Kompas.com - 07/03/2017, 21:03 WIB
Ribuan diver GrabBike menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (5/1/2017). Kompas.com/Robertus BelarminusRibuan diver GrabBike menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (5/1/2017).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar mengatakan, pihaknya telah memutuskan kemitraan dengan pengemudi Grab, Triwahyuno, yang mengancam penumpang bernama Nadya Barnes.

"Menyusul hasil investigasi berdasarkan bukti-bukti terkait kejadian tersebut, kami telah memutus kemitraan dengan pengemudi yang bersangkutan," ucap Mediko dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/3/2017).

Tak hanya itu, manajemen Grab siap mendukung Nadya jika ingin melaporkan Triwahyuno kepada pihak kepolisian.

Mediko mengatakan, tindakan tegas ini diambil untuk menegakkan kode etik pengemudinya.

Untuk menghindari hal serupa terjadi, manajemen Grab akan mengadakan pelatihan berkala bagi para pengemudi agar beretika lebih baik.

"Salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan ulang secara berkala kepada para mitra pengemudi mengenai etika pelayanan kepada penumpang sesuai dengan kode etik yang berlaku dan sekali lagi, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh penumpang tersebut," ujar Mediko.

(Baca juga: Penumpang Keluhkan Ancaman dari Oknum Pengemudi GrabBike)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Insiden yang dialami Nadya dibaginya melalui Facebook pada Senin (6/3/2017). Pengalamannya itu bermula pada Kamis (2/3/2017) saat Nadya memesan GrabBike dari Jalan Tol Cawang Grogol ke PT Metraplasa, sekitar pukul 10.32.

"Saya pesan GrabBike dan dapat telepon dari pengemudi menyuruh saya membatalkan pemesanan karena jaraknya ke tempat saya. Dia bilang batalkan karena dia masih jauh, jadi saya membatalkan berkali-kali, tetapi aplikasi tidak bisa karena pengemudi sudah mengclick "en route"," tulis Nadya dalam akun Facebooknya, Senin.

Nadya pun menelepon balik Triwahyuno, pengemudi itu, untuk memberi tahu masalahnya dan meminta Triwahyuno yang membatalkan.

Setelah menaiki ojek online lainnya, Nadya ditelepon berkali-kali dengan ucapan kasar oleh Triwahyuno.

Pengemudi itu, kata Nadya, bahkan menyebut dia "berengsek" melalui pesan WhatsApp. Teror Triwahyuno tidak berhenti di situ.

Pada Senin, Nadya diancam oleh Triwahyuno melalui WhatsApp. Ancaman itu bernada SARA.



Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Datangi Rumah Duka Mertua SBY

Anies Datangi Rumah Duka Mertua SBY

Megapolitan
RS Hermina Depok Perkenalkan Aplikasi Emergency Button untuk Kondisi Gawat Darurat

RS Hermina Depok Perkenalkan Aplikasi Emergency Button untuk Kondisi Gawat Darurat

Megapolitan
LBH Masyarakat Akan Bertemu 9 Keluarga Napi Tewas di Lapas Tangerang yang Hendak Tuntut Pemerintah

LBH Masyarakat Akan Bertemu 9 Keluarga Napi Tewas di Lapas Tangerang yang Hendak Tuntut Pemerintah

Megapolitan
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Wagub DKI: Tanda Pandemi di Jakarta Membaik

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Wagub DKI: Tanda Pandemi di Jakarta Membaik

Megapolitan
Update 20 September: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta di Bawah 100

Update 20 September: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta di Bawah 100

Megapolitan
UPDATE 20 September: Tambah 5 Kasus, 31 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 20 September: Tambah 5 Kasus, 31 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Antisipasi Tumbang, Pepohonan di Jalan Tekno Widya Serpong Bakal Dipangkas

Antisipasi Tumbang, Pepohonan di Jalan Tekno Widya Serpong Bakal Dipangkas

Megapolitan
Mobil Tercebur ke Saluran Air di Pulomas, Sopir Mengaku Mengantuk

Mobil Tercebur ke Saluran Air di Pulomas, Sopir Mengaku Mengantuk

Megapolitan
Anies Dipanggil KPK, Wagub DKI: Kami Yakin Tidak Terlibat Korupsi Tanah Munjul

Anies Dipanggil KPK, Wagub DKI: Kami Yakin Tidak Terlibat Korupsi Tanah Munjul

Megapolitan
Kejaksaan Tahan 3 Tersangka Korupsi Anak Usaha Jakarta Tourisindo

Kejaksaan Tahan 3 Tersangka Korupsi Anak Usaha Jakarta Tourisindo

Megapolitan
Ungkap Kasus Pria Gantung Diri Saat Live TikTok, Polisi Tunggu Hasil Uji Lab

Ungkap Kasus Pria Gantung Diri Saat Live TikTok, Polisi Tunggu Hasil Uji Lab

Megapolitan
Proyek Normalisasi Ciliwung di Cawang Akan Bebaskan 300 Bidang Tanah di 4 RW

Proyek Normalisasi Ciliwung di Cawang Akan Bebaskan 300 Bidang Tanah di 4 RW

Megapolitan
Daftar 60 SMP di Kota Tangerang yang Mulai Gelar Belajar Tatap Muka Hari Ini

Daftar 60 SMP di Kota Tangerang yang Mulai Gelar Belajar Tatap Muka Hari Ini

Megapolitan
Saat Berbagai Tugu yang Dibangun Anies Tuai Polemik: Ujung-ujungnya Dibongkar dan Satu Mangkrak

Saat Berbagai Tugu yang Dibangun Anies Tuai Polemik: Ujung-ujungnya Dibongkar dan Satu Mangkrak

Megapolitan
Anggota DPRD DKI: Anies Lakukan Penyalahgunaan Wewenang demi Formula E

Anggota DPRD DKI: Anies Lakukan Penyalahgunaan Wewenang demi Formula E

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.