Kompas.com - 13/01/2017, 18:12 WIB
Seorang penumpang tampak jongkok di depan KRL commuter line di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (21/12/2015). KRL lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok resmi dioperasikan hari ini dengan enam perjalanan per harinya. 


Andri Donnal PuteraSeorang penumpang tampak jongkok di depan KRL commuter line di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (21/12/2015). KRL lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok resmi dioperasikan hari ini dengan enam perjalanan per harinya.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIcha Rastika

RANGKASBITUNG, KOMPAS.com - Saat ini, layanan kereta rel listrik (KRL) commuter line di hampir semua relasi tercatat sudah melayani penumpang hingga hampir tengah malam.

Kereta menuju Bekasi, Bogor, Serpong, dan Tangerang misalnya, tercatat berangkat dari Jakarta terakhir pukul 23.30.

Jika jadwal KRL terakhir melayani hingga pukul 23.30, jadwal KRL pertama yang mulai melayani penumpang di keempat relasi itu adalah sekitar pukul 04.00.

(Baca juga: KRL "Commuter Line" ke Rangkasbitung Mulai Diuji Coba 20 Januari)

Saat ditanya kemungkinan commuter line memperpanjang layanan hingga 24 jam, Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Muhammad Nurul Fadhila menyatakan hal tersebut tidak pernah direncanakan.

"Kami tidak pernah punya rencana mengubah ini (KRL) jadi 24 jam," kata Fadhila saat berkunjung ke Stasiun Rangkasbitung, Banten, Jumat (13/1/2017).

Menurut Fadhila, tidak ada layanan kereta perkotaan di dunia yang melayani penumpang 24 jam. Ia kemudian mencontohkan layanan kereta yang ada di Tokyo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pernyataan Fadhila ini lalu dibenarkan salah satu teknisi JR East asal Jepang yang sedang bertugas di KCJ, Kengo Maeda.

Dalam kesempatan yang sama, Maeda menyatakan, Yamanote Line yang dijalankan JR East di Tokyo hanya melayani penumpang dari pukul 04.30 hingga 01.00.

"Jadi Yamanote Line yang punya JR East aja enggak 24 jam," ujar Fadhila.

Menurut Fadhila, ada standar operasional prosedur terkait pemeliharaan kereta dan pembersihan stasiun yang membuat layanan KRL commuter line tidak pernah bisa 24 jam.

(Baca juga: Februari, "Top Up" "Multitrip" "Commuter Line" Bisa di Luar Stasiun )

Fadhila menyampaikan, PT KCJ membutuhkan waktu minimal 4 jam untuk pemeliharaan kereta-kereta yang digunakan, sedangkan waktu minimal untuk membersihkan stasiun adalah selama dua jam.

Menurut Fadhila, pembersihan stasiun tidak akan bisa optimal selama masih ada penumpang di lokasi. "Jadi semua prosedur itu yang tidak nisa kami langgar," ujar dia.

Kompas TV Tarif KRL "Commuter Line" Naik
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, Wagub DKI: Korban Terjebak Asap

2 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, Wagub DKI: Korban Terjebak Asap

Megapolitan
Kecelakaan Transjakarta di Simpang PGC, Sopir Bus Diberhentikan Sementara

Kecelakaan Transjakarta di Simpang PGC, Sopir Bus Diberhentikan Sementara

Megapolitan
Wagub DKI Pantau Gedung Cyber yang Terbakar

Wagub DKI Pantau Gedung Cyber yang Terbakar

Megapolitan
Pemprov DKI Targetkan 60 Persen Warga Pakai Kendaraan Umum Tahun 2039

Pemprov DKI Targetkan 60 Persen Warga Pakai Kendaraan Umum Tahun 2039

Megapolitan
UPDATE 2 Desember: Jakarta Tambah 28 Kasus, 423 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Desember: Jakarta Tambah 28 Kasus, 423 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Sopir Tak Jaga Jarak, BMW Seruduk Fortuner di Tol Bandara Soekarno-Hatta

Sopir Tak Jaga Jarak, BMW Seruduk Fortuner di Tol Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Ditabrak Truk, Pohon Tumbang Menutup Jalan di Daan Mogot

Ditabrak Truk, Pohon Tumbang Menutup Jalan di Daan Mogot

Megapolitan
Bantah Diskriminasi Reuni 212, Polisi: Tanya Gubernur Anies, Kenapa Enggak Keluarkan Rekomendasi

Bantah Diskriminasi Reuni 212, Polisi: Tanya Gubernur Anies, Kenapa Enggak Keluarkan Rekomendasi

Megapolitan
Koantas Bima Kini Terintegrasi Sistem BRT Transjakarta

Koantas Bima Kini Terintegrasi Sistem BRT Transjakarta

Megapolitan
Transjakarta Kembali Kecelakaan, Wagub DKI: Kami Akan Evaluasi

Transjakarta Kembali Kecelakaan, Wagub DKI: Kami Akan Evaluasi

Megapolitan
Nasdem Sebut Penunjukan Sahroni Jadi Ketua Pelaksana Formula E Murni Profesional

Nasdem Sebut Penunjukan Sahroni Jadi Ketua Pelaksana Formula E Murni Profesional

Megapolitan
Massa Aksi 212 Lanjutkan Kegiatan di Bekasi

Massa Aksi 212 Lanjutkan Kegiatan di Bekasi

Megapolitan
Periode Liburan Sekolah di Kota Tangerang Digeser, 17-31 Desember Wajib Belajar

Periode Liburan Sekolah di Kota Tangerang Digeser, 17-31 Desember Wajib Belajar

Megapolitan
Begini Rencana Proyek Sumur Resapan di Jakarta pada 2022, jika Dana Tak Dihapus DPRD

Begini Rencana Proyek Sumur Resapan di Jakarta pada 2022, jika Dana Tak Dihapus DPRD

Megapolitan
Bendera Ormas Tak Berizin di Jakarta Barat Akan Ditertibkan

Bendera Ormas Tak Berizin di Jakarta Barat Akan Ditertibkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.