Penjelasan Kepala Stasiun Klender Baru soal Ditertibkannya Pedagang Bunga

Kompas.com - 30/08/2017, 18:14 WIB
PT KAI menertibkan pedagang bunga yang berjualan di sekitar kawasan Stasiun Klender Baru, Jakarta Timur. Penertiban dilakukan karena lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan double double track dan perluasan Stasiun Klender Baru, Selasa (29/8/2017) Kompas.com/David Oliver PurbaPT KAI menertibkan pedagang bunga yang berjualan di sekitar kawasan Stasiun Klender Baru, Jakarta Timur. Penertiban dilakukan karena lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan double double track dan perluasan Stasiun Klender Baru, Selasa (29/8/2017)
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com- Kepala Stasiun Klender Baru Arief Sujito mengatakan, Pemerintah Kota Jakarta Timur tidak pernah berkoordinasi dengan pihak stasiun saat memindahkan para pedagang bunga ke sekitar kawasan Stasiun Klender Baru.

Ditemui Kompas.com di kantornya, Rabu (30/8/2017), para pedagang mulai menempati kawasan tersebut sejak awal November 2016. Arief mengatakan, para pedagang bunga mengaku dipindahkan atas rekomendasi dari Kelurahan Malaka.

Para pedagang sebelumnya berjualan di daerah Buaran. Mereka pindah karena trotoar yang mereka gunakan tengah diperbaiki.

"Mereka bawa surat dari Kelurahan Malaka yang isinya bahwa mereka dilokasikan ke samping Stasiun Kelender. Cuma yang masih tanda tanya, kok pak lurahnya tidak mengeluarkan surat atau omongan ke saya kalau mereka dipindahkan ke mari. Kami juga tidak diikutsertakan dalam rapat koordinasikan ketika diputuskan hendak memindahkan mereka," ujar Arief.

Arief mengatakan, pihaknya telah sejak lama memberikan teguran kepada para pedagang untuk pindah. Ini karena lahan yang mereka gunakan untuk berjualan akan digunakan untuk pembangunan double double track dan perluasan stasiun.

Baca: Kami Direkomendasikan Pemkot Jualan di Sini, tetapi Kini Ditertibkan

Arief menyampaikan, para pedagang memang telah bersurat ke Pemkot Jaktim untuk pindah ke lokasi lain. Adapun daerah Pondok Kelapa yang direkomendasikan oleh Pemkot Jaktim tak cukup untuk menampung 35 pedagang.

Akhirnya, hanya 20 pedagang bunga yang tertampung di Pondok Kelapa, sisanya masih bertahan di sekitar stasiun. Pada 24 Agustus, pihak stasiun mengeluarkan surat agar para pedagang segera pindah.

"Kami sudah beberapa kali beri teguran. Kami juga sediakan truk kalau-kalau mereka mau pindah. Tapi mereka bersikeras di tempat sekarang. Kami sampaikan surat, batasnya tanggal 28. Tapi mereka masih di lokasi, terpaksa kami eksekusi," ujar Arief.

Pada Selasa (29/8/2017), PT KAI menertibkan para pedagang bunga yang berjualan di sekitar Stasiun Klender Baru.

Tanaman yang sebelumnya diletakan di atas trotoar kini dipindahkan ke sisi jalan. Hal itu membuat penyempitan badan jalan. Sempat terjadi kepadatan kendaraan yang melintas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melayat ke Ratusan Pusara Mr. X di TPU Pondok Ranggon...

Melayat ke Ratusan Pusara Mr. X di TPU Pondok Ranggon...

Megapolitan
Anies: Kampung Melayu Masih Banjir padahal Sungai Sudah Dinormalisasi

Anies: Kampung Melayu Masih Banjir padahal Sungai Sudah Dinormalisasi

Megapolitan
Kampung Akuarium Akan Dibangun Terintegrasi dengan Kawasan Cagar Budaya

Kampung Akuarium Akan Dibangun Terintegrasi dengan Kawasan Cagar Budaya

Megapolitan
Kilas Balik Bus Transjakarta Zhong Tong yang Bermasalah Era Ahok

Kilas Balik Bus Transjakarta Zhong Tong yang Bermasalah Era Ahok

Megapolitan
2 Tahun Kepemimpinan Anies, Rumah DP Rp 0 Dibangun 780 Unit dari Target 232 Ribu Hunian

2 Tahun Kepemimpinan Anies, Rumah DP Rp 0 Dibangun 780 Unit dari Target 232 Ribu Hunian

Megapolitan
Keluarga Minta Doa agar Wiranto Cepat Sembuh

Keluarga Minta Doa agar Wiranto Cepat Sembuh

Megapolitan
2 Tahun Jadi Gubernur, Anies Sebut Pengguna Transportasi Umum di DKI Meningkat

2 Tahun Jadi Gubernur, Anies Sebut Pengguna Transportasi Umum di DKI Meningkat

Megapolitan
Kapal yang Terbalik di Dermaga 210 Tanjung Priok Sudah Dievakuasi

Kapal yang Terbalik di Dermaga 210 Tanjung Priok Sudah Dievakuasi

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Saat Hindari Pohon Tumbang

Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Saat Hindari Pohon Tumbang

Megapolitan
Kondisi Kendaraan Tidak Prima, Truk Trailer Tabrak Pembatas Tol Kemayoran

Kondisi Kendaraan Tidak Prima, Truk Trailer Tabrak Pembatas Tol Kemayoran

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Penjual Materai Daur Ulang di Tangsel

Polisi Tangkap Komplotan Penjual Materai Daur Ulang di Tangsel

Megapolitan
Polda Metro Jaya Persilakan Dua Mahasiswa Unkris Buat Laporan jika Dirugikan Oknum Polisi

Polda Metro Jaya Persilakan Dua Mahasiswa Unkris Buat Laporan jika Dirugikan Oknum Polisi

Megapolitan
Baru Tas yang Ditemukan dari Awak Kapal yang Tenggelam di Pelabuhan Tanjung Priok

Baru Tas yang Ditemukan dari Awak Kapal yang Tenggelam di Pelabuhan Tanjung Priok

Megapolitan
Sudah Sebulan, Atap SLB Bundaku Bekasi Roboh

Sudah Sebulan, Atap SLB Bundaku Bekasi Roboh

Megapolitan
Nama Pimpinan AKD DPRD DKI Harus Diserahkan Kamis Pekan Ini

Nama Pimpinan AKD DPRD DKI Harus Diserahkan Kamis Pekan Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X