Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/02/2017, 18:44 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terpantau hanya sekitar 30 menit memantau acara real count Pilkada DKI Jakarta yang diselenggarakan oleh Partai Golkar, di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017).

Ahok tiba di lokasi sekitar pukul 17.20 dan kembali pukul 18.00. Di sana, Ahok yang mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna merah muda terlihat langsung menghampiri Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Selain itu, di sana juga terlihat Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi. Setelah mengobrol dan melihat real count, Ahok langsung meninggalkan lokasi.

Ahok akan kembali menyambangi kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan.

"Balik lagi nih ke Kebagusan," kata Ahok, sambil terus melangkahkan kakinya dengan cepat.

Sebelumnya Ahok dan calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat juga menyambangi kediaman Megawati setelah sama-sama menggunakan hak suara.

Setelah dari kediaman Megawati, Ahok-Djarot menemui pendukungnya di Rumah Lembang. Real count yang diselenggarakan Golkar ini mengandalkan para saksi dari Partai Golkar yang disebar di seluruh TPS (Tempat Pemungutan Suara) di seluruh DKI Jakarta.

Dari 91,5 persen data yang masuk, pasangan Ahok-Djarot memimpin dengan perolehan suara 42,8 persen.

Posisi kedua ditempati Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan perolehan suara 40,1 persen. Sedangkan Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni berada di posisi terakhir dengan perolehan suara 17,1 persen.

Kompas TV Walau data hitung cepat belum masuk 100%, Paslon Ahok-Djarot bersyukur timnya berada diperingkat pertama perhitungan. Ahok menilai para pemilih dirinya adalah pemilih solid yang suaranya tidak akan bergeser ke kandidat calon pemimpin DKI Jakarta lainnya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Perdana Kasus Narkoba Teddy Minahasa: Dakwaan Jaksa Langsung Dilawan Eksepsi Hotman Paris

Sidang Perdana Kasus Narkoba Teddy Minahasa: Dakwaan Jaksa Langsung Dilawan Eksepsi Hotman Paris

Megapolitan
Hujan Lebat, 1 RT di Kembangan Terendam Banjir 30 Sentimeter

Hujan Lebat, 1 RT di Kembangan Terendam Banjir 30 Sentimeter

Megapolitan
Pengakuan Dede Solehudin, Ikut Minum Kopi Beracun karena Disuruh Aki Banyu

Pengakuan Dede Solehudin, Ikut Minum Kopi Beracun karena Disuruh Aki Banyu

Megapolitan
Pensiunan Polri Penabrak Hasya Ingin Kasus Kecelakaan Diselesaikan secara Kekeluargaan

Pensiunan Polri Penabrak Hasya Ingin Kasus Kecelakaan Diselesaikan secara Kekeluargaan

Megapolitan
Wowon Mulai Tipu TKW Pakai Modus Gandakan Uang Sejak 2016

Wowon Mulai Tipu TKW Pakai Modus Gandakan Uang Sejak 2016

Megapolitan
Detik-detik Mahasiswa UI Terjatuh Sebelum Dilindas Mobil Pensiunan Polri: Ada Motor Melambat di Depannya

Detik-detik Mahasiswa UI Terjatuh Sebelum Dilindas Mobil Pensiunan Polri: Ada Motor Melambat di Depannya

Megapolitan
Teddy Minahasa Klaim Ada Oknum Hendak Jatuhkan Karirnya yang Tengah Melejit

Teddy Minahasa Klaim Ada Oknum Hendak Jatuhkan Karirnya yang Tengah Melejit

Megapolitan
Toko Bahan Bangunan di Pondok Labu Terbakar, Diduga karena Korsleting

Toko Bahan Bangunan di Pondok Labu Terbakar, Diduga karena Korsleting

Megapolitan
Dapat Imbalan Rp 100 Juta dari Wowon, Dede Solehudin: Uangnya untuk Memancing

Dapat Imbalan Rp 100 Juta dari Wowon, Dede Solehudin: Uangnya untuk Memancing

Megapolitan
Menengok Pasar Buku Kenari yang Kini Sepi dan Terlupakan...

Menengok Pasar Buku Kenari yang Kini Sepi dan Terlupakan...

Megapolitan
Ditipu Wowon Soal Sosok Aki Banyu, Duloh: Sakit Hati, tapi Enggak Mau Membunuh Lagi

Ditipu Wowon Soal Sosok Aki Banyu, Duloh: Sakit Hati, tapi Enggak Mau Membunuh Lagi

Megapolitan
Rusak, 4 Titik Jalan di Pulau Harapan Diperbaiki PPSU karena Tak Ada Alat Berat

Rusak, 4 Titik Jalan di Pulau Harapan Diperbaiki PPSU karena Tak Ada Alat Berat

Megapolitan
Dendam Jadi Motif Duloh Racuni Ujang, Tetangga yang Lolos dari Pembunuhan Berantai Wowon dkk

Dendam Jadi Motif Duloh Racuni Ujang, Tetangga yang Lolos dari Pembunuhan Berantai Wowon dkk

Megapolitan
Pengacara Pensiunan Polri Penabrak Hasya Sebut Tak Ada Skenario dalam Rekonstruksi Ulang Kecelakaan

Pengacara Pensiunan Polri Penabrak Hasya Sebut Tak Ada Skenario dalam Rekonstruksi Ulang Kecelakaan

Megapolitan
Penyesalan Dede Solehudin, Bertahun-tahun Ditipu Wowon hingga Rela Membunuh dan Minum Kopi Beracun

Penyesalan Dede Solehudin, Bertahun-tahun Ditipu Wowon hingga Rela Membunuh dan Minum Kopi Beracun

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.