Kompas.com - 13/03/2017, 10:44 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menduga ada pihak yang menggerakkan peredaran spanduk larangan menyalatkan jenazah di Jakarta. Hal ini terlihat dari tulisan di dalam spanduk yang seragam.

"Enggak tahu (dipasang) oleh siapa, tapi spanduk itu hampir tulisannya seragam. Cetakannya seragam, hanya warnanya beda-beda," ujar Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (13/3/2017).

"Kalau hurufnya sama dicetak bersama kan berarti ada yang menggerakkan," kata Sumarsono.

Apalagi, kata Sumarsono, warga sekitar masjid mengaku tidak memasang spanduk-spanduk itu. Begitupun dengan tokoh masyarakat sekitar.

"Spanduk itu hampir dapat dipastikan yang memasang bukan masyarakat sekitar, bukan oleh warga masjid itu sendiri," ujar Sumarsono.

Sumarsono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya bisa melakukan tindakan berupa penertiban spanduk saja. Sementara, penyelidikan sumber spanduk itu diserahkan kepada polisi. (Baca: Pemprov DKI Turunkan Spanduk Provokatif dan Larangan Menyalatkan Jenazah)

Sumarsono yakin intelijen juga pasti sudah bergerak. Sumarsono berterima kasih kepada masyarakat yang bersedia menurunkan sendiri spanduk-spanduk itu. Dia juga berharap permasalahan seperti ini tidak dipolitisasi hanya untuk kepentingan Pilkada DKI 2017.

"Satu atau dua (orang) memang ada yang agak keberatan, tapi setelah dilakukan pendekatan ternyata bisa dicopot," ujar Sumarsono.

Kompas TV Sebelum menyerahkan jabatannya kepada PLT Gubernur Sumarsono, Ahok sempat menitipkan beberapa hal yang menjadi fokus Sumarsono selama Ahok jalani cuti kampanye.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Ingin Akuisisi PT KCI Terealisasi, Sesuai Amanat Jokowi

Pemprov DKI Ingin Akuisisi PT KCI Terealisasi, Sesuai Amanat Jokowi

Megapolitan
2 Pelaku Perampas Motor dengan Modus 'Debt Collector' Diringkus Polisi

2 Pelaku Perampas Motor dengan Modus "Debt Collector" Diringkus Polisi

Megapolitan
Terobos Palang Pelintasan Stasiun, Seorang Pria Tertabrak KRL di Cisauk

Terobos Palang Pelintasan Stasiun, Seorang Pria Tertabrak KRL di Cisauk

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Konstruksi LRT Jadi Penyebab Kemacetan di Jakarta

Pemprov DKI Sebut Konstruksi LRT Jadi Penyebab Kemacetan di Jakarta

Megapolitan
Sejumlah Pengunjung Samsat Polres Jaksel Tak Tahu Cek Fisik Kendaraan Gratis

Sejumlah Pengunjung Samsat Polres Jaksel Tak Tahu Cek Fisik Kendaraan Gratis

Megapolitan
Hindari Air Tanah Tercemar 'E.coli', Masyarakat Diminta Kelola Sarana MCK dengan Baik

Hindari Air Tanah Tercemar "E.coli", Masyarakat Diminta Kelola Sarana MCK dengan Baik

Megapolitan
12 Juta Motor Masuk Jakarta pada Hari Kerja, Dishub DKI Koordinasi dengan BPTJ Sediakan Transportasi Umum

12 Juta Motor Masuk Jakarta pada Hari Kerja, Dishub DKI Koordinasi dengan BPTJ Sediakan Transportasi Umum

Megapolitan
Roy Suryo Dijerat Pasal UU ITE, Ini Alasan Persidangan Digelar di Jakarta Barat

Roy Suryo Dijerat Pasal UU ITE, Ini Alasan Persidangan Digelar di Jakarta Barat

Megapolitan
Dishub DKI: 12 Juta Motor Masuk Jakarta pada Hari Kerja

Dishub DKI: 12 Juta Motor Masuk Jakarta pada Hari Kerja

Megapolitan
Diduga Adang Truk untuk Bikin Konten, Seorang Remaja Tewas Terlindas di Serpong

Diduga Adang Truk untuk Bikin Konten, Seorang Remaja Tewas Terlindas di Serpong

Megapolitan
Tol Becakayu Seksi 2A Jakasampurna-Margajaya Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini

Tol Becakayu Seksi 2A Jakasampurna-Margajaya Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini

Megapolitan
Sudin Lingkungan Hidup Jakut Bakal Identifikasi Air Tanah yang Tercemar Bakteri E Coli

Sudin Lingkungan Hidup Jakut Bakal Identifikasi Air Tanah yang Tercemar Bakteri E Coli

Megapolitan
Perempuan Ditusuk di Ratujaya Depok, Pelaku Diduga Sakit Hati karena Cintanya Tak Ditanggapi

Perempuan Ditusuk di Ratujaya Depok, Pelaku Diduga Sakit Hati karena Cintanya Tak Ditanggapi

Megapolitan
Berkas Kasus Penistaan Agama Diterima Kejari Jakbar, Roy Suryo Ditahan 20 Hari di Rutan Salemba Sebelum Persidangan

Berkas Kasus Penistaan Agama Diterima Kejari Jakbar, Roy Suryo Ditahan 20 Hari di Rutan Salemba Sebelum Persidangan

Megapolitan
Pemerintah Diminta Tetapkan Makam Syekh Buyut Jenggot sebagai Cagar Budaya

Pemerintah Diminta Tetapkan Makam Syekh Buyut Jenggot sebagai Cagar Budaya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.