Angkot di Tangerang Dipastikan Beroperasi Penuh Sore Nanti

Kompas.com - 09/03/2017, 11:11 WIB
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suasana saat supir angkot melakukan demo dengan aksi mogok tarik penumpang di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (8/3/2017). Ratusan sopir meminta pemerintah agar melarang angkutan online beroperasi di Tangerang.

TANGERANG, KOMPAS.com - Ketua Organda Kota Tangerang Eddi Faisal Lubis menjelaskan angkot belum beroperasi secara penuh pada Kamis (9/3/2017) pagi hingga siang ini.

Hal itu dikarenakan pihaknya masih menyosialisasikan hasil kesepakatan dari mediasi antara Organda dengan ojek online usai bentrok pada Rabu (8/3/2017).

"Kalau beroperasi penuh belum ya, karena kesepakatan dari mediasi semalam itu pukul 24.00 WIB, jadi sopir-sopir sudah pada istirahat dan ada yang handphone-nya mati. Kami baru sosialisasikan pagi ini, harapannya nanti sore sudah full beroperasi," kata Eddi kepada Kompas.com, Kamis siang.

Hasil kesepakatan dari mediasi yang dimaksud adalah memastikan bentrok antara sopir angkot dengan driver ojek online kemarin sebagai sebuah kesalahpahaman. Mereka juga sudah sepakat untuk berdamai, tidak mengulangi kejadian serupa, dan menjaga suasana tetap kondusif hari ini dan seterusnya. (Baca: Sopir Angkot dan Pengemudi Ojek "Online" Bentrok di Tangerang)

Eddi menjelaskan, pihaknya memang menggelar aksi damai pada Rabu pagi dengan tujuan menuntut kepastian status angkutan sewa mobil berbasis aplikasi atau online. Menurut Eddi, ketidakpastian terhadap angkutan sewa itu telah meresahkan pengusaha dan sopir angkot selama ini serta mempengaruhi pendapatan mereka.

Kompas TV Bentrokan terjadi dalam unjuk rasa anti-ojek online di Tangerang, Banten. Tidak terima di-sweeping sopir angkutan kota, pengemudi ojek online balik merusak angkot. Mereka yang berjaket ojek online ini marah setelah di-sweeping sopir angkutan kota. Setidaknya, ada empat angkutan umum yang rusak dalam kejadian ini. Seorang sopir juga jempat dianiaya sejumlah orang.

"Sebenarnya itu tuntutan kami, jadi bukan dengan ojek online. Kemarin itu ada sopir angkot wilayah Kabupaten Tangerang yang bukan di bawah naungan kami diduga memicu kericuhan di lapangan. Kami monitor ada di beberapa tempat," tutur Eddi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorFidel Ali
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

YouTuber Rius Vernandes Ingin Audiensi dengan Pemerintah soal Kartu Menu Garuda Indonesia

YouTuber Rius Vernandes Ingin Audiensi dengan Pemerintah soal Kartu Menu Garuda Indonesia

Megapolitan
Polda Metro Jaya Cabut Laporan terhadap Caleg Gerindra Wahyu Dewanto 

Polda Metro Jaya Cabut Laporan terhadap Caleg Gerindra Wahyu Dewanto 

Megapolitan
Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar karena Rapuh

Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar karena Rapuh

Megapolitan
Kolong Flyover Arief Rachman Hakim Depok Jadi Lahan Parkir Liar

Kolong Flyover Arief Rachman Hakim Depok Jadi Lahan Parkir Liar

Megapolitan
Cara Planetarium Siasati Polusi dan Gedung Tinggi di Jakarta demi Melihat Bintang

Cara Planetarium Siasati Polusi dan Gedung Tinggi di Jakarta demi Melihat Bintang

Megapolitan
Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar

Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar

Megapolitan
Serikat Karyawan Garuda: Unggahan Rius Vernandes Merugikan Perusahaan

Serikat Karyawan Garuda: Unggahan Rius Vernandes Merugikan Perusahaan

Megapolitan
Pihak Pengelola Bantah Gerombolan Rusa Kebun Binatang Ragunan Kabur ke Permukiman

Pihak Pengelola Bantah Gerombolan Rusa Kebun Binatang Ragunan Kabur ke Permukiman

Megapolitan
Dilaporkan ke Polisi, Rian Ernest Siap Hadapi

Dilaporkan ke Polisi, Rian Ernest Siap Hadapi

Megapolitan
Cerita Kurir Sepeda, Bertarung Lawan Ojek Online, Macet hingga Kotornya Udara Jakarta

Cerita Kurir Sepeda, Bertarung Lawan Ojek Online, Macet hingga Kotornya Udara Jakarta

Megapolitan
Anies Terlalu Lama Tanpa Wagub dan Pengaruhnya terhadap Kebijakan di Jakarta

Anies Terlalu Lama Tanpa Wagub dan Pengaruhnya terhadap Kebijakan di Jakarta

Megapolitan
Petugas Damkar Evakuasi Anjing yang Tercebur ke Sumur di Ciracas

Petugas Damkar Evakuasi Anjing yang Tercebur ke Sumur di Ciracas

Megapolitan
Hidup Baru Korban Kebakaran Cipinang di Rusun Jatinegara Kaum

Hidup Baru Korban Kebakaran Cipinang di Rusun Jatinegara Kaum

Megapolitan
Penjelasan Singkat Wali Kota Tangerang soal Perselisihannya dengan Menkumham

Penjelasan Singkat Wali Kota Tangerang soal Perselisihannya dengan Menkumham

Megapolitan
Pengamat: Pemasangan Lagu di Lampu Merah Depok Tidak Punya Target dan Tujuan Jelas

Pengamat: Pemasangan Lagu di Lampu Merah Depok Tidak Punya Target dan Tujuan Jelas

Megapolitan
Close Ads X