Novel Bamukmin: Saya Diberangkatkan Haji oleh Orang Tionghoa

Kompas.com - 02/03/2017, 20:10 WIB
Ambaranie Nadia K.M Sekretaris DPD FPI DKI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin memenuhi penggilan polisi terkait kasus dugaan pencucian uang di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (13/2/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris DPD FPI DKI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin membantah bahwa dirinya malu pernah bekerja di Pizza Hut. Novel bahkan menyebut dirinya pernah lama bekerja di perusahaan yang dimiliki salah seorang tionghoa non muslim.

Saat bekerja di perusahaan itu, Novel menyebut dirinya sampai pernah diberangkatkan haji oleh di pemilik perusahaan.

"Saya dihajiin perusahaan non Islam itu sendiri yang memang perusahaan itu pemiliknya China. Enggak ada masalah," kata Novel.

Hal itu dilontarkannya saat datang memenuhi panggilan Polres Metro Jakarta Selatan untuk dimintai keterangan sebagai saksi pelapor kasus dugan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE yang dituduhkannya terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (2/3/2017).

Pelaporan yang dilakukan Novel terhadap Ahok terkait pernyataan Ahok yang pernah menuding Novel malu pernah bekerja di Pizza Hut dan dengan sengaja menyamarkan ejaannya menjadi " fitsa hats".

Ahok menyebut Novel malu karena Pizza Hut adalah perusahaan asal Amerika. Novel menuding Ahok telah secara sengaja berusaha menggiring riwayat pekerjaannya itu dengan menghubungkan dengan kasus penodaan agama.

"Karena itu saya juga laporkan dengan UU ITE karena dia dengan sengaja preskon di depan kamera yang pasti wartawan akan menyiarkan itu di berbagai media," ucap Novel. (Baca: Novel Bamukmin: Saya Ditanya Ejaannya Gimana, Saya Jawab PIZZA HUT)

Kasus " Fitsa Hats" bermula saat Novel hadir menjadi saksi pelapor persidangan kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok pada 3 Januari lalu. Saat itu usai persidangan, Ahok menceritakan riwayat pekerjaan Novel.

Menurut Ahok, Novel pernah bekerja sebagai karyawan di Pizza Hut. Namun, Ahok menilai Novel malu mengakui hal tersebut. Sebab dalam keterangan yang ada di Berita Acara Pemeriksaan (BAP), lokasi tempat kerja yang tertulis adalah "Fitsa Hats".

Sementara itu, Novel menyatakan bahwa pada saat persidangan dirinya sudah mengklarifikasi kepada hakim bahwa ia luput mengoreksi kesalahan yang terjadi saat pengetikan BAP. (Baca: Ahok Sindir Novel soal Kerja di "Pizza Hut", tetapi Ditulis "Fitsa Hats")


EditorFidel Ali

Close Ads X