Alasan Nelayan Tolak Sidang Pembahasan Amdal Reklamasi Pulau G

Kompas.com - 11/07/2017, 23:15 WIB
Puluhan nelayan yang tergabung dalam Koalisi Nelayan Tradisional (KNT) dari Muara Angke mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta di Cililitan, Jakarta Timur, Selasa (11/7/2017). Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comPuluhan nelayan yang tergabung dalam Koalisi Nelayan Tradisional (KNT) dari Muara Angke mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta di Cililitan, Jakarta Timur, Selasa (11/7/2017).
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta (KSTJ) menolak pembahasan kembali analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) reklamasi Pulau G yang digelar di Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Penolakan itu terjadi lantaran amdal di Pulau G dan pulau reklamasi lainnya termasuk Pulau F, I, dan K telah dinyatakan cacat prosedur dan substansi oleh Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Cacat prosedur karena tidak membuka ruang partisipasi dengan benar sementara cacat substansi karena tidak secara menyeluruh melakukan penilaian risiko dampak sosial ekonomi kepada nelayan terdampak," jelas perwakilan KSTJ dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Ahmad Marthin Hadiwinata saat ditemui di Cililitan, Jakarta Timur, Selasa (11/7/2017).

Baca: KNTI Minta Djarot Hormati Sikap Anies yang Ingin Hentikan Reklamasi

Selain itu, Marthin melihat bahwa proses penyusunan amdal ini masih tidak melibatkan nelayan tradisional skala kecil yang terdampak langsung.

Padahal, keterlibatan masyarakat nelayan itu disebut Marthin sebagai pemenuhan hak setiap orang terhadap lingkungan hidup termasuk hak atas ruang penghidupan nelayan atas sumber kehidupannya.

"Selain itu, amdal ini tidak didasari Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang merupakan arahan kebijakan, rencana, dan program yang terkait lingkungan hidup dan sumber daya alam," tuntasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Megapolitan
Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama Selama 1,5 Jam

Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama Selama 1,5 Jam

Megapolitan
Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

Megapolitan
Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Megapolitan
Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Megapolitan
Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Megapolitan
Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Megapolitan
Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

Megapolitan
Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Megapolitan
Video Pengemudi Bus dan Mobil Pribadi Adu Mulut di Jalan Viral

Video Pengemudi Bus dan Mobil Pribadi Adu Mulut di Jalan Viral

Megapolitan
11 Pasien Covid-19 di The Green Hotel Dipindahkan ke RS Darurat Stadion Patriot Bekasi

11 Pasien Covid-19 di The Green Hotel Dipindahkan ke RS Darurat Stadion Patriot Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X