Kompas.com - 09/11/2017, 15:03 WIB
Bripka Adi Sutiadi, anggota Satlantas Jakarta Pusat, menangkap seorang pengedara sepeda motor yang lawan arah demi menghindari operasi polisi di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2017).

Repro dari Kompas TVBripka Adi Sutiadi, anggota Satlantas Jakarta Pusat, menangkap seorang pengedara sepeda motor yang lawan arah demi menghindari operasi polisi di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2017).
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama tujuh hari digelarnya Operasi Zebra, Direktorat Lalu Lintas Metro Jaya menjaring puluhan ribu pelanggar lalu lintas. Jumlah perbandinganya lebih tinggi dibandingkan 2016.

Dari informasi data yang diberikan Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, selama tujuh hari Operasi Zebra yang dimulai 1 November 2017, ada 66.207 pelanggar yang ditilang. Sedangkan untuk teguran jumlahnya mencapai 6.621.

Jumlah tersebut lebih tinggi dari Operasi Zebra 2016 pada perhitungan periode yang sama, yakni 45.777 untuk tilang dan 5.514 untuk teguran.

Baca juga : Operasi Zebra di Depan Sekolah Diprotes Guru dan Orangtua Siswa

Selama tujuh hari, Polda Metro Jaya sudah menahan barang bukti berupa 30.094 Surat Izin Mengemudi (SIM), 35.792 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan 321 kendaraan. Dibandingkan dengan data pada 2016, untuk SIM mengalami kenaikan 67 persen, sedangkan STNK 30 persen.

Sementara untuk daerah penindakan selama tujuh hari paling tinggi pelanggaran masih di dominasi Jakarta Timur dengan jumlah tilang sebanyak 9.694.

Baca juga : Terobos Barikade Polisi, 2 Pemuda Mabuk Ditangkap dalam Operasi Zebra

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah di Sawangan Depok Dibobol Maling, Warga Sebut Sudah Terjadi Lima Kali

Rumah di Sawangan Depok Dibobol Maling, Warga Sebut Sudah Terjadi Lima Kali

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa 2 Ambulans Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Serpong

Pohon Tumbang Timpa 2 Ambulans Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Serpong

Megapolitan
Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Masih Dirawat di RS

Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Masih Dirawat di RS

Megapolitan
Fraksi PSI Minta Anies Serius Jalani Putusan Hakim di Kasus Polusi Udara

Fraksi PSI Minta Anies Serius Jalani Putusan Hakim di Kasus Polusi Udara

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Gelar Operasi Patuh Jaya Selama Dua Pekan

Polres Metro Bekasi Gelar Operasi Patuh Jaya Selama Dua Pekan

Megapolitan
Soal Belajar Tatap Muka Tingkat SD di Tangerang, Ini Penjelasan Wali Kota

Soal Belajar Tatap Muka Tingkat SD di Tangerang, Ini Penjelasan Wali Kota

Megapolitan
Jenazah Wanita 87 Tahun Ditemukan di Johar Baru, Rumahnya Terkunci

Jenazah Wanita 87 Tahun Ditemukan di Johar Baru, Rumahnya Terkunci

Megapolitan
Rumah di Sawangan Depok Dibobol Maling, Korban Derita Kerugian Rp 350 Juta

Rumah di Sawangan Depok Dibobol Maling, Korban Derita Kerugian Rp 350 Juta

Megapolitan
Roy Suryo Laporkan Politisi FH Terkait Pencemaran Nama Baik dan Fitnah

Roy Suryo Laporkan Politisi FH Terkait Pencemaran Nama Baik dan Fitnah

Megapolitan
Polres Tangsel Masih Buru Dua Komplotan Begal yang Beraksi di Bintaro

Polres Tangsel Masih Buru Dua Komplotan Begal yang Beraksi di Bintaro

Megapolitan
Dulu Digembar-gemborkan, Pembangunan Tugu Sepeda Anies Baswedan Kini Mangkrak…

Dulu Digembar-gemborkan, Pembangunan Tugu Sepeda Anies Baswedan Kini Mangkrak…

Megapolitan
Belum Ada Rencana Kelanjutan Bansos Tunai di Jakarta

Belum Ada Rencana Kelanjutan Bansos Tunai di Jakarta

Megapolitan
Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dibongkar Usai Jadi Sasaran Vandalisme

Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dibongkar Usai Jadi Sasaran Vandalisme

Megapolitan
Terdakwa Kasus Hoaks Babi Ngepet di Depok Mengaku Tak Tahu soal Tarif Retribusi

Terdakwa Kasus Hoaks Babi Ngepet di Depok Mengaku Tak Tahu soal Tarif Retribusi

Megapolitan
Gubernur Anies dan Ketua DPRD Prasetio Dipanggil KPK sebagai Saksi Kasus Korupsi Pengadaan Tanah di Munjul

Gubernur Anies dan Ketua DPRD Prasetio Dipanggil KPK sebagai Saksi Kasus Korupsi Pengadaan Tanah di Munjul

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.