Kompas.com - 15/11/2016, 16:55 WIB
Cagub DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono di Kebon Bawang, Jakarta Utara, Selasa (15/11/2016). Kahfi Dirga CahyaCagub DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono di Kebon Bawang, Jakarta Utara, Selasa (15/11/2016).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, menyebut kunjungannya ke permukiman masyarakat sebagai "gerilya". Ungkapan ini dianggap lebih mengasosiasikan dengan dirinya sebagai mantan prajurit TNI.

Dalam gerilya itu, Agus biasanya bertatap muka langsung dengan warga. Lantas, apa strategi gerilya Agus?

"Saya berdialog sambil bergerilya dan berjalan. Saya melakukan dialog," kata Agus di Sungai Bambu, Jakarta Utara, Selasa (15/11/2016).

Dalam gerilya-nya saat ini, Agus tampak tak banyak berdialog langsung dengan masyarakat. Agus memiliki alasan tersendiri atas aksi tersebut.

Menurut Agus, sebelum turun ke suatu permukiman, dia sudah mengetahui dulu persoalan daerah tersebut. Informasi masalah itu disampaikan oleh masyarakat kepada Agus atau tim.

"Perencananya begitu, terstruktur tetapi spontan. Berdialog tetap spontan. Saya datang, tetapi ada pemberitahuan, enggak datang begitu saja," katanya.

Langkah ini dilakukan Agus karena terbiasa bersiap sebelum melakukan kegiatan setiap hari. Persiapan itu mulai dari mencari, memetakan, dan menerima masukan isu dari berbagai forum komunitas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Secara khusus mereka menyampaikan hal-hal yang menjadi perhatian saya," katanya.

Adapun, kata Agus, kedatangannya ke masyarakat untuk mengonfirmasi permasalahan yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat. Selama ini, Agus memastikan keluhan dari perwakilan masyarakat itu memang benar terjadi di bawah.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Ajak Warga yang Sudah Divaksin Covid-19 Ikut Sosialisasikan Vaksinasi

Anies Ajak Warga yang Sudah Divaksin Covid-19 Ikut Sosialisasikan Vaksinasi

Megapolitan
Buaya Sepanjang 1,7 Meter Ditemukan di Selokan di Tambora

Buaya Sepanjang 1,7 Meter Ditemukan di Selokan di Tambora

Megapolitan
Polisi: Pelaku Pembacokan Tukang Sayur di Serpong Utara 5 Orang

Polisi: Pelaku Pembacokan Tukang Sayur di Serpong Utara 5 Orang

Megapolitan
Geng Motor Bacok Tukang Sayur di Serpong Utara, Rampas Ponsel dan Uang

Geng Motor Bacok Tukang Sayur di Serpong Utara, Rampas Ponsel dan Uang

Megapolitan
Boarding Pass KA Jarak Jauh Kini Terintegrasi Aplikasi Peduli Lindungi

Boarding Pass KA Jarak Jauh Kini Terintegrasi Aplikasi Peduli Lindungi

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Meningkat pada Pekan Terakhir PPKM Level 4, Seperti Apa Penularannya?

Kasus Covid-19 di Tangsel Meningkat pada Pekan Terakhir PPKM Level 4, Seperti Apa Penularannya?

Megapolitan
Tabrak Pembatas Jalur Sepeda Sudirman, Mobil Berpelat RFS Terguling di Dekat Gedung Kemenpan-RB

Tabrak Pembatas Jalur Sepeda Sudirman, Mobil Berpelat RFS Terguling di Dekat Gedung Kemenpan-RB

Megapolitan
Cara Mendaftar Vaksin Dosis Kedua Via JAKI

Cara Mendaftar Vaksin Dosis Kedua Via JAKI

Megapolitan
Tak Punya Uang, Pemkot Bekasi Belum Bayar Insentif Nakes Januari-Mei 2021

Tak Punya Uang, Pemkot Bekasi Belum Bayar Insentif Nakes Januari-Mei 2021

Megapolitan
Kepala Puskesmas di Tangerang Gugur setelah Terinfeksi Covid-19

Kepala Puskesmas di Tangerang Gugur setelah Terinfeksi Covid-19

Megapolitan
Meski Kasus Covid-19 Turun, Jakarta Masih Kekurangan Nakes

Meski Kasus Covid-19 Turun, Jakarta Masih Kekurangan Nakes

Megapolitan
Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Jakarta Turun Jadi 77 Persen

Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Jakarta Turun Jadi 77 Persen

Megapolitan
UPDATE 24 Juli: Depok Tambah 712 Kasus Positif Covid-19

UPDATE 24 Juli: Depok Tambah 712 Kasus Positif Covid-19

Megapolitan
Kemenkes Akui Tak Semua WNA Bisa Ikut Vaksinasi

Kemenkes Akui Tak Semua WNA Bisa Ikut Vaksinasi

Megapolitan
Tambah 333 Kasus Baru, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 30.425

Tambah 333 Kasus Baru, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 30.425

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X