Sandiaga Usul DPRD Rekrut Mahasiswa Magang Daripada Asisten Pribadi

Kompas.com - 21/07/2017, 15:38 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno, saat menghadiri halal bihalal di DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahWakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno, saat menghadiri halal bihalal di DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno mengusulkan agar anggota DPRD DKI Jakarta merekrut mahasiswa magang dibanding mengusulkan adanya asisten pribadi bagi setiap pimpinan dan anggota DPRD.

Sandiaga mengatakan, dibanding asisten pribadi, biaya untuk mahasiswa magang jauh lebih rendah. Anggota DPRD, kata Sandiaga bisa memilih mahasiswa yang berkompeten sesuai dengan bidang serta tugas yang dibutuhkan.

"Saya usul daripada asisten pribadi, lebih baik mendatangkan mahasiswa-mahasiswa yang ingin magang, sesuai dengan bidang-bidangnya. Dari Universitas Indonesia untuk jadi tim ahli, enggak diperlukan biaya yang tinggi," ujar Sandiaga di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Jumat (21/7/2017).

Sandiaga mengatakan, dengan menjadikan mahasiswa magang untuk membantu tugas para anggota DPRD, juga bisa memberikan pengalaman bagi para mahasiswa dalam bidang ilmu politik, komunikasi, hingga pemerintahan.

Bagi para anggota DPRD DKI juga bisa mendapatkan ide-ide yang lebih segar dari para mahasiswa.

"Jadi ada sebuah mutual simbiosis yang bagus, mahasiswanya belajar. Kalau cuma asisten aja kan sekalian belajar, bisa memberikan masukan juga dari segi ilmu kekinian kepada anggota dewan dan anggota dewan terbantukan," ujar Sandiaga.

Baca: Paripurna DPRD DKI, Ada Usulan Asisten Pribadi untuk Setiap Anggota

Pada rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (20/7/2017), Fraksi Partai Hanura mengusulkan adanya asisten pribadi bagi setiap pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta.

Fraksi Partai Hanura menilai beban kerja pimpinan dan anggota DPRD DKI sangat tinggi. Karena itu, asisten pribadi dibutuhkan.

"Fraksi Partai Hanura mengusulkan agar di dalam Raperda tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD DKI Jakarta dapat diatur pasal tersendiri tentang asisten pribadi pimpinan dan anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta," kata anggota Fraksi Partai Hanura Syarifuddin.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPAI Terima 224 Pengaduan Terkait PPDB 2020, Jakarta Terbanyak

KPAI Terima 224 Pengaduan Terkait PPDB 2020, Jakarta Terbanyak

Megapolitan
Warga Bekasi Diimbau Tiadakan Lomba 17-an

Warga Bekasi Diimbau Tiadakan Lomba 17-an

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: 4 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 604

UPDATE 5 Agustus: 4 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 604

Megapolitan
Kritik Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, F-Gerindra: Kembalikan Saja Sistem WFH

Kritik Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, F-Gerindra: Kembalikan Saja Sistem WFH

Megapolitan
Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

Megapolitan
Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

Megapolitan
Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

Megapolitan
Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

Megapolitan
Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

Megapolitan
Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

Megapolitan
Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

Megapolitan
Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

Megapolitan
Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

Megapolitan
Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

Megapolitan
Jubir Ralat Data, Ada Dua Pegawai PN Jakarta Barat yang Terpapar Covid-19

Jubir Ralat Data, Ada Dua Pegawai PN Jakarta Barat yang Terpapar Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X