Kompas.com - 09/05/2017, 15:46 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat usai mengunjungi terpidana kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama di Rutan Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (9/5/2017) siang. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTRAWakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat usai mengunjungi terpidana kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama di Rutan Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (9/5/2017) siang.
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku siap mengajukan jaminan untuk penangguhan penahanan bagi terpidana kasus penodaan agama Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama.

Hal itu disampaikan Djarot usai menemui Ahok di Rutan Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (9/5/2017) siang.

"Saya sebagai Wakil Gubernur mengajukan jaminan untuk penahanan Pak Ahok supaya bisa diberikan penahanan di luar," kata Djarot kepada pewarta.

Djarot mengungkapkan alasan mengapa dia mengajukan sebagai jaminan penangguhan penahanan untuk Ahok.

Alasan utama adalah sikap Ahok yang kooperatif, tidak menghilangkan barang bukti, serta untuk menjamin proses pemerintahan dan pelayanan kepada warga tetap berjalan.

"Tadi saya sampaikan, kami tetap fokus untuk bisa memberikan pelayanan terbaik bagi warga Jakarta sampai Oktober 2017. Permohonan itu nanti kami sampaikan pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta," tutur Djarot.

Djarot telah meminta Biro Hukum DKI Jakarta untuk mempersiapkan surat pengajuan penangguhan penahanan. Surat akan diajukan secepatnya agar status Ahok bisa segera diproses oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

"Secepatnya, kalau bisa sore ini," ujar Djarot.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di Kota Tangerang Mencapai 3,1 Persen

Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di Kota Tangerang Mencapai 3,1 Persen

Megapolitan
Gudang Terbakar di Kembangan Jakbar, 13 Unit Damkar Dikerahkan

Gudang Terbakar di Kembangan Jakbar, 13 Unit Damkar Dikerahkan

Megapolitan
Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Kakek hingga Tewas di Cakung

Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Kakek hingga Tewas di Cakung

Megapolitan
Dua Wanita di Cakung Terseret 1 Meter karena Pertahankan Motor yang Hendak Dibegal

Dua Wanita di Cakung Terseret 1 Meter karena Pertahankan Motor yang Hendak Dibegal

Megapolitan
Sudah Divaksin 2 Dosis, Warga Jakarta yang Terpapar Omicron Meninggal karena Komplikasi

Sudah Divaksin 2 Dosis, Warga Jakarta yang Terpapar Omicron Meninggal karena Komplikasi

Megapolitan
72 Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan

72 Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan

Megapolitan
130 Hari Menuju Formula E, Jakpro Sebut Belum Ada Sponsor yang Resmi Bergabung

130 Hari Menuju Formula E, Jakpro Sebut Belum Ada Sponsor yang Resmi Bergabung

Megapolitan
Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Tertulis 'Gagal', Jakpro: Yaudah

Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Tertulis "Gagal", Jakpro: Yaudah

Megapolitan
Kasus Covid-19 Naik, Pemkot Tangerang Rencanakan Seluruh Siswa SD Belajar Daring

Kasus Covid-19 Naik, Pemkot Tangerang Rencanakan Seluruh Siswa SD Belajar Daring

Megapolitan
Sopir Sedang Cuti, Kakek 89 Tahun yang Tewas Dikeroyok Pergi Sendiri Tanpa Diketahui Tujuannya

Sopir Sedang Cuti, Kakek 89 Tahun yang Tewas Dikeroyok Pergi Sendiri Tanpa Diketahui Tujuannya

Megapolitan
Kasus Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Tersangka Teriaki Korban Maling karena Motornya Tersenggol

Kasus Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Tersangka Teriaki Korban Maling karena Motornya Tersenggol

Megapolitan
Dari 63 Kelurahan di Depok, Hanya Leuwinanggung yang Nihil Kasus Covid-19

Dari 63 Kelurahan di Depok, Hanya Leuwinanggung yang Nihil Kasus Covid-19

Megapolitan
Sekelompok Orang Berseragam Sekolah Serang Pelajar di Kembangan, lalu Dikejar dan Ditangkap Warga

Sekelompok Orang Berseragam Sekolah Serang Pelajar di Kembangan, lalu Dikejar dan Ditangkap Warga

Megapolitan
Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Melonjak hingga 201 dalam Sehari

Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Melonjak hingga 201 dalam Sehari

Megapolitan
Kakek 89 Tahun Dikeroyok hingga Tewas, Keluarga: Ada Pihak yang Memang Ingin Hal Ini Terjadi

Kakek 89 Tahun Dikeroyok hingga Tewas, Keluarga: Ada Pihak yang Memang Ingin Hal Ini Terjadi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.