Kompas.com - 21/11/2016, 20:48 WIB
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengaku tidak mengenal pimpinan massa atau komandan yang memimpin massa yang menghadangnya di Kembangan Utara, Jakarta Barat, pada 9 November 2016 lalu.

"Saya sama sekali tidak kenal sama orang tersebut," kata Djarot usai diperiksa sebagai saksi terkait kasus penghadangan itu, di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, di Jakarta, Senin (21/11/2016) malam.

(Baca juga: Dua Jam Diperiksa, Djarot Ceritakan Kronologi Penghadangan kepada Penyidik)

Ia juga mengaku tidak mengenal kelompok orang yang berteriak-teriak menolak kehadirannya di Kembangan Utara.

"Itu juga saya tidak kenal," ujar Djarot.

Selebihnya, ia menyerahkan masalah ini kepada penyidik Polda Metro Jaya, termasuk apakah kelompok yang melakukan penghadangan pada kampanyenya di Kembangan Utara itu terorganisasi atau tidak.

"Kalau (disebut) terorganisir, sebetulnya tergantung pihak penyidik," ujar Djarot.

Namun, Djarot menduga yang menghadangnya kemungkinan memang terorganisasi.

"Kalau tidak terorganisir, kan ya susah ya karena sekelompok orang itu, ternyata mengikuti saya," ujar Djarot.

(Baca juga: Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot Duga Ada Aktor Politik di Balik Penghadangan Kampanye )

Ketika dia sampai di tempat kampanye berikutnya di rumah Haji Saman, di Kembangan Selatan, kelompok orang yang sama diduga masih mengikuti.

"Mereka masih ngikutin dan menghadang di sekitar 20 meter dari rumahnya Pak Haji Saman, sehingga mereka masih teriak-teriak," ujar Djarot.

Kompas TV Djarot Diperiksa terkait Kasus Penolakan Kampanye
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditanya soal Gantikan Anies sebagai Pj Gubernur, Sekda Marullah Menjawab dengan Surat Ali Imran Ayat 26

Ditanya soal Gantikan Anies sebagai Pj Gubernur, Sekda Marullah Menjawab dengan Surat Ali Imran Ayat 26

Megapolitan
Petugas Samsat yang Minta Uang Rp 30 Ribu ke Soleh Solihun Saat Perpanjang STNK Disebut Bukan Polisi

Petugas Samsat yang Minta Uang Rp 30 Ribu ke Soleh Solihun Saat Perpanjang STNK Disebut Bukan Polisi

Megapolitan
Tinjau Harga Pangan di Pasar Sukatani Depok, Ridwan Kamil Sebut Kenaikan Masih Bisa Ditoleransi

Tinjau Harga Pangan di Pasar Sukatani Depok, Ridwan Kamil Sebut Kenaikan Masih Bisa Ditoleransi

Megapolitan
Anies Resmikan Sekolah Berkonsep 'Net Zero Carbon', Apa Itu?

Anies Resmikan Sekolah Berkonsep "Net Zero Carbon", Apa Itu?

Megapolitan
Ini Duduk Perkara yang Bikin Anies Dilaporkan ke Bawaslu

Ini Duduk Perkara yang Bikin Anies Dilaporkan ke Bawaslu

Megapolitan
Rumah 4 Lantai di Jakarta Disebut Boros Air, Kadis LH Beri Penjelasan

Rumah 4 Lantai di Jakarta Disebut Boros Air, Kadis LH Beri Penjelasan

Megapolitan
Soleh Solihun Ungkap Praktik Pungli di Samsat Polda Metro Saat Urus STNK, Polisi: Sudah Selesai

Soleh Solihun Ungkap Praktik Pungli di Samsat Polda Metro Saat Urus STNK, Polisi: Sudah Selesai

Megapolitan
Jasad Bayi Laki-laki dalam Kondisi Membusuk Ditemukan di Pinggir Kali Bekasi

Jasad Bayi Laki-laki dalam Kondisi Membusuk Ditemukan di Pinggir Kali Bekasi

Megapolitan
Anies: Jakarta Komitmen Turunkan Emisi Karbon 30 Persen pada 2030

Anies: Jakarta Komitmen Turunkan Emisi Karbon 30 Persen pada 2030

Megapolitan
Seorang Remaja Diduga Diperkosa 3 Pengamen di Kawasan Jakarta Islamic Centre Jakut

Seorang Remaja Diduga Diperkosa 3 Pengamen di Kawasan Jakarta Islamic Centre Jakut

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi Kini Sudah Bisa Naik Bus Listrik, Tersedia untuk Rute Cikarang Utara-Soekarno Hatta

Warga Kabupaten Bekasi Kini Sudah Bisa Naik Bus Listrik, Tersedia untuk Rute Cikarang Utara-Soekarno Hatta

Megapolitan
Anies Resmikan Sekolah Berkonsep 'Net Zero Carbon', Siswa SDN 08 Jakarta: Kelasnya Jadi Panas

Anies Resmikan Sekolah Berkonsep "Net Zero Carbon", Siswa SDN 08 Jakarta: Kelasnya Jadi Panas

Megapolitan
Di Sidang Kasus KSP Indosurya, 8 Korban Mengaku Uangnya Tidak Kembali

Di Sidang Kasus KSP Indosurya, 8 Korban Mengaku Uangnya Tidak Kembali

Megapolitan
Motor Gerobak Sampah Terguling di Serua Ciputat, Pengemudinya Kaget dan Kurangi Kecepatan Saat Menanjak

Motor Gerobak Sampah Terguling di Serua Ciputat, Pengemudinya Kaget dan Kurangi Kecepatan Saat Menanjak

Megapolitan
BERITA FOTO: Wajah Baru Taman Ismail Marzuki

BERITA FOTO: Wajah Baru Taman Ismail Marzuki

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.