Panwaslu Sita 900.000 Brosur "Black Campaign" terhadap Anies-Sandi

Kompas.com - 12/02/2017, 18:30 WIB
900.000 brosur berisi black campaign terhadap pasangan cagub-cawagub nomor pemilihan tiga DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno disita Panwaslu Jakarta Barat pada Sabtu (11/2/2017) pagi. Brosur-brosur tersebut kini disimpan di Kantor Panwaslu Jakarta Barat. Nursita Sari900.000 brosur berisi black campaign terhadap pasangan cagub-cawagub nomor pemilihan tiga DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno disita Panwaslu Jakarta Barat pada Sabtu (11/2/2017) pagi. Brosur-brosur tersebut kini disimpan di Kantor Panwaslu Jakarta Barat.
Penulis Nursita Sari
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Barat menemukan 900.000 brosur berisi black campaign terhadap cagub-cawagub nomor pemilihan tiga DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Ketua Panwaslu Jakarta Barat Puadi mengatakan, brosur-brosur tersebut disita pada Sabtu (11/2/2017).

"Totalnya 900.000 lembar. Ini ada dua mobil truk, diangkut bolak-balik," ujar Puadi di Kantor Panwaslu Jakarta Barat, Jalan Kebon Jeruk Raya, Minggu (12/2/2017).

(Baca juga: Merasa Dirugikan Brosur "Black Campaign", Agus Akan Lapor ke Polisi)

Puadi menyampaikan, mulanya ada laporan dari masyarakat yang menemukan brosur-brosur tersebut.

Orang yang bersangkutan kemudian melapor ke Kantor Panwaslu Jakarta Barat pada Jumat (10/2/2017) malam.

Setelah itu, pengawas pemilu lapangan (PPL) langsung menuju rumah terlapor bernama Novi alias Edo.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Sabtu pagi, barulah brosur-brosur itu disita. Puadi mengatakan, pihaknya akan memanggil pelapor, terlapor, dan pihak terkait lainnya pada Senin (13/2/2017) untuk dimintai klarifikasi.

"Hari Senin kami panggil si pelapor dan terlapor Novi yang ingin menyebarkan, sama saksi dari panwas. Ada sembilan orang," kata dia.

Puadi mengatakan, brosur tersebut disita dari rumah kontrakan Edo di Jalan Asem, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Isi brosur tersebut yakni tentang kebohongan Anies-Sandi dan tokoh-tokoh yang ada di balik mereka berdua.

"Kami mintai klarifikasi bersama sentra gakkumdu (penegakan hukum terpadu) apakah dalam hal black campaign ini ada pidana atau tidak. Setelah kami mintai klarifikasi baru ketahuan," ucap Puadi.

(Baca juga: Tim Anies-Sandi Minta Aparat Telusuri Dalang "Black Campaign")

Pantauan Kompas.com, brosur-brosur tersebut yang disimpan di Kantor Panwaslu Jakarta Barat dan dibungkus dalam karung beras, trash bag, serta dibungkus kertas plano.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Graha Wisata Ragunan Penuh, Pemkot Jaksel Siapkan Rusun Pasar Rumput

Antisipasi Graha Wisata Ragunan Penuh, Pemkot Jaksel Siapkan Rusun Pasar Rumput

Megapolitan
PPDB SD di Kota Tangerang Jalur Zonasi Dibuka, Posko bagi Orangtua yang Gaktek Disiapkan

PPDB SD di Kota Tangerang Jalur Zonasi Dibuka, Posko bagi Orangtua yang Gaktek Disiapkan

Megapolitan
Kasus Covid-19 Naik 159 Persen, Pemkot Tangerang Minta Kapasitas RS Ditambah

Kasus Covid-19 Naik 159 Persen, Pemkot Tangerang Minta Kapasitas RS Ditambah

Megapolitan
Update 16 Juni: Bertambah 9, Kini Ada 388 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Tangsel

Update 16 Juni: Bertambah 9, Kini Ada 388 Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Rumah Makan di Serpong Tetap Buka Usai Tertimpa Pohon Tumbang, Pemilik: Tetap Semangat Sajalah

Rumah Makan di Serpong Tetap Buka Usai Tertimpa Pohon Tumbang, Pemilik: Tetap Semangat Sajalah

Megapolitan
Terjerat Kasus Narkoba, Musisi Anji Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

Terjerat Kasus Narkoba, Musisi Anji Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

Megapolitan
Dua Jalur Zonasi PPDB Jenjang SD di Kota Tangerang Dibuka Besok, Simak Tata Cara dan Syaratnya

Dua Jalur Zonasi PPDB Jenjang SD di Kota Tangerang Dibuka Besok, Simak Tata Cara dan Syaratnya

Megapolitan
Seorang Pencuri Motor Tertangkap Basah Saat Hendak Beraksi di Kalideres

Seorang Pencuri Motor Tertangkap Basah Saat Hendak Beraksi di Kalideres

Megapolitan
Anji Akan Lakukan Asesmen untuk Rehabilitasi di BNN Pusat, Besok

Anji Akan Lakukan Asesmen untuk Rehabilitasi di BNN Pusat, Besok

Megapolitan
Pungli Sopir Truk Kontainer: dari Uang Kopi, Rokok, hingga Bongkar Muat, Minimal Habiskan Rp 100.000

Pungli Sopir Truk Kontainer: dari Uang Kopi, Rokok, hingga Bongkar Muat, Minimal Habiskan Rp 100.000

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Lucky Alamsyah Terkait Laporan Roy Suryo

Polisi Akan Periksa Lucky Alamsyah Terkait Laporan Roy Suryo

Megapolitan
Juru Parkir Minimarket, Dibutuhkan atau Tidak?

Juru Parkir Minimarket, Dibutuhkan atau Tidak?

Megapolitan
Polda Metro Usut Kepemilikan Mobil Polisi Gadungan yang Pakai Pelat Nomor Palsu

Polda Metro Usut Kepemilikan Mobil Polisi Gadungan yang Pakai Pelat Nomor Palsu

Megapolitan
Istri Mengaku Tak Tahu Anji Gunakan Narkotika

Istri Mengaku Tak Tahu Anji Gunakan Narkotika

Megapolitan
Sudinkes Jakpus Targetkan Vaksinasi 16.000 Orang Per Hari

Sudinkes Jakpus Targetkan Vaksinasi 16.000 Orang Per Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X