Kompas.com - 10/11/2016, 11:23 WIB
Apartemen Neo Soho di Tanjung Duren, Jakarta Barat yang terbakar pada Rabu malam (9/11/2016). Foto diambil pada Kamis (10/11/2016) pagi. Nibras Nada NailufarApartemen Neo Soho di Tanjung Duren, Jakarta Barat yang terbakar pada Rabu malam (9/11/2016). Foto diambil pada Kamis (10/11/2016) pagi.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah terbakar pada Rabu (9/11/2016) malam, Apartemen Neo SOHO terlihat sepi pengunjung, Kamis (10/11/2016).

Petugas keamanan blok Neo SOHO menjaga area gedung dan tidak memperbolehkan orang masuk ke area gedung yang terbakar.

Beberapa pintu ke arah gedung itu ditutup dan dipasangi garis polisi. Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Kamis pagi, sisi barat gedung 41 lantai itu hangus sebagian.

(Baca juga: Tiga Gedung Baru Terbakar dalam Tiga Bulan)

Kaca pada gedung dari lantai paling bawah hingga tengah tampak hancur. Sebagian kaca yang tersisa terlihat gosong.

Puing-puing sisa kebakaran masih terlihat di atap lantai dasar. Dari luar, terlihat salah satu lantai gedung masih dalam kondisi lampu menyala.

Namun, tak terlihat ada orang lalu lalang di dalam gedung. Arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau lancar. Tidak ada pengalihan arus.

Petugas keamanan hanya mengatur kendaraan yang mencoba berhenti dan mengambil gambar gedung.

(Baca juga: Kebakaran di Neo SOHO Berhasil Dipadamkan)

Kebakaran yang melanda Gedung Neo SOHO yang masih dalam tahap konstruksi ini berhasil dipadamkan petugas kebakaran pada Rabu (9/11/2016) pukul 23.45 WIB.

Sebanyak 27 mobil pemadam dikerahkan untuk mematikan api yang menjalar vertikal itu. Penyebab kebakaran belum diketahui. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kompas TV Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Apartemen Neo Soho
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dicabuli Tetangga di Taman Sari, Anak Disabilitas Mengadu Sakit di Bagian Kelamin

Dicabuli Tetangga di Taman Sari, Anak Disabilitas Mengadu Sakit di Bagian Kelamin

Megapolitan
Pengunjung Pasar Jatinegara Masih Wajib Mengenakan Masker

Pengunjung Pasar Jatinegara Masih Wajib Mengenakan Masker

Megapolitan
Pria Tewas dengan Luka Sayatan di Cibitung Bekasi Diduga Korban Pembunuhan

Pria Tewas dengan Luka Sayatan di Cibitung Bekasi Diduga Korban Pembunuhan

Megapolitan
Ruang Komputer di SMK Nasional Depok Terbakar

Ruang Komputer di SMK Nasional Depok Terbakar

Megapolitan
Bocah Korban Kekerasan di Serpong Tangsel Disundut Rokok dan Ditusuk-tusuk Obeng

Bocah Korban Kekerasan di Serpong Tangsel Disundut Rokok dan Ditusuk-tusuk Obeng

Megapolitan
Kelurahan Sunter Agung Buka Posko Pendaftaran DTKS Tahap Dua

Kelurahan Sunter Agung Buka Posko Pendaftaran DTKS Tahap Dua

Megapolitan
Muri Beri Penghargaan Kebun Raya Bogor Tepat pada Hari Ultah Ke-205

Muri Beri Penghargaan Kebun Raya Bogor Tepat pada Hari Ultah Ke-205

Megapolitan
Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Jangan Sampai Jadi Euforia

Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Jangan Sampai Jadi Euforia

Megapolitan
Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Aturannya Membingungkan

Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Aturannya Membingungkan

Megapolitan
Disayangkan, Fraksi Demokrat-PPP Tak Ikut Interpelasi Wali Kota Depok Terkait KDS

Disayangkan, Fraksi Demokrat-PPP Tak Ikut Interpelasi Wali Kota Depok Terkait KDS

Megapolitan
Karyawan Perum Perhutani Tolak SK Menteri LHK, Berharap Hutan di Jawa Tak Dikelola Perorangan

Karyawan Perum Perhutani Tolak SK Menteri LHK, Berharap Hutan di Jawa Tak Dikelola Perorangan

Megapolitan
Cegah Penularan Hepatitis Akut Misterius, Ini Saran Dinkes DKI

Cegah Penularan Hepatitis Akut Misterius, Ini Saran Dinkes DKI

Megapolitan
Berlatih Budi Daya Anggur dan Melon demi Menambah Penghasilan...

Berlatih Budi Daya Anggur dan Melon demi Menambah Penghasilan...

Megapolitan
Jokowi Bolehkan Lepas Masker, Warga: Belum Endemi tapi Prokes Dilonggarkan Sebebas Itu, Kontradiktif

Jokowi Bolehkan Lepas Masker, Warga: Belum Endemi tapi Prokes Dilonggarkan Sebebas Itu, Kontradiktif

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong Tangsel Terungkap Saat Ibu Korban Mengecek Ponsel Anaknya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong Tangsel Terungkap Saat Ibu Korban Mengecek Ponsel Anaknya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.