Kompas.com - 08/04/2017, 11:20 WIB
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah sebelum mengikuti rapat bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin (18/7/2016). Rapat digelar dalam rangka membahas kelanjutan wacana kebijakan pelat ganjil genap. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERAKepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah sebelum mengikuti rapat bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin (18/7/2016). Rapat digelar dalam rangka membahas kelanjutan wacana kebijakan pelat ganjil genap.
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mulai Jumat (7/4/2017), Dinas Perhubungan DKI Jakarta menguji coba penutupan pelintasan sebidang di Jalan Pejompongan I, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Rencananya uji coba penutupan pelintasan itu dilaksanakan hingga 4 Mei 2017.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menjelaskan ini merupakan realisasi kebijakan pemerintah pusat.

"Sesuai amanat Undang-undang harus dilaksanakan. Makanya kami uji coba," kata Andri, Sabtu (8/4/2017).

Selain pelintasan sebidang di Pejompongan, ada tiga pelintasan sebidang lainnya yang juga akan ditutup.

(Baca: 4 Pelintasan Akan Ditutup, Begini Rekayasa Lalu Lintasnya)

Yakni di pelintasan sebidang TB Simatupang atau Tanjung Barat. Rencananya sosialisasi akan dilaksanakan 10-12 April 2017.

Kemudian uji coba penutupan dan evaluasi pada 13 April-18 Mei 2017.

Pelintasan sebidang di Pasar Minggu juga akan ditutup. Sosialisasi akan dilaksanakan selama sepekan, mulai 20-27 April 2017. Uji coba dan evaluasi dilaksanakan 28 April-19 Mei 2017.

Terakhir, pelintasan sebidang yang akan ditutup adalah pelintasan di Pondok Kopi atau Penggilingan.

(Baca: Jalur Alternatif Tak Memadai, Penutupan 4 Pelintasan Bikin Macet)

Sama halnya seperti pelintasan Pasar Minggu, sosialisasi penutupan pelintasan Pondok Kopi juga akan dilaksanakan 20-27 April 2017.

Ujicoba dan evaluasi akan dilaksanakan pada 28 April-19 Mei 2017. "Yang penting amanat ini sudah dilakukan. Kalau tidak efektif, baru tidak akan dilanjutkan," kata Andri.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat 5 Orang di Jakarta Meninggal Diduga Akibat Hepatitis Akut Misterius...

Saat 5 Orang di Jakarta Meninggal Diduga Akibat Hepatitis Akut Misterius...

Megapolitan
Pengemudi Mobil Jadi Korban Pelemparan Batu di Kebayoran Lama

Pengemudi Mobil Jadi Korban Pelemparan Batu di Kebayoran Lama

Megapolitan
Sakit Hati Dipecat, Pelaku Rampok Alfamart di Senen sambil Curhat ke Korban yang Disandera

Sakit Hati Dipecat, Pelaku Rampok Alfamart di Senen sambil Curhat ke Korban yang Disandera

Megapolitan
Anak Disabilitas Dicabuli Tetangga hingga Trauma Tiap Dengar Ketukan Pintu

Anak Disabilitas Dicabuli Tetangga hingga Trauma Tiap Dengar Ketukan Pintu

Megapolitan
Dugaan Pembunuhan di Bekasi, Jasad Pria dengan Luka Sayatan Ditemukan Dalam Bangunan Kosong

Dugaan Pembunuhan di Bekasi, Jasad Pria dengan Luka Sayatan Ditemukan Dalam Bangunan Kosong

Megapolitan
Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Kekhawatiran Euforia dan Longgar Kewaspadaan

Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Kekhawatiran Euforia dan Longgar Kewaspadaan

Megapolitan
Kasus Kekerasan terhadap Anak di Serpong, Korban Dipukuli dan Dianiaya

Kasus Kekerasan terhadap Anak di Serpong, Korban Dipukuli dan Dianiaya

Megapolitan
Warga Bekasi Telanjur Nyaman Pakai Masker, Plt Wali Kota: Karena Udaranya Agak Kotor

Warga Bekasi Telanjur Nyaman Pakai Masker, Plt Wali Kota: Karena Udaranya Agak Kotor

Megapolitan
Permukiman Tergenang hingga Pohon Tumbang Saat Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Tangerang

Permukiman Tergenang hingga Pohon Tumbang Saat Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Tangerang

Megapolitan
Jenazah Pria Diduga ODGJ Ditemukan di Muaragembong Bekasi

Jenazah Pria Diduga ODGJ Ditemukan di Muaragembong Bekasi

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Pelaku Rekam Video Pakai Ponsel Korban

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Pelaku Rekam Video Pakai Ponsel Korban

Megapolitan
Update 18 Mei: Tambah 12 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 60 Pasien Masih Dirawat

Update 18 Mei: Tambah 12 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 60 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Update 18 Mei: Bertambah 17, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.232

Update 18 Mei: Bertambah 17, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 84.232

Megapolitan
Kisah Tragis Eno Farihah Diperkosa dan Dibunuh dengan Pacul, Salah Satu Pelakunya Masih Remaja (1)

Kisah Tragis Eno Farihah Diperkosa dan Dibunuh dengan Pacul, Salah Satu Pelakunya Masih Remaja (1)

Megapolitan
Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.