Kompas.com - 18/11/2016, 12:23 WIB
Sandiaga Uno tanda tangani kontrak politik yang disodorkan warga Kampung Nelayan, Jakarta Utara, Jumat (18/11/2016) Kompas.com/David Oliver PurbaSandiaga Uno tanda tangani kontrak politik yang disodorkan warga Kampung Nelayan, Jakarta Utara, Jumat (18/11/2016)
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menandatangani kontrak politik yang diajukan warga Kampung Nelayan, Blok Empang, Jakarta Utara.

Kedatangan Sandiaga ke Kampung Nelayan ini merupakan bagian dari rangkaian kampanyenya untuk mendapatkan dukungan pada Pilkada DKI 2017.

Saat tiba, Sandiaga disodori sebuah map yang di dalamnya berisi kontrak politik Sandiaga dengan warga Kampung Nelayan.

Sandiaga langsung menandatangani kontrak tersebut di atas meterai Rp 6.000.

"Kenapa takut tanda tangani yang begini? Ini kan hak warga," ujar Sandiaga, Jumat (18/11/2016).

(Baca juga: Datangi Kampung Nelayan, Sandiaga Bawa Tim Advokasi)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kontrak tersebut berisi tiga permintaan warga. Pertama, warga meminta jika nantinya Sandiaga terpilih menjadi wakil gubernur DKI, ia harus menata Kampung Nelayan menjadi daerah yang bersih dan rapi.

Kedua, warga meminta dibantu terkait pengembangan usaha-usaha kecil yang ada di wilayah Blok Empang, salah satunya usaha budidaya kerang hijau.

Ketiga, warga meminta agar Sandiaga mempercepat pembentukan RT/RW di lingkungan tersebut.

Saat ini, Kampung Nelayan belum tercatat secara administrasi di Kelurahan Pluit.

(Baca juga: Cerita Sandiaga soal Modal Usaha dari Istrinya)

Keempat, warga meminta Sandiaga menjamin tidak ada pembongkaran di lingkungan Blok Empang.

"Kami tidak akan bongkar Kampung Nelayan selama ada penataan. Warga di sini sebagian besar mau kok untuk ditata," ujar Sandiaga.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

Megapolitan
Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Megapolitan
Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Megapolitan
Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Megapolitan
Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Megapolitan
Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Megapolitan
Ketika Anggota TNI AD Tewas Ditusuk karena Lerai Pertikaian di Depok...

Ketika Anggota TNI AD Tewas Ditusuk karena Lerai Pertikaian di Depok...

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jakarta Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jakarta Diguyur Hujan

Megapolitan
Total 1.509 Sekolah di Jakarta Gelar PTM Terbatas Mulai Senin Pekan Depan

Total 1.509 Sekolah di Jakarta Gelar PTM Terbatas Mulai Senin Pekan Depan

Megapolitan
Remaja yang Tenggelam di Kali Teluk Gong Ditemukan Tewas

Remaja yang Tenggelam di Kali Teluk Gong Ditemukan Tewas

Megapolitan
15 Persen Remaja Usia 12-18 Tahun di Jakarta Belum Divaksinasi Covid-19

15 Persen Remaja Usia 12-18 Tahun di Jakarta Belum Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
P2G Kritik Pemprov DKI yang Tak Cek Langsung Kelayakan Sekolah Gelar PTM

P2G Kritik Pemprov DKI yang Tak Cek Langsung Kelayakan Sekolah Gelar PTM

Megapolitan
Masuk ke Lapas Tangerang, Eks Mensos Juliari Ditempatkan di Sel Masa Pengenalan Lingkungan

Masuk ke Lapas Tangerang, Eks Mensos Juliari Ditempatkan di Sel Masa Pengenalan Lingkungan

Megapolitan
Wagub DKI Minta Pengusaha Karaoke Sabar Tunggu Izin Beroperasi

Wagub DKI Minta Pengusaha Karaoke Sabar Tunggu Izin Beroperasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.