Penjelasan Lengkap Djarot Mengapa Tak Hadiri Pelantikan Anies-Sandi

Kompas.com - 23/10/2017, 09:52 WIB
Warga menangis saat memeluk mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjelang acara pelepasan di depan Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (15/10/2017). Djarot bersama istri diarak menggunakan kereta kencana diiringi oleh pegawai dan BUMD dari Balai Kota ke Gedung Joang 45 sebagai bentuk ucapan terima kasih atas pengabdiannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. KOMPAS.com/JESSI CARINAWarga menangis saat memeluk mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjelang acara pelepasan di depan Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (15/10/2017). Djarot bersama istri diarak menggunakan kereta kencana diiringi oleh pegawai dan BUMD dari Balai Kota ke Gedung Joang 45 sebagai bentuk ucapan terima kasih atas pengabdiannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah satu pekan sejak Djarot Saiful Hidayat mengakhiri jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Polemik paling awal yang muncul usai lepas jabatan adalah mengenai ketidakhadiran Djarot dalam prosesi serah terima jabatan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Kepada Najwa Shihab, Djarot buka-bukaan mengenai alasannya tidak hadir dalam sertijab. Najwa menayangkannya secara live tadi malam, Minggu (22/10/2017), melalui akun Youtube, Instagram, dan Facebook.

Saat ditanya mengenai urgensi bertemu Anies-Sandi, Djarot menjawab yang paling penting bagi dia adalah keluarga.

"Saya lebih urgent bertemu dengan keluarga dulu untuk bersama-sama," ujar Djarot.

Baca juga : Djarot: Saya Merasa Lebih Bermanfaat Pergi ke Labuan Bajo

Sudah tiga tahun, Djarot tidak berlibur bersama keluarga. Sudah lama Djarot dan istrinya, Happy Farida, berangan-angan untuk mengajak anak-anak liburan. Dia pun langsung meluncur ke Labuan Bajo setelah melepas jabatan, meskipun baru satu hari.

Terkait sertijab, Djarot merasa tidak ada kewajiban untuk menghadiri itu. Dia sudah melepas jabatan pada 14 Oktober dan sudah mengikuti prosesi pelepasan pada 15 Oktober.

Ketika itu, Djarot mengikuti acara perpisahan dari Balai Kota DKI sampai Gedung Joang. Dia merasa tugas-tugasnya sudah selesai sampai di situ.

Baca juga : PKS Nilai Kurang Elok Ketidakhadiran Djarot di Pelantikan Anies-Sandi

Selain itu, tongkat estafet juga sudah diberikan kepadal Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah yang diangkat menjadi Plh Gubernur.

"Artinya secara tugas-tugas kedinasan sudah selesai," kata Djarot.

Tak terima undangan

Selain tidak datang pada sertijab, Djarot juga tidak datang pada saat pelantikan di Istana. Dia mengaku tidak menerima undangan untuk menghadiri acara pelantikan Anies-Sandi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tetapkan Seorang Tersangka Bentrok FBR dan PP

Polisi Tetapkan Seorang Tersangka Bentrok FBR dan PP

Megapolitan
Jelang Kampanye Pilkades, Kapolresta Tangerang Ancam Bakal Proses Hukum Pelaku Kampanye Hitam

Jelang Kampanye Pilkades, Kapolresta Tangerang Ancam Bakal Proses Hukum Pelaku Kampanye Hitam

Megapolitan
Nunung kepada Majelis Hakim: Saya Sangat Salah dan Menyesali Perbuatan

Nunung kepada Majelis Hakim: Saya Sangat Salah dan Menyesali Perbuatan

Megapolitan
Mikrotrans Jak Lingko 80 Layani Rute Rawa Buaya sampai Rawa Kompeni

Mikrotrans Jak Lingko 80 Layani Rute Rawa Buaya sampai Rawa Kompeni

Megapolitan
Bobol Showroom Motor, Dua Pencuri Ditangkap Polisi

Bobol Showroom Motor, Dua Pencuri Ditangkap Polisi

Megapolitan
Tahun 2019 Sisa 40 Hari, PAD Kota Bekasi Masih Minus Rp 1 Triliun

Tahun 2019 Sisa 40 Hari, PAD Kota Bekasi Masih Minus Rp 1 Triliun

Megapolitan
Setu Sawangan akan Dinormalisasi, Pedagang Pasrah Warungnya Digusur

Setu Sawangan akan Dinormalisasi, Pedagang Pasrah Warungnya Digusur

Megapolitan
Agar Tak Dilintasi Motor, Pejalan Kaki Saran Pasang Penghalang di JPO Dekat Sudinhub Jakut

Agar Tak Dilintasi Motor, Pejalan Kaki Saran Pasang Penghalang di JPO Dekat Sudinhub Jakut

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Lebih Dulu Berhitung Sebelum Siapkan APAR di Sekolah-sekolah

Wali Kota Bekasi Lebih Dulu Berhitung Sebelum Siapkan APAR di Sekolah-sekolah

Megapolitan
Kata Walkot Jaktim, Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Kewenangan Pemerintah Pusat

Kata Walkot Jaktim, Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Kewenangan Pemerintah Pusat

Megapolitan
Badan Pembentukan Perda: 52 Raperda yang Diusulkan Terlalu Banyak

Badan Pembentukan Perda: 52 Raperda yang Diusulkan Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemkot Tangerang Luncurkan Aplikasi Gampang Ngurus Berkas

Pemkot Tangerang Luncurkan Aplikasi Gampang Ngurus Berkas

Megapolitan
Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Akan Dipasang Bronjong

Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Akan Dipasang Bronjong

Megapolitan
Istri Pesepak Bola Ilija Spasojevic Dimakamkan di TPU Jeruk Purut

Istri Pesepak Bola Ilija Spasojevic Dimakamkan di TPU Jeruk Purut

Megapolitan
Tabrakan di TMP Taruna Tangerang akibat Mobil Pick Up Terobos Lampu Merah

Tabrakan di TMP Taruna Tangerang akibat Mobil Pick Up Terobos Lampu Merah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X