Waktu Kedatangan KRL di Stasiun Cikarang Masih Belum Pasti

Kompas.com - 10/10/2017, 05:25 WIB
Pengoperasian hari pertama, para penumpang antusias ingin menjajal KRL yang sudah diperpanjang hingga Cikarang, di Stasiun Cibitung, Minggu (8/10/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahPengoperasian hari pertama, para penumpang antusias ingin menjajal KRL yang sudah diperpanjang hingga Cikarang, di Stasiun Cibitung, Minggu (8/10/2017).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menanggapi keluhan para pengguna KRL di Stasiun Cikarang terkait waktu kedatangan kereta yang tidak menentu. Keluhan pengguna KRL itu banyak disampaikan melalui media sosial.

VP Corporate Communications PT KCI Eva Chairunisa membenarkan waktu kedatangan antar-kereta di Stasiun Cikarang masih berubah-ubah karena sejumlah alasan.

Akibatnya, banyak calon penumpang terpaksa menunggu lama di stasiun.

"Iya beda-beda datangnya karena kan harus disesuaikan dengan pola operasi kereta lainnya yang melintas di sana. Jadi enggak bisa disamakan semua datangnya per 30 menit sekali," ucap Eva, kepada Kompas.com, Senin (9/10/2017).

(baca: Ini Alasan Lamanya Kedatangan KRL di Stasiun Cikarang)

Eva mengimbau para pengguna KRL dari Stasiun Cikarang melihat jadwal keberangkatan dan posisi real time kereta melalui aplikasi KRL Access yang bisa diunduh untuk perangkat Android dan IOS.

"Kalau untuk jadwal hari ini sih ada yang datang 30 menit, ada yang 35 menit. Variannya berbeda tapi semua tetap 32 perjalanan kereta dan jadwalnya sama seperti kemarin," ujar Eva.

(baca: Warga Berharap Jarak Kedatangan KRL Jakarta-Cikarang Dipercepat)




Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[UPDATE] Grafik Covid-19 10 Agustus: Temuan Kasus di Depok Melonjak Lagi, 334 Pasien Masih Dirawat

[UPDATE] Grafik Covid-19 10 Agustus: Temuan Kasus di Depok Melonjak Lagi, 334 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Kemungkinan Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Kemungkinan Hujan

Megapolitan
Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

Megapolitan
Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

Megapolitan
Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

Megapolitan
Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

Megapolitan
Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

Megapolitan
Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Megapolitan
3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

Megapolitan
Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

Megapolitan
Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

Megapolitan
JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

Megapolitan
Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X