Kuasa Hukum Ahok Targetkan Memori Banding Dikirim Pekan Depan

Kompas.com - 13/05/2017, 13:53 WIB
I Wayan Sudirta dalam talkshow Polemik Dramaturgi Ahok di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (13/5/2017). Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comI Wayan Sudirta dalam talkshow Polemik Dramaturgi Ahok di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (13/5/2017).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, I Wayan Sudirta mengaku telah menyiapkan memori banding guna penangguhan penahanan kliennya.

"Kemarin sudah kita minta penjelasan terkait prosedur dan aturan bukan bicara substansi dan ternyata mereka masih menunggu berkas dari PN Jakarta Pusat," kata dia di Jakarta, Sabtu (12/5/2017).

Wayan kemudian mempertanyakan kaitan antara berkas tersebut dengan banding penangguhan penahanan Ahok lantaran pada saat penetapan penahanan pihak pengadilan tidak memerlukan hal tersebut.

"Saya tanya kan ketika membuat penetapan penahanan Ahok tidak memerlukan berkas dan majelis hakim, nah kenapa Anda membutuhkan itu? Itu karena kebutuhan katanya padahal kan negeri ini berdasarkan hukum," jelas dia.

Kendati demikian, Wayan tetap menghormati pengadilan dan bersama timnya saat ini tengah mempersiapkan memori banding tersebut dan akan segera dikirimkan ke Pengadilan Tinggi dalam waktu dekat.

"Saya tidak menjanjikan tapi menargetkan minggu depan memori banding sudah bisa dikirim ke Pengadilan Tinggi," ujarnya.

Baca: Ahok Menyatakan Banding, PN Jakut Dinilai Tak Berwenang Perintahkan Penahanan

Adapun isi memori banding tersebut dikatakan Wayan adalah yang berkaitan dengan unsur-unsur pasal, alat-alat bukti, dan akan menyorot Buni Yani sebagai penimbul keresahan pada masyarakat.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Periksa 4 Pegawai Lapas Terkait Kaburnya Bandar Narkoba di Tangerang

Polisi Periksa 4 Pegawai Lapas Terkait Kaburnya Bandar Narkoba di Tangerang

Megapolitan
Pemkab Bekasi Akan Tambah 200 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Hotel Kawasan Jababeka

Pemkab Bekasi Akan Tambah 200 Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Hotel Kawasan Jababeka

Megapolitan
Hilangkan Bau Potongan Jasad Korban, Pelaku Mutilasi Tuangkan Kopi dan Parfum

Hilangkan Bau Potongan Jasad Korban, Pelaku Mutilasi Tuangkan Kopi dan Parfum

Megapolitan
Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Sudah 2 Kali Kabur

Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Sudah 2 Kali Kabur

Megapolitan
UPDATE 21 September: Pasien Covid-19 DKI Bertambah 1.310, Kasus Aktif 12.974

UPDATE 21 September: Pasien Covid-19 DKI Bertambah 1.310, Kasus Aktif 12.974

Megapolitan
Satpol PP Jaksel Tindak 34 Rumah Makan Pelanggar PSBB

Satpol PP Jaksel Tindak 34 Rumah Makan Pelanggar PSBB

Megapolitan
Pentolan Geng Pencopet Ditusuk Anggotanya karena Masalah Setoran

Pentolan Geng Pencopet Ditusuk Anggotanya karena Masalah Setoran

Megapolitan
Ada 46 Perusahaan di Kabupaten Bekasi Miliki Kasus Karyawan Terpapar Covid-19

Ada 46 Perusahaan di Kabupaten Bekasi Miliki Kasus Karyawan Terpapar Covid-19

Megapolitan
Bermalam Bersama Jasad Korban, Pelaku Mutilasi Sempat Main Game Online

Bermalam Bersama Jasad Korban, Pelaku Mutilasi Sempat Main Game Online

Megapolitan
Satpol PP Tangsel Kumpulkan Rp 2 Juta dari 40 Pelanggar Wajib Masker

Satpol PP Tangsel Kumpulkan Rp 2 Juta dari 40 Pelanggar Wajib Masker

Megapolitan
PHRI DKI Jakarta: 30 Hotel Siap Tampung Isolasi Pasien OTG Covid-19

PHRI DKI Jakarta: 30 Hotel Siap Tampung Isolasi Pasien OTG Covid-19

Megapolitan
9 PPSU Bukit Duri Positif Covid-19, Rekan Kerja dan Warga Patungan Beri Bantuan

9 PPSU Bukit Duri Positif Covid-19, Rekan Kerja dan Warga Patungan Beri Bantuan

Megapolitan
Muhamad Siap Dukung Keputusan Pemerintah jika Pilkada Tangsel Harus Ditunda

Muhamad Siap Dukung Keputusan Pemerintah jika Pilkada Tangsel Harus Ditunda

Megapolitan
Gugus Tugas: Klaster Covid-19 di Pabrik Epson Cikarang Berawal Kunjungan Kerja dari Luar

Gugus Tugas: Klaster Covid-19 di Pabrik Epson Cikarang Berawal Kunjungan Kerja dari Luar

Megapolitan
Sepekan Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Terbanyak Ada di Jakarta Pusat

Sepekan Operasi Yustisi, Pelanggar Protokol Kesehatan Terbanyak Ada di Jakarta Pusat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X