Kompas.com - 14/03/2017, 18:20 WIB
Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor pemilihan tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat menemui Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2017). Kompas.com/Alsadad RudiPasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor pemilihan tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat menemui Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2017).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP Partai Perindro Hary Tanoesoedibjo menyampaikan alasan Perindo mendukung calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Khusus pilgub DKI kali ini sangat kontroversial dibanding pilkada lain. Kami perlu berpikir jernih untuk ambil keputusan tepat dan cepat," kata Hary di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (14/3/2017).

(Baca juga: Sandiaga: Pak Hary Tanoe Akan "All Out", Termasuk Turun "Blusukan")

Menurut dia, dukungan Perindo terhadap Anies-Sandiaga dilatari persamaan visi-misi.

Hary Tanoe mengatakan bahwa dia medorong Anies-Sandiaga untuk menjadi pemimpin yang bukan hanya membangun, tetapi juga menata.

Ia berharap, Jakarta bisa menjadi lebih asri dan tenang apabila Anies-Sandiaga terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur. 

"Dengan pertimbangan hal tersebut, terlepas polemik memperdebatkan masalah agama, Partai Perindro tegas adalah Pancasila, memilih pemimpin karena amanah," ujar Hary Tanoe.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga: Prabowo Hadiri Deklarasi Dukungan Partai Perindo terhadap Anies-Sandi)

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Jawab Meme Makan di Warteg dengan Aturan Maksimal 20 Menit

Anies Jawab Meme Makan di Warteg dengan Aturan Maksimal 20 Menit

Megapolitan
PKL Boleh Layani Makan di Tempat, Bima Arya: Maksimal 3 Pengunjung, Waktu Makan 20 Menit

PKL Boleh Layani Makan di Tempat, Bima Arya: Maksimal 3 Pengunjung, Waktu Makan 20 Menit

Megapolitan
PPKM Level 4 di Jakarta, Bengkel hingga Barbershop Boleh Buka

PPKM Level 4 di Jakarta, Bengkel hingga Barbershop Boleh Buka

Megapolitan
PPKM Level 4 Masih Berlangsung, Ini Dokumen yang Wajib Dibawa untuk Naik Pesawat atau Kereta Api Jarak Jauh

PPKM Level 4 Masih Berlangsung, Ini Dokumen yang Wajib Dibawa untuk Naik Pesawat atau Kereta Api Jarak Jauh

Megapolitan
Pemkot Bekasi Larang Ibadah Berjemaah di Tempat Ibadah Selama PPKM Level 4

Pemkot Bekasi Larang Ibadah Berjemaah di Tempat Ibadah Selama PPKM Level 4

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Pembuat Surat Swab Palsu di Depok

Polisi Tangkap Komplotan Pembuat Surat Swab Palsu di Depok

Megapolitan
Jumlah Tes PCR Covid-19 di Jakarta Menurun, Ini Penjelasan Dinkes DKI

Jumlah Tes PCR Covid-19 di Jakarta Menurun, Ini Penjelasan Dinkes DKI

Megapolitan
Pemkot Bekasi Izinkan Pedagang Buka Tokonya dengan Kapasitas 50 Persen Pengunjung

Pemkot Bekasi Izinkan Pedagang Buka Tokonya dengan Kapasitas 50 Persen Pengunjung

Megapolitan
138 Tabung Oksigen Hasil Sitaan Polisi Diserahkan ke Rumah Sakit

138 Tabung Oksigen Hasil Sitaan Polisi Diserahkan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Jumlah Pasien OTG di Graha TMII Terus Turun Selama PPKM, 58 Orang Masih Dirawat

Jumlah Pasien OTG di Graha TMII Terus Turun Selama PPKM, 58 Orang Masih Dirawat

Megapolitan
Pemakaman dengan Protap Covid-19 di TPU Jombang Berkurang Tiga Kali Lipat

Pemakaman dengan Protap Covid-19 di TPU Jombang Berkurang Tiga Kali Lipat

Megapolitan
GOR Matraman Belum Tampung Pasien Covid-19 meski Sudah Beroperasi

GOR Matraman Belum Tampung Pasien Covid-19 meski Sudah Beroperasi

Megapolitan
Pengemudi Harley yang Tabrak Nmax Ingin Damai, Polisi: Tak Menghapus Tindak Pidananya

Pengemudi Harley yang Tabrak Nmax Ingin Damai, Polisi: Tak Menghapus Tindak Pidananya

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 3.486 Orang

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 3.486 Orang

Megapolitan
Jakarta Perpanjang PPKM Level 4, Makan di Warteg Maksimal 20 Menit

Jakarta Perpanjang PPKM Level 4, Makan di Warteg Maksimal 20 Menit

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X