Anies Baswedan: Lima Bulan Ini Ada Kesemrawutan di Tanah Abang

Kompas.com - 25/10/2017, 15:03 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai menghadiri acara Santri of The Year di Galeri Nasional Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (22/10/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai menghadiri acara Santri of The Year di Galeri Nasional Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (22/10/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah kembalinya pedagang kaki lima ( PKL) di jalan kawasan Tanah Abang bukan hanya terjadi pada kepemimpinannya.

Kesemrawutan tersebut sudah terjadi setidaknya sejak bulan Mei 2017 lalu, saat Djarot Saiful Hidayat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Sejak bulan Mei itu kami mendengar kabar itu, sampai sekarang kami masih dengar. Jadi lima bulan ini ada kesemrawutan," ujar Anies saat ditemui di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Rabu (25/10/2017).

(Baca: Mahalnya Sewa Kios Jadi Alasan PKL Tanah Abang Berjualan di Trotoar)

Anies melanjutkan, kembalinya para PKL berjualan di badan jalan jadi pelajaran bahwa sebuah penertiban jangan didasarkan pada rasa takut.

Jika penertiban pedagang didasarkan atas rasa takut, Anies yakin hal itu membuat mereka kembali berdagang di jalan.

"Kesemrawutan ini jadi pelajaran, perbaikan harus terinstitusikan. Jangan memperbaiki semata-mata karena rasa takut. Karena begitu rasa takut enggak ada, yang sudah hilang kembali lagi," ujar Anies.

(Baca: Sandiaga Akan Tata PKL Tanah Abang agar Tak Jadi "Penyakit Kambuhan")

Dalam waktu dekat, Anies pun berjanji akan menertibkan para pedagang tersebut.

"Nanti akan kami tata lagi," ujar Anies.

Diberitakan, area trotoar di depan Stasiun Tanah Abang dipenuhi PKL. Pengamatan Kompas.com 17 Oktober 2017 alias sehari setelah Anies dan Sandi dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, PKL itu berjajar di sepanjang trotoar dan terlihat semrawut sehingga mengganggu pejalan kaki.

Kompas TV Petugas Satpol PP Kota Jakarta Pusat kembali bertindak tegas, dengan menertibkan puluhan lapak pedagang di atas trotoar jalan.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi: Ada Saksi yang Sempat Bicara dengan Penembak Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi: Ada Saksi yang Sempat Bicara dengan Penembak Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Megapolitan
Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Megapolitan
Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Megapolitan
Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

Megapolitan
Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Megapolitan
Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Megapolitan
Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Megapolitan
Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Megapolitan
UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

Megapolitan
Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X