Agus Harap Strategi dan Penampilannya Dapat Menangi Hati Warga Jakarta

Kompas.com - 28/12/2016, 19:46 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono melihat kondisi Kali Sentiong Buntu, di Sunter Agung, Jakarta Utara, Rabu (28/12/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaCalon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono melihat kondisi Kali Sentiong Buntu, di Sunter Agung, Jakarta Utara, Rabu (28/12/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan, dirinya akan semakin intensif berkampanye, yang disebutnya sebagai "gerilya" pada tahun 2017 mendatang. Agus mengklaim, strategi gerilyanya ini dapat menarik simpati warga Jakarta.

"Gerilya lapangan ini merupakan kekuatan dan juga pentingnya saya mendengarkan permasalahan yang ada di tengah-tengah warga," kata Agus, di kawasan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara, Rabu (28/12/2016).

Dia menyebut, aksinya mendatangi warga sekaligus untuk menambah pemahamannya mengenai permasalahan terkini. Selain itu, lanjut dia, komunikasinya dengan warga ini dapat menyempurnakan program-program unggulannya.

Suami Annisa Pohan itu mengaku sudah mempersiapkan berbagai strategi jelang hari pemilihan atau pada 15 Februari 2017 mendatang.

"Untuk semakin meningkatkan elektabilitas, baik melalui kegiatan lapangan seperti ini maupun kegiatan lainnya. Itu semua saya anggap sebagai bentuk dari sprint terakhir bulan Januari dan Februari," kata Agus. (Baca: Agus Tercenung Lihat Tumpukan Sampah di Kali Sentiong Buntu)

Ia merahasiakan strategi yang akan digunakannya, apakah akan menambah intensitas mengunjungi warga atau tidak.

"Yang jelas nanti akan terlihat dari penampilan saya di publik, penampilan saya sehari-hari, pada saatnya akan dibuktikan. Mudah-mudahan itu efektif dan bisa memenangi hati dan pikiran masyarakat Jakarta," kata Agus.

Adapun Agus merupakan calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu dan berpasangan dengan Sylviana Murni. Agus-Sylvi diusung oleh empat partai politik, yakni Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Baca tentang


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Megapolitan
Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Megapolitan
Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Megapolitan
UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Megapolitan
Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X