Kompas.com - 28/12/2016, 22:41 WIB
Penulis Nursita Sari
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), meminta Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono untuk tidak merombak satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Terlebih, perombakan itu dilakukan dengan mengganti pejabat.

"Kita sudah bilang enggak boleh. Kita sudah sampaikan, tunggu kita kembali. (Kalau) rombak yang perubahan struktur oke," ujar Ahok di Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).

(Baca juga: Djarot Mengaku Sudah Dimintai Masukan soal Perombakan Pejabat DKI)

Ahok mengaku tidak menyampaikan permintaan tersebut secara langsung kepada Sumarsono. Dia menyampaikan hal itu melalui Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi.

"Saya tidak bicara langsung, ngomong ke Pak Prasetio, dia kan yang masih jadi Ketua DPRD kan," kata dia.

Ahok tidak ingin Sumarsono mengganti pejabat yang menimbulkan ketidakstabilan di Pemprov DKI Jakarta.

Dia tidak ingin pejabat yang memiliki kinerja bagus kemudian digantikan oleh yang lain.

"Saya cuma sampaikan, kalau bisa ya jangan ganti yang membuat goncangan. Kalau orang kerja bagus, ya jangan diganti," ucap Ahok.

(Baca juga: Sumarsono: Kalau Ahok Tak Beri Masukan, Berarti Dia Setuju Perombakan Pejabat)

Dia mencontohkan kinerja Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan yang dinilai baik.

Meskipun tidak sesuai dengan titel atau keahliannya, tetapi apabila kinerjanya baik, tidak seharusnya diganti.

"Jangan bilang kalau bukan insinyur mesti balikin ke rumpun teknik, enggak ada. Buktinya sekarang si Teguh kerjanya lebih bagus, iya kan, logikanya begitu kan," ujar dia.

Adapun perombakan pejabat di lingkungan Pemprov DKI rencananya direalisasikan pada 3 Januari 2017.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melihat Pulau G Hasil Reklamasi yang Ditetapkan Anies Jadi Permukiman Warga Jakarta...

Melihat Pulau G Hasil Reklamasi yang Ditetapkan Anies Jadi Permukiman Warga Jakarta...

Megapolitan
Cerita Anies Heran Lihat Tumpukan Sampah di Pintu Air Manggarai usai Ahok Lengser, Tercetuslah Ide Saringan Sampah

Cerita Anies Heran Lihat Tumpukan Sampah di Pintu Air Manggarai usai Ahok Lengser, Tercetuslah Ide Saringan Sampah

Megapolitan
Pemkot Jakpus Kerahkan 500 Personel dan 5 Ekskavator Gerebek Lumpur di Kali Cideng

Pemkot Jakpus Kerahkan 500 Personel dan 5 Ekskavator Gerebek Lumpur di Kali Cideng

Megapolitan
Emak-emak Diduga Curi Tas Pengunjung Kolam Renang di Ciracas

Emak-emak Diduga Curi Tas Pengunjung Kolam Renang di Ciracas

Megapolitan
Diduga Mencopet Penumpang KRL, Seorang Pria Ditangkap Sekuriti di Stasiun Kebayoran Lama

Diduga Mencopet Penumpang KRL, Seorang Pria Ditangkap Sekuriti di Stasiun Kebayoran Lama

Megapolitan
 Suruh Sopir Truk 'Push Up', Wakil Ketua DPRD Depok Diperiksa Tim Investigasi Hari Ini

Suruh Sopir Truk "Push Up", Wakil Ketua DPRD Depok Diperiksa Tim Investigasi Hari Ini

Megapolitan
Anies Makin Blak-blakan Jelang Lengser, Nyatakan Siap Jadi Capres dan Jalin Komunikasi dengan Partai

Anies Makin Blak-blakan Jelang Lengser, Nyatakan Siap Jadi Capres dan Jalin Komunikasi dengan Partai

Megapolitan
Kritikan F-PDIP DPRD DKI untuk SIstem Transportasi Jakarta, Kemacetan Belum Berkurang

Kritikan F-PDIP DPRD DKI untuk SIstem Transportasi Jakarta, Kemacetan Belum Berkurang

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Saringan di Kali Ciliwung Dapat Saring hingga 52 Ton Sampah

Pemprov DKI Klaim Saringan di Kali Ciliwung Dapat Saring hingga 52 Ton Sampah

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Pemkot Jakarta Pusat Gerebek Lumpur Kali Cideng

Antisipasi Banjir, Pemkot Jakarta Pusat Gerebek Lumpur Kali Cideng

Megapolitan
Sempat Terendam Banjir, Puskesmas Rawa Buntu Sudah Kembali Beroperasi Normal

Sempat Terendam Banjir, Puskesmas Rawa Buntu Sudah Kembali Beroperasi Normal

Megapolitan
Pengendara Motor Adu Jotos di Tengah Jalan Pasar Minggu, Diduga akibat Bersenggolan

Pengendara Motor Adu Jotos di Tengah Jalan Pasar Minggu, Diduga akibat Bersenggolan

Megapolitan
Setelah Kali Ciliwung, Pemprov DKI Berencana Bangun Saringan Sampah Kali Pesanggrahan

Setelah Kali Ciliwung, Pemprov DKI Berencana Bangun Saringan Sampah Kali Pesanggrahan

Megapolitan
2 Saksi dan 2 Ahli Hadir untuk Ringankan Indra Kenz dari Ancaman Pidana

2 Saksi dan 2 Ahli Hadir untuk Ringankan Indra Kenz dari Ancaman Pidana

Megapolitan
Bahas Pencapresan, Anies: Enggak Ada Parpol yang Genit, Semua Serius

Bahas Pencapresan, Anies: Enggak Ada Parpol yang Genit, Semua Serius

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.