakarta hanya 0,4 persen.

Tingginya IPM ini, kata Ahok, diukur dari berapa lama seseorang menikmati pendidikan serta mampu memenuhi kebutuhannya.

(Baca juga: Ahok: Semua Komputer kalau begitu "Made In" KPU Saja)

Beberapa kali, Ahok sempat menyampaikan kepada publik hal-hal yang dinilainya kemajuan di Jakarta dalam beberapa bidang.

Terkait bidang transportasi, Ahok mencontohkan kebijakan naik bus transjakarta gratis bagi sejumlah kelompok warga.

Sementara itu, untuk bidang kesehatan, Ahok mengatakan bahwa Pemprov DKI merupakan provinsi yang menerapkan jaminan kesehatan semesta.

"Pokoknya kalau mau masuk di kelas 3, kita tanggung deh. Mau pakai emas segede jempol juga kita tanggung asalkan mau di kelas 3," ujar Ahok.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Megapolitan
Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Megapolitan
Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Megapolitan
Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Megapolitan
Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

Megapolitan
Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Megapolitan
PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

Megapolitan
Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

Megapolitan
Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

Megapolitan
Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

Megapolitan
Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X