Anies: Kami Gariskan Program untuk RW Lebih dari Rp 1 Miliar - Kompas.com

Anies: Kami Gariskan Program untuk RW Lebih dari Rp 1 Miliar

Kompas.com - 01/03/2017, 17:49 WIB
KOMPAS.com/Kahfi Dirga Cahya Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Kantor DPP Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu (1/3/2017).


JAKARTA, KOMPAS.com -
Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan anggaran untuk mendukung program RW yang akan dia gulirkan bisa lebih dari Rp 1 miliar per RW.

Adapun program dana Rp 1 miliar per RW juga pernah disampaikan program pasangan calon gubernur-wakil gubernur, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

"Justru kami dari awal gariskan program kami per RW angkanya bisa lebih besar daripada Rp 1 miliar. Kalau nanti diturunkan angkanya, malah kasihan dong RW-nya," kata Anies, di DPP Partai Gerindra, Jakarta, Rabu (1/3/2017).

(Baca: Anies Bersyukur jika OK OCE Ditiru)

Anies menuturkan, rencana menggulirkan dana besar per RW adalah untuk menguatkan program RW siaga. Menurut dia, cakupan RW siaga akan diperluas ke bidang kesehatan, keamanan, pendidikan, dan olahraga.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu mengungkapkan keinginannya menggelar rembug RW untuk membicarakan program tersebut jika dirinya menang pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Jadi malah jangan sampai itu (anggaran) menjadi kurang. Kami malah enggak mau janji kecil tapi kami inginnya janji yang realistis dengan kondisi di RW-nya dan itu bisa lebih besar," ucap Anies.

Anies tak menampik jika nantinya postur anggaran untuk RW akan terlihat besar. Namun, menurut Anies, hal itu tak akan menjadi masalah karena program RW akan semakin beragam sesuai yang diajukan seperti memperbaiki jalan, selokan, dan sumur resapan.

"Kalau itu semua menjadi satu, malah Rp 1 miliar enggak cukup buat satu RW," kata Anies.

Kompas TV KPU DKI Jakarta masih membahas mekanisme kampanye putaran kedua. KPU DKI menggandeng KPU pusat untuk merumuskan aturan kampanye dan aturan petahana apakah petahana harus cuti kembali atau tidak. Selain itu, KPU DKI akan melakukan uji publik untuk mengetahui bagaimana respons masyarakat pada kampanye putaran kedua. Ketua KPU DKI, Sumarno juga melibatkan pasangan calon untuk merumuskan aturan kampanye putaran kedua. Aturan cuti kampanye ini sempat dipertanyakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, meskipun nantinya mereka tetap akan mengikuti aturan yang ditetapkan oleh KPU DKI Jakarta.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorIndra Akuntono
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X