Saksi: Saat Ahok Disebut Bersalah, Saya Berangkat dengan Perasaan Berat - Kompas.com

Saksi: Saat Ahok Disebut Bersalah, Saya Berangkat dengan Perasaan Berat

Kompas.com - 29/03/2017, 16:44 WIB
Kompas.com/Akhdi Martin Pratama Suasana persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Audiotorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (29/3/2017).


JAKARTA, KOMPAS.com -
Risa Permana, menceritakan alasannya bersedia menjadi saksi ahli dalam persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Risa mengaku tidak mengenal Ahok secara langsung.

"Ketika saya dihubungi pengacara dari terdakwa, sebetulnya saya merasa masalah ini terkait pilkada," ujar Risa, di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Rabu (29/3/2017).

Direktur Pusat Kajian Representasi Sosial dan Laboratorium Psikologi Sosial itu kemudian membahas masalah keberagaman di Indonesia. Dia mengatakan selama ini keberagaman di Indonesia membuat masyarakat bersatu.

Namun, Risa merasa kecewa ketika Ahok ditetapkan sebagai tersangka.

"Ketika dinyatakan bersalah, itu adalah hari pertama saya mengisi sesi mengajar saya di UI (Universitas Indonesia). Saya berangkat dengan perasaan berat," ujar Risa.

"Apapun yang saya ajarkan tidak ada artinya karena seluruh buku yang saya pakai sebagai rujukan tidak bisa menjelaskan kenapa hal ini terjadi," kata Risa.

(baca: Ahli Bahasa: Pidato Ahok Lebih Banyak Berisi Program Budidaya Ikan)

Akhirnya, saat itu Risa memilih untuk tidak membahas apapun terkait status tersangka Ahok kepada mahasiswanya.

Setelah Risa selesai diperiksa sebagai saksi ahli, majelis hakim sempat membahas cerita Risa itu. Hakim meminta Risa untuk tidak khawatir karena Ahok belum dinyatakan bersalah.

"Pak Basuki dinyatakan bersalah itu belum, baru terdakwa. Kami di sini menyangkut asas praduga tak bersalah," ujar hakim.

"Ini supaya saat pulang, Ibu tidak terbawa mimpi lagi," kata hakim.

(baca: Ahli Psikologi Jelaskan Makna Tepuk Tangan Warga Kepulauan Seribu Kepada Ahok)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorIndra Akuntono

Terkini Lainnya

Rusun KS Tubun untuk Warga Berpenghasilan Rendah, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Rusun KS Tubun untuk Warga Berpenghasilan Rendah, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Megapolitan
Di Jalur Sarangan, 4 Kecelakaan Berujung Maut Terjadi dalam Sebulan

Di Jalur Sarangan, 4 Kecelakaan Berujung Maut Terjadi dalam Sebulan

Regional
Ruangannya Kena Peluru Nyasar, Politisi PAN Minta Polisi Usut Tuntas

Ruangannya Kena Peluru Nyasar, Politisi PAN Minta Polisi Usut Tuntas

Nasional
Penataan Jalan Pangeran Antasari, 'U-turn' Ditutup dan Jalan Dilebarkan

Penataan Jalan Pangeran Antasari, "U-turn" Ditutup dan Jalan Dilebarkan

Megapolitan
Musim Kering, Waduk dan Situ di Indramayu Hentikan Pengairan Sawah

Musim Kering, Waduk dan Situ di Indramayu Hentikan Pengairan Sawah

Regional
Hewan Misterius Kembali Serang Kambing Warga

Hewan Misterius Kembali Serang Kambing Warga

Regional
Perum PPD Klaim Kantongi Sertifikat Kepemilikan Tanah di Kebon Sayur Ciracas

Perum PPD Klaim Kantongi Sertifikat Kepemilikan Tanah di Kebon Sayur Ciracas

Megapolitan
Pembunuh Sopir Taksi Online di Palembang Divonis Penjara Seumur Hidup

Pembunuh Sopir Taksi Online di Palembang Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Risma: Saya Sudah Surati Presiden Jokowi, tetapi Belum Ada Tanggapan...

Risma: Saya Sudah Surati Presiden Jokowi, tetapi Belum Ada Tanggapan...

Regional
Ditemukan Kembali Lubang yang Diduga Bekas Tembakan Peluru di Gedung DPR

Ditemukan Kembali Lubang yang Diduga Bekas Tembakan Peluru di Gedung DPR

Nasional
ICJR Apresiasi Ide Pemerintah Susun Aturan Khusus bagi Napi Lansia

ICJR Apresiasi Ide Pemerintah Susun Aturan Khusus bagi Napi Lansia

Nasional
Cerita Ni'matul Fauziah, Atlet Tuna Netra Peraih Perak Lawnball Asian Paragames 2018 (1)

Cerita Ni'matul Fauziah, Atlet Tuna Netra Peraih Perak Lawnball Asian Paragames 2018 (1)

Regional
Taliban Peringatkan Guru dan Pelajar untuk Tak Ikuti Pemilu

Taliban Peringatkan Guru dan Pelajar untuk Tak Ikuti Pemilu

Internasional
'Nyabu', Pengusaha Kertas Gunarko Papan Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara

"Nyabu", Pengusaha Kertas Gunarko Papan Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Megapolitan
Unicef Kirim Ratusan Tenda Darurat dan Paket Sekolah untuk Anak-anak Korban Bencana Sulteng

Unicef Kirim Ratusan Tenda Darurat dan Paket Sekolah untuk Anak-anak Korban Bencana Sulteng

Nasional
Close Ads X