Acho: Apa yang Saya Tulis di Blog Bukan Keresahan Saya Sendiri

Kompas.com - 07/08/2017, 12:54 WIB
Komika Muhadkly alias Acho saat di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/8/2017). Kompas.com/Akhdi Martin PratamaKomika Muhadkly alias Acho saat di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/8/2017).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Komika Muhadkly alias Acho mengaku didukung para penghuni Apartemen Green Pramuka dalam menghadapi kasus hukum yang menjeratnya.

Acho ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik berdasarkan laporan dari pihak Apartemen Green Pramuka yang merupakan pengelola tempat tinggalnya. 

Kasus ini berawal dari kritik Acho terhadap pengelola apartemen itu melalui blog pribadinya.

"Untuk info saja saat ini di kejaksaan negeri sudah berkumpul warga Green Pramuka juga untuk mengawal saya di sana," ujar Acho di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/8/2017).

Acho menyatakan, banyaknya dukungan itu membuktikan bahwa kritiknya terhadap pengelola Apartemen Green Pramuka untuk kepentingan masyarakat. 

"Itu membuktikan apa yang saya tulis di blog itu bukan keresahan saya sendiri, tapi saya mewakili kepentingan umum," kata Acho.

(Baca juga: Mengapa Acho Jadi Tersangka?)

Menurut dia, penghuni apartemen sudah berkali-kali mengajak pengelola untuk melakukan mediasi. Namun, kata dia, ajakan penghuni apartemen tak pernah digubris pihak pengelola.

Ia pun mengatakan bahwa apa yang ditulisnya dalam blog tersebut menjadi puncak keputusasaan para penghuni apartemen.

"Kita sudah berdemo berkali-kali. Jadi yang saya tulis 2015 puncak keputusasaan kami. Kita minta mediasi tidak bisa, pihak-pihak terkait hanya bersurat mau ada tindak lanjut, tetapi tidak ada, sosial media langkah terakhir kita untuk menyuarakan," kata Acho.

Dalam blog pribadinya yang ditulis pada 2015, Acho menyampaikan kekecewaannya atas janji pihak pengelola Apartemen Green Pramuka untuk membuat ruang terbuka hijau di sekitar kawasan apartemen yang tidak direaliasikan.

Selain itu, ia mengkritik soal sertifikat yang tak kunjung terbit, soal sistem perparkiran, tingginya biaya iuran pengelolaan lingkungan (IPL), dan tentang adanya biaya supervisi yang dibebankan ketika ingin merenovasi unit apartemennya.

(Baca juga: Penghuni Green Pramuka City: Suara Acho Itu Suara Kami Semua...)

Lembaga Bantuan Hukum Pers dan SAFEnet menilai, perbuatan yang dilakukan Acho merupakan bentuk penyampaian pendapat yang legal didasarkan bukti-bukti.

Perbuatan Acho, menurut LBH, mewakili kepentingan umum dan para penghuni apartemen yang juga dirugikan atas permasalahan pengelolaan yang terjadi.

Terkait hal ini, Kompas.com masih mencoba meminta konfirmasi pihak Apartemen Green Pramuka City.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pengemudi Bus dan Mobil Pribadi Adu Mulut di Jalan Viral

Video Pengemudi Bus dan Mobil Pribadi Adu Mulut di Jalan Viral

Megapolitan
11 Pasien Covid-19 di The Green Hotel Dipindahkan ke RS Darurat Stadion Patriot Bekasi

11 Pasien Covid-19 di The Green Hotel Dipindahkan ke RS Darurat Stadion Patriot Bekasi

Megapolitan
Pengunjung Kota Tua Mencapai 2.412 Orang pada Jumat Kemarin

Pengunjung Kota Tua Mencapai 2.412 Orang pada Jumat Kemarin

Megapolitan
Kongres Sumpah Pemuda Ternyata Pernah Digelar di Area Gereja Katedral

Kongres Sumpah Pemuda Ternyata Pernah Digelar di Area Gereja Katedral

Megapolitan
Duka Tukang Gali Harian di Tengah Pandemi, Bertahan dengan Rp 250.000 Sebulan

Duka Tukang Gali Harian di Tengah Pandemi, Bertahan dengan Rp 250.000 Sebulan

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Warga Pakistan karena Kesal Diklakson

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Warga Pakistan karena Kesal Diklakson

Megapolitan
5 Wisatawan Diminta Pulang Usai Jalani Rapid Test di Stasiun Bogor

5 Wisatawan Diminta Pulang Usai Jalani Rapid Test di Stasiun Bogor

Megapolitan
Update 30 Oktober: Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.159, Bertambah 19 Kasus

Update 30 Oktober: Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.159, Bertambah 19 Kasus

Megapolitan
BNPB Minta Depok Segera Isolasi OTG Covid-19 di Lokasi Khusus

BNPB Minta Depok Segera Isolasi OTG Covid-19 di Lokasi Khusus

Megapolitan
KPU Tetapkan Jadwal Debat Kandidat Pilkada Tangsel: 22 November dan 3 Desember 2020

KPU Tetapkan Jadwal Debat Kandidat Pilkada Tangsel: 22 November dan 3 Desember 2020

Megapolitan
Libur Panjang, 509.140 kendaraan Tinggalkan Jakarta

Libur Panjang, 509.140 kendaraan Tinggalkan Jakarta

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 30 Oktober: Total 7.116 Kasus di Depok

[UPDATE] Grafik Covid-19 30 Oktober: Total 7.116 Kasus di Depok

Megapolitan
Polemik Lokasi Khusus Isolasi OTG Covid-19 di Depok, Kini BNPB Sebut Wisma Makara UI Boleh Dipakai

Polemik Lokasi Khusus Isolasi OTG Covid-19 di Depok, Kini BNPB Sebut Wisma Makara UI Boleh Dipakai

Megapolitan
Manajemen Terminal Kampung Rambutan Akan Bagikan Masker Kain untuk Penumpang

Manajemen Terminal Kampung Rambutan Akan Bagikan Masker Kain untuk Penumpang

Megapolitan
Peserta yang Lolos CPNS Bisa Mengundurkan Diri, Ini Tahapannya

Peserta yang Lolos CPNS Bisa Mengundurkan Diri, Ini Tahapannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X